Jumat, 27 November 2009

Dua sosok misterius di hutan Kemiri, Purworejo

Saat liburan Idul Fitri tahun 2009 Ardi Nugroho pulang ke kampungnya, menemani ibunya bersilahturahmi ke saudara-saudaranya. Dalam suatu kesempatan, dia bertemu dengan seseorang yang bernama pak Joko, yang menceritakan bertemu dengan dua sosok misterius di hutan Kemiri di kawasan Purworejo...

Menurut Ardi, yang namanya orang-orang pedesaan, ikatan persaudaraanya kuat sekali, makanya ia menemani ibu dan budhenya mendatangi hampir semua orang di kampung.

Singkat cerita, di Rabu sore, menjelang magrib, Ardi mengobrol dengan tetangga-tetangga budhenya, hingga kemudian sampai pada suatu cerita menarik dari pak Joko, tetangga agak jauh yang bekerja sebagai penjaga sekolah dan sering masuk hutan mencari kayu, jamur untuk dijual di pasar. Demikian cerita yang disampaikan pak Joko.

Waktu itu, awal bulan puasa, dia lupa harinya. Di sore hari, dia sendirian sedang berjalan keluar dari hutan, menuruni lereng bukit, tidak jauh dari dia berdiri, di pinggir jalan yang menurun berliku, tapi masih jauh dengan kampung terdekat, pak Joko melihat ada dua orang yang berdiri memandanginya, sepertinya mereka sedang menanti pak joko mendekati mereka.

Namun pak Joko ragu-ragu, hingga akhirnya salah satu dari orang asing itu melambai-lambaikan tangannya, seperti memanggilnya, yang membuat pak Joko akhirnya menghampiri mereka.

Apa yang dilihatnya tentang kedua orang tersebut, menurutnya sungguh aneh dan ganjil. Sayangnya pak Joko tidak terlalu mengingat secara detail tentang mereka. Yang diingatnya adalah, tingginya sekitar 170 cm, rambut keduanya pirang seperti bule, namun wajahnya tidak mirip orang kulit putih (eropa). Biji matanya biru ke hijau-hijauan, namun yg satu biru pekat. Yang membuat pak Joko terheran-heran dan agak takut adalah pakaian mereka yang tidak lazim. Pakaiannya sangat tebal, katanya mirip astronot yang pernah dilihat di televisi, dan salah satunya berkerudung. Keduanya memakai sarung tangan berwarna biru, sedang pakaiannya berwarna orange dengan banyak lingkaran-lingkaran warna hijau.

Menurut pak joko, perangai mereka sangat sopan, dan yang mengherankan, orang asing tersebut bertutur dengan bahasa Indonesia yang halus dan ini yang membuat pak Joko kikuk. Belum pernah dia menemui orang yg bertutur dengan aturan yang benar. Sedang yang satunya hanya diam saja.


Mereka mengatakan sedang melakukan penelitian tumbuhan di daerah itu,dan mengajak pak Joko berjalan-jalan bersama mereka. Namun pak Joko menolaknya, alasannya karena dia merasa penampilan orang-orang asing itu yang sangat ganjil selain juga hari sudah sangat sore.

Menurut pak Joko, yang masih diingatnya, di bagian lengan atasnya menempel simbol-simbol aneh yg belum pernah dilihatnya. Juga ada alat seperti jam, namun lebih besar dan agak berpendar yang menempel di pergelangan tangan mereka.

Ardi mengemukakan bahwa desanya bernama desa Kemiri, masih dalam kabupaten Purworejo (deket Yogya), yang sudah merupakan daerah pegunungan, dekat dengan hutan meskipun sudah bukan hutan perawan lagi, tetapi masih cukup lebat dan wingit.

Dilaporkan oleh Ardi Nugroho ke milis BETA-UFO  pada tanggal 29 September 2009. [betaufo]