Minggu, 11 Agustus 1996

Film "Independence Day" (ID-4)

Sumber: Kompas, Minggu, 11 Agustus 1996


"Independence Day" (ID-4)

Kebohongan tentang AS dan UFO

DALAM sejarah perfilman Amerika, agaknya inilah film yang secara gila-gilaan bermaksud menyombongkan Amerika Serikat sebagai pemimpin bagi bangsa lain di Planet Bumi. Dengan lantang, Presiden AS, Whitmore, mengungkapkan tanggal 4 Juli selanjutnya bukan hanya akan diingat sebagai hari ulang tahun Amerika, tetapi hari bersejarah seluruh dunia.

Film Independence Day (ID-4) ini memang dibuat secara gila-gilaan, karena didasari cerita karangan yang terlalu gila-gilaan, pengerahan manusia yang gila-gilaan, dan teknik pembuatannya pun mengerahkan segenap teknologi film yang gila-gilaan sehingga mampu menampilkan gambaran kehancuran manusia di Planet Bumi ini.

Hasil dari semua itu ternyata juga gila-gilaan. Film Independence Day menghasilkan untung gila-gilaan, karena dalam waktu 12 hari pertama pemutarannya di seluruh AS saja film ini mampu mengeruk 150 juta AS (sekitar Rp 350 milyar). Itu prestasi besar yang membuatnya berhak disebut sebagai film terlaris abad ini. Rekor yang pernah dicatat Jurassic Park (dalam lima hari memasukkan 68 juta dollar AS) pecah oleh film ini, yang dalam waktu yang sama mampu mengumpulkan 84,9 juta dollar AS dari 2.882 gedung bioskop.

Independence Day agaknya hadir pada saat tepat. Film ini seperti mengulang kehebohan masyarakat AS ketika mendengar acara radio berjudul Invasion from Mars sekitar tahun 1950-an, dan film serial War of The Worlds pada tahun 1970-an yang sama-sama menceritakan serangan makhluk dari luar angkasa terhadap Bumi. Di tengah semakin menyurutnya debat sekitar ada tidaknya makhluk hidup dari planet lain atau lebih populer dikenal dengan UFO (unidentified flying object, benda terbang tak dikenal), film garapan sutradara spesialis fiksi-ilmiah Roland Emmerich mengangkat lagi pertanyaan, apakah di jagat raya ini manusia tinggal sendirian?

Dari pertanyaan itu pulalah duet penulis Dean Devlin dan Roland Emmerich mengangkat kembali isu penting sekitar UFO, sehingga film itu tidak seluruhnya berlandaskan khayalan. Tempat yang disebut "Area-51", misalnya, sudah lama diketahui sebagai tempat penelitian rahasia yang berkaitan dengan UFO.

Naskah yang ditulis dalam waktu empat minggu penuh berisi cemooh. Independence Day secara satir mencemooh kelompok yang terus berupaya membuktikan UFO memang ada, dan sekaligus juga menyindir ketergantungan bangsa-bangsa lain di dunia ini terhadap AS.

Dengan berbagai efek visual yang mengagumkan lewat teknologi computer generated imaging seperti gambaran kehancuran yang sangat dahsyat dan pesona piring terbang yang ukurannya tak pernah tergambarkan dalam buku mana pun, Emmerich memang tak harus pusing-pusing memikirkan rasionalitas cerita. Penyelesaiannya pun dibuat sangat sederhana, cukup dengan virus komputer. Terlanjur tinggi khayalan yang disajikan sejak awal, maka khayalan pula yang disajikan di tengah dan mengakhir film ini. Presiden Whitmore dibuat menjadi pilot pesawat tempur, dan selamat dalam pertempuran udara teramat dahsyat. Sementara dampak penembakan dengan rudal berhulu ledak nuklir dianggap sama saja dengan rudal konvensional.

Namun kebohongan itu menjadi tak penting, karena penonton dibuat terkesima oleh berbagai gambar yang ditampilkan Karl Walter Lindenlaub dan timnya. Acungan jempol bahkan perlu diacungkan kepada Volker Engel dan Douglas Smith, dua pakar efek visual yang membuat Independence Day tampak seperti sungguhan.

***
 
ALKISAH pada tanggal 2 Juli (tahun tidak disebut tetapi menunjukkan tahun ini), radio teleskop khusus yang dibangun untuk "berkomunikasi" dengan makhluk hidup di luar Bumi menangkap sebuah sinyal aneh. Penemuan itu berlanjut dengan diketahuinya ada obyek besar tengah menuju Bumi dari arah Bulan.

