Selasa, 01 April 1997

Amerika Serikat Tempat Subur Ajaran Spiritual

Kompas, Selasa, 1 April 1997

Oregon, Senin. Pintu Surga, sekte milenium yang anggota-anggotanya bunuh diri pekan lalu, terutama tercatat karena tujuannya yang keras. Namun kelompok yang berkeyakinan aneh ini dihitung sebagai tambahan unsur dalam spiritualitas kontemporer di AS yang makin universal. Sekte ini percaya peradaban sekarang hancur dan bisa selamat dengan naik "piring terbang" yang menunggu mereka yang jumlahnya sedikit.

Di AS, seperti dikutip The New York Times dan dimuat dalam The Strait Times edisi Senin (31/3), keyakinan terhadap Tuhan masih populer dan kebebasan beragama dijamin. Kini AS menjadi suatu "tempat pemasaran ajaran spiritual" dan kawasan yang kompetitif di mana semua agama besar dan ajaran-ajaran kecil lainnya berburu anggota dan pengaruh.

Tidak mengherankan, AS menjadi tempat yang subur bagi lahirnya gerakan-gerakan baru. Dengan bertambahnya jumlah orang yang memenuhi panggilan agama, pemimpin spiritual yang mengundang inspirasi akan mendapatkan pendengar. Bahkan akan muncul kumpulan karena tawaran ajaran baru untuk mendapatkan arti hidup yang sempurna.

Dalam kasus-kasus tertentu jalan itu akan berakhir dengan malapetaka seperti dialami sekte Pintu Surga. Pemimpin sekte ini, Marshall Herff Applewhite mengajarkan bahwa jasad itu tak lain adalah "kendaraan" bagi jiwa untuk menjangkau tingkat rohani lebih tinggi di antara makhluk ruang angkasa.

Sebanyak 39 orang yang mati dengannya meyakini jiwanya akan meningkat menuju "Tingkat Lebih Tinggi"

Percaya UFO

Di permukaan, orang Amerika cenderung memperlihatkan kesalehan. Ketika ditanya dalam jajak pendapat, 19 dari 20 orang yakin akan Tuhan dan mayoritas responden mengaku bersembahyang secara teratur. Namun informasi itu menyesatkan karena tidak menggambarkan apa yang jadi kepercayaan penduduk AS.

J Gordon Melton, direktur Institute for the Study of American Religion di Santa Barbara, California, menyebutkan ada 2.000 kelompok agama di AS.

"Contohnya, Los Angeles hanyalah satu tempat di dunia di mana Anda dapat menemukan semua bentuk Budhisme. Bahkan tidak semua negara Asia memiliki semua bentuk Budhisme," tuturnya.
Profesor Phillip Lucas yang spesialisasinya studi agama di Stetson University, Del Land, Florida menjelaskan, "Seperti halnya kita memiliki banyak pilihan produk yang dibeli, pilihan itu pun tersedia dalam soal agama." Ia berpendapat, aneka ragam agama meluas khususnya dengan munculnya agama-agama esoterik.

Menurut Lucas, keyakinan yang dipegang Pintu Surga tidaklah unik. Ia mencatat sedikitnya 100 kelompok yang perhatian spiritualnya terhadap piring terbang. Beberapa kelompok menganggap UFO ini sebagai pesan kosmik dari wujud yang lebih tinggi di mana kepercayaan lain memberikan peran itu kepada malaikat.

Kelompok lain menganggap piring terbang dapat ditemukan dalam Injil dengan mengutip roda ruang angkasa seperti dijelaskan Nabi Ezekiel. Namun demikian tentu saja lanskap keagamaan Amerika tetap didominasi oleh Kristen dan Katolik. Hanya kini semakin banyak orang mencari sesuatu yang baru karena menurunnya penghormatan terhadap lembaga sekuler dan suci.

Ketika profesor sosiologi Robert Bellah mencari sebuah buku yang disusun dengan profesor lainnya yang berjudul Habits of The Heart: Individualism and Commitment In American Life, ia menemukan banyak orang yang mengaku "tidak beragama tapi menganut ajaran spiritual".

"Apa artinya," kata Prof Bellah yang mengajar di University of California di Berkeley, "Saya tidak menyukai lembaga keagamaan, gereja-gereja. Namun saya sangat spiritual yang berarti misalnya, percaya semua jenis UFO dan bola kristal". (TST/sep)