Selasa, 09 Desember 1997

ET Suka Menculik Manusia Saat Tidur

Kompas, Selasa, 9 Desember 1997

TIGA abad sebelum masehi sudah muncul dugaan, manusia bukan satu-satunya mahkluk beradab di alam semesta. "Meyakini bumi sebagai satu-satunya tempat yang penghuninya beradab di jagad mahaluas ini sebenarnya sama absurdnya dengan mengatakan, dari sejumlah benih yang disemai di sebuah ladang luas hanya satu yang berhasil tumbuh," kata Metrodorus Lampsacus (330-227 SM), filosof Yunani dari mashab Epicurianisme. Dua puluh tiga abad kemudian, pendapat sama kembali bergaung. Kali ini, yang bersuara adalah Mike Kaplan, Direktur Program Origins Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA). Katanya hari Selasa 12 Maret tahun lalu, dipastikan ada satu "bentuk" kehidupan intelektual lain di beberapa planet di luar gugus tata surya.

"Saya pikir, kita hanya perlu menunggu waktu guna bisa bertemu mereka. Bila suatu kali bertemu, harap tak heran kalau mereka akan berbeda," katanya di hadapan para peserta Konferensi Internasional tentang UFO (Unidentified Flying Objects atau benda-benda terbang tak dikenal alias Piring Terbang) di Toledo, Spanyol tahun lalu.

Setahun kemudian, ternyata gagasan itu kembali mengemuka dalam Konferensi Internasional II tentang UFO di Acapulco, Meksiko, Senin (8/12). Beberapa peserta konferensi, para ahli antariksa asal berbagai negara, mengatakan, sejumlah mahkluk luar angkasa yang akrab dikenal dengan sebutan ET (extraterrestrial, satu nama buatan sutradara Steven Spielberg yang meluncurkan film berjudul sama 1982 silam-Red) ternyata sering datang ke bumi secara diam-diam.

Lebih mengejutkan lagi, ternyata para ET itu suka "menculik" manusia saat tengah tertidur pulas dan kemudian membawanya pergi ke "alam" lain guna bisa dijadikan obyek eksperimental tertentu. Di antaranya, kata Budd Hopkins, sejumlah rahim perempuan telah "dipinjam" ET guna melangsungkan proses reproduksi. Sudah pasti, ini menjadi satu isu paling kontroversial dari semua versi kisah-kisah fantastik tentang Piring Terbang UFO berikut makhluk-mahkluk ET yang dibawanya.

***

SETIDAKNYA delapan peserta konferensi UFO di Acapulco itu sependapat, kisah "penculikan" manusia oleh mahkluk-mahkluk ET itu benar-benar empirik alias sungguh-sungguh pernah terjadi. Namun, lagi-lagi karena tingkat intelegensi ET lebih "tinggi" dibanding manusia, proses penculikannya pun mengundang decak kagum.

Menurut para peserta konferensi, sejumlah "korban" penculikan mengaku tak ingat lagi kapan dan bagaimana mereka "diculik". Namun, para ahli sependapat, mahkluk ET itu berhasil memperdaya kesadaran manusia lewat hipnotisme. Sebelum dikembalikan ke tempat tidur, para ET langsung "menghapus" seluruh memori manusia.

"Kami sangat membutuhkan penelitian serius dan mendalam atas masalah ini," kata Jaime Rodriguez, ahli UFO dari Ekuador. "Namun mereka harus bersikap terbuka dan berwawasan luas. Jika tidak, saya khawatir mereka hanya akan menertawakan kasus-kasus ganjil ini."

Para peserta konferensi menuturkan ada dua tipe ET berdasarkan ciri-ciri postur fisiknya. "Para ET yang sering beraksi di kawasan AS berciri memiliki kulit putih, kelopak mata besar, bentuk kepala besar dan gundul," kata Hopkins menjelaskan kisah penculikan warga New York, Linda Cortile, oleh sejumlah mahkluk ET 1989 silam. "Sementara para ET di Ekuador berpostur lebih tinggi, berkulit hijau zaitun dan berkepala gundul," tambah Rodriguez. (Rtr/ryi)