Begitu mendekati atmosfer bumi, benda asing besar itu memecah menjadi beberapa bagian dan bergerak menuju kota-kota besar di beberapa belahan dunia. Benda itu ternyata piring terbang yang salah satunya kemudian "memayungi" kota Washington DC. Bersamaan dengan kedatangan piring terbang itu, secara tak sengaja sinyal "rahasia" dari piring terbang itu tertangkap pimpinan stasiun TV kabel, David Levinson (Jeff Goldblum).

Levinson menyimpulkan piring terbang yang diam tanpa memberi tanda apa-apa itu memang bermaksud menyerang dalam waktu bersamaan. Dia pun bergegas menemui Presiden Whitmore (Bill Pullman) yang sebelumnya menganggap cukup aman untuk tidak mengungsi. Perkiraan Levinson ternyata benar, piring terbang itu menyerang helikopter yang dikirim untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka. Warga Washington yang awalnya diam terpesona, langsung gempar dan panik. Perintah pengungsian pun disampaikan, tapi kota Washington dan beberapa kota besar lain di AS dengan singkat dihancurkan. Pesawat dari planet lain itu mempunyai sistem perlindungan yang membuat senjata apa pun tidak bisa menyentuhnya. Presiden AS berlindung di pangkalan rahasia bernama "Area 51". Tempat itu ternyata menjadi tempat penelitian UFO sejak lama, dan di sana terdapat sebuah pesawat UFO beserta beberapa mayat makhluk angkasa luar itu.

Jalan keluar akhirnya diperoleh Levinson secara tak sengaja melalui ayahnya. Levinson yakin lapisan pelindung bisa dihancurkan dengan memasukkan virus komputer. Setelah dicoba dengan pesawat asing di "Area 51" itu, ternyata teori itu berhasil. Levinson bersama pilot pesawat tempur Kapten Steven Hiller (Will Smith) kemudian menyusup ke kapal induk yang menjadi markas para penyerang itu. Upaya mereka berhasil, sehingga perang di udara pun kemudian dimenangkan AS. Saat kemenangan itu tanggal 4 Juli yang merupakan Hari Peringatan Kemerdekaan AS.

***
 
DALAM sejarah perfilman AS, Independence Day bukanlah satu-satunya film yang bercerita tentang UFO. Kisah sekitar UFO telah ada sekitar tahun 1950-an, bahkan ada beberapa serial yang secara obyektif mencoba menggali fenomena UFO. Hasilnya, sebagaimana ditunjukkan dalam serial Sightings, banyak penemuan sekitar UFO sulit diragukan keabsahannya. Foto, gambar, dan kesaksian ribuan orang tentang UFO tidak seluruhnya merupakan "rekayasa" lewat mekanisme penyebaran informasi.

Independence Day yang mengangkat soal kedatangan UFO di atas kota Washington DC, agaknya juga berawal dari gagasan yang bukan karangan. Kejadiannya berlangsung belum lama yaitu 15 April 1992, sebagaimana diceritakan George Wingfield berdasarkan pengalamannya dan sejumlah orang lainnya. Wingfield, dosen ilmu alam yang kemudian mengkhususkan diri pada fenomena alam yang sulit dijawab, dan kemudian tertarik meneliti UFO.

Ketika tanggal kejadian itu, sebagaimana ditulis dalam buku Alien Update (Avon Books, New York, 1993), Wingfield yang tinggal di Raleigh/Durham, Carolina Utara, diundang memberikan kuliah di Smithsonian Institute di Washington DC tentang fenomena lingkaran aneh di ladang pertanian. Ketika tengah berjalan-jalan di Monumen Nasional, dia melihat lingkaran besar dan terang bergerak perlahan di atas monumen tersebut.

Puluhan orang lain yang pagi sekitar pukul 06.00 berada di sekitar monumen melihat terpesona pada benda berbentuk piringan besar itu. Selama 15 menit benda besar itu berada di atas Washington. Mereka yang menjadi saksi di sana sepakat, itu memang UFO. Tapi, UFO itu tidak menghancurkan Washington sebagaimana digambarkan dalam Independence Day. (R Sukarjaputra)



Kompas, Minggu, 11 Agustus 1996

Sisi Lain "Independence Day"
Sebuah Jawaban yang Mengejutkan

APAKAH manusia sendirian di jagat raya yang mahaluas ini? Pertanyaan itu barangkali pernah mengusik Anda, dan yang jelas mengusik ribuan manusia sejak berabad-abad lalu.

Banyak orang terusik pengakuan sejumlah orang yang mangaku melihat benda aneh yang bukan pesawat terbang biasa, melayang di udara. Para peneliti ilmu alam pun terusik oleh adanya fenomena alam yang sulit digambarkan, seperti "lukisan-lukisan" aneh di daerah pertanian atau perbukitan di Amerika Tengah. Bahkan para ahli purbakala pun tersentak melihat lukisan menyerupai gambar piring terbalik di dinding-dinding batu yang diduga bekas peninggalan bangsa Maya dan Aztec.
Melihat bukti-bukti itu orang pun bertanya, apakah benda dan makhluk itu? Apakah mereka juga penghuni Planet Bumi ini ataukah mereka berasal dari planet lain? Pertanyaan yang sangat memancing kepenasaranan namun selalu ditekan ke alam bawah sadar itu, sampai saat ini memang belum terjawab.

Film Independence Day mencoba menjawabnya dengan versi mereka sendiri. Asumsi dasarnya adalah mengakui keberadaan apa yang biasa disebut UFO (unidentified flying object). Berangkat dari situ, film yang diproduksi Twentieth Century Fox itu kemudian menjawab pertanyaan banyak warga Amerika Serikat tentang markas penelitian rahasia di tengah gurun pasir Nevada yang dikenal dengan Area-51. Maka Area-51 ini pulalah yang dijual kepada penonton Independence Day, selain sajian efek khusus dan hancurnya kota-kota besar di berbagai belahan dunia.

***
 
KEBERADAAN Area-51 sejak lama menjadi pertanyaan di benak warga AS. Sebagai sutradara yang pernah sukses lewat film Stargate, Roland Emmerich menangkap keingintahuan itu. Emmerich sendiri ragu. Dia tidak percaya adanya makhluk asing (aliens) namun percaya manusia tidak sendiri di jagat raya ini dan bukan satu-satunya makhluk berintelegensia tinggi di jagat raya ini. Berangkat dari keraguan itulah, Emmerich menggunakan kenyataan bahwa pemerintah AS memang mendirikan Center for Study Extra-Terrestrial Intelegence (CSETI), berikut parabola dan pemancar besarnya di sekitar New Mexico. Emmerich lalu mengarahkan penggaliannya pada Area-51.

Dalam Independence Day, markas penelitian rahasia itu memang benar-benar ada dan benar menjadi tempat penelitian temuan benda asing yang diduga dari planet lain.

Benarkah Area-51 ada? Secara formal Pemerintah AS belum mengakui keberadaannya. Namun istilah Area-51 sudah banyak diketahui dan menunjuk ke satu tempat di sisi utara The Nellis Bombing And Gunnery Range, berdekatan dengan Groom Lake, di Nevada. Area-51 ini pernah menjadi tempat rahasia pengembangan pesawat tempur siluman SR-71. Lebih ke selatan Groom Lake terdapat Papoose Lake, yang diberi kode sandi "S-4" atau "Dreamland". Di lokasi inilah diduga terdapat "piring-piring terbang" yang kini dikuasai Pemerintah AS.

Glenn Campbell, seorang peneliti UFO, menerbitkan buku berjudul Area-51 Viewer's Guide. Buku ini menggambarkan seluruh wilayah Area-51 beserta rinciannya. Buku ini ditulis dengan baik, ditunjang foto, dan secara resmi tidak dibantah Pemerintah AS. Jadi, singkatnya apa yang disebut Area-51 memang benar-benar ada. Pertanyaannya, betulkah di sana benar-benar terdapat bukti pesawat piring terbang dan makhluk-makhluk asing sebagaimana digambarkan dalam Independence Day?

Untuk mendapatkan bukti dan pengakuan saksi mata ternyata tidak mudah. Berdasarkan pengalaman ternyata banyak saksi mata sekitar UFO yang kemudian "terganggu" hidupnya karena cemoohan masyarakat di sekitarnya. Mereka menjadi bulan-bulanan media massa, peneliti UFO, dan masyarakat biasa. Oleh karena itulah, TV kini menyiarkan wawancara dengan saksi mata dengan membuat mereka hanya bayang-bayang hitam. Dalam sebuah wawancara TV Encounters dengan saksi pekerja di Area-51 yang bernama Alfred, terungkap di markas rahasia itu terdapat pesawat berbentuk piring sejak bertahun-tahun lalu.

Alfred yang nama aslinya dirahasiakan dan sudah bekerja di Area-51 sejak tahun 1961 itu dengan kata-kata pendek mengungkapkan kawannya mengatakan di sana memang pernah ada seorang makhluk bertubuh kecil, yang selamat dari jatuhnya piring terbang di sekitar Roswell, New Mexico, sekitar tahun 1950-an. Namun, makhluk itu dibawa keluar dari Area-51.

Anda boleh percaya atau tidak dengan keterangan itu. Paling tidak, Emmerich bukan semata-mata pembohong. Soal pendaratan darurat di Roswell, Area-51, ukuran piring terbang yang diperkirakan besarnya seperempat diameter bulan, seluruhnya diambil dari keterangan orang-orang yang pernah menyaksikan UFO. Khayalan Emmerich adalah melebih-lebihkan apa yang tampaknya mungkin ada itu untuk tujuan komersial film. (Independence Day/The Groom Lake Desert Rat/oki)

Jumat, 09 Agustus 1996

Bandung Kedatangan UFO

Jawa Pos, Jum'at, 9 Agustus 1996

Bandung, JP.-

Saat penduduk bumi tengah menanti jawaban teka-teki ada tidaknya kehidupan di Planet Mars, sebagaimana diberitakan Jawa Pos kemarin, masyarakat Bandung malah diributkan oleh pengaduan sejumlah masyarakat yang mengaku melihat benda aneh dari ruang angkasa (UFO). Sudah dua hari ini Radio Mara FM Bandung banyak mengulas laporan tersebut.

Awal ributnya UFO ini kali pertama muncul saat seorang pendengar Mara FM, Rabu lalu, mengaku melihat benda aneh yang terbang di seputar awan kota Bandung. Pengasuh acara Info Mara pukul 06.00--09.00 WIB saat itu, Pandan, meneruskan laporan itu untuk mendapatkan tanggapan pendengar lainnya. Anehnya, begitu masalah itu dilemparkan ke pendengar, masyarakat yang lain bermunculan melaporkan hal serupa.

Hal yang sama terjadi saat Info Mara diudarakan pukul 18.00- -20.00 WIB kemarin. Tercatat sekitar sepuluh orang yang melaporkan sekaligus mengomentari benda aneh itu. Seorang warga bernama Dede, misalnya, melaporkan pernah melihat benda itu dari Ciburial Dago, Bandung Utara.
Namun, walau melihat dengan mata kepala sendiri, Dede belum bisa memastikan apakah benda itu UFO atau bukan. Ia mengaku belakangan sering mendiskusikan benda yang dilihatnya itu. Namun, mengingat minimnya data yang diperoleh, ia bersama kawan-kawannya meminta warga lain yang merasa pernah melihat benda itu untuk memberikan informasi selengkapnya.

Hal serupa dialami Ny Soeparyono yang tinggal di Cimindi Raya. Saat berkumpul dengan empat tetangganya, Kamis sore menjelang magrib, tiba-tiba ia melihat benda aneh dengan ekor melesat di angkasa. Benda kuning kemerah-merahan itu terbang dengan meninggalkan ekor sepanjang lima meter mirip komet. Arah terbangnya dari selatan ke utara. Tak jauh berbeda diakui oleh Nanang yang tinggal di daerah Gambir Saketi.

Lain lagi dengan pengakuan Wagiono, yang mengaku pernah melihat sepuluh kali benda terbang seperti yang diributkan masyarakat. Menurut dia, benda itu bukanlah UFO. Tetapi, pesawat biasa yang saat itu melintasi kota Bandung. ''Saya sering melihat benda itu dengan ciri seperti ada ekor berbintik cahaya. Tetapi, menurut saya, itu hanya pesawat biasa,'' katanya. Ia mengaku melihat terakhir pada Minggu dan Rabu sore lalu.

Mendapat laporan demikian, Mara FM menindaklanjutinya dengan meminta konfirmasi ke Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) dan Observatorium Bosscha Lembang. Namun, kedua lembaga yang berwenang memberikan keterangan tentang benda aneh itu menyatakan belum mendapat laporan. Mereka hanya meminta agar masyarakat cepat melapor jika benar melihat benda itu dengan laporan secara detil mengenai lokasi, arah lintasan, bentuk, waktu, dan kalau bisa memotret atau menggambarnya.

Untuk menampung laporan masyarakat, Lapan telah menyediakan pesawat telepon bernomor 612602 bagi pengaduan masyarakat. Sementara itu, Kepala Observatorium Boscha Prof Dr Bambang Hidayat, seperti dijelaskan Ibay, seorang pengasuh Info Mara, hanya meminta agar masyarakat secepatnya melapor jika menemukan benda aneh itu kembali. (adb)