Kamis, 27 Juli 2017

THE SECRETS OF MOJAVE - CHAPTER 1 (HAV-MUSUVS)

THE SECRETS OF MOJAVE

CHAPTER 1 (HAV-MUSUVS)
(Gambar hanya ilustrasi belaka)

Penulis cerita berikut adalah seorang Indian suku Navaho. Dia mendapatkan cerita rahasia ini dari suku Indian Paiute, yang mendiami “The Great Basin” (Cekungan Besar) dan gurun Mojave di Utah, Nevada, dan California.
Penduduk asli Amerika yang bernama Oga-Make membeberkan cerita ini  sebagai rasa terima kasih terhadap cerita tentang Navaho yang muncul pada musim semi 1948 di sebuah majalah yang memuat sejumlah artikel mengenai "tanda-tanda" misterius atau "bola-bola api" di langit yang menyebabkan kebingungan dan perdebatan pada penduduk setempat selama tahun terjadinya peristiwa-peristiwa itu, dan juga pada tahun-tahun berikutnya.

Artikel pada bangsa Navaho yang muncul dalam edisi sebelumnya tersebut menceritakan penderitaan yang suku mereka telah lalui selama musim-musing dingin yang lalu,  dan menghimbau para pembaca untuk mengirim barang dan persediaan untuk membantu mereka melalui musim dingin mendatang '1948-' 1949,  setelah membaca artikel tersebut kenyataannya banyak dari para pembaca yang memberikan bantuan.

Sebagai rasa terima kasihnya , Oga-Make membeberkan 'legenda' berikut yang menceritakan sejarah rahasia masa lalu benua Amerika pada masa mungkin ribuan tahun sebelum orang kulit putih menginjakkan kaki mereka secara massal pada pantai-pantai benua Amerika :



"... Sebagian besar dari Anda yang membaca artikel ini mungkin orang kulit putih dari keturunan darah hanya satu abad atau dua abad dari benua Eropa. Anda berbicara dalam tulisan-lisan Anda mengenai Piring Terbang atau Kapal-kapal Misterius seperti sesuatu yang baru, dan merupakan  fenomena yang aneh dan khas pada abad kedua puluh. Tapi bagaimana mungkin Anda berpikir sebaliknya? Namun jika Anda memiliki kulit merah, dan berasal dari keturunan darah yang telah lahir dan dibesarkan di tanah ini selama ribuan tahun, Anda akan tahu hal itu tidak benar. Anda akan tahu bahwa nenek moyang Anda telah tinggal di gunung-gunung dan di atas padang rumput ini selama bergenerasi-generasi yang tak terhitung jumlahnya, mereka telah melihat kapal-kapal misterius itu sebelum orang-orang kulit putih melihatnya , dan cerita ini telah diturunkan dalam legenda yang merupakan sejarah tak tertulis suku Anda. Anda tidak percaya? Tentu saja, Mengapa Anda harus percaya? Tetapi mengetahui ketidakpercayaan orang-orang semacam Anda, para pemegang cerita dari suku saya telah menutup rapat-rapat bibir mereka untuk menghalangi pengetahuan ini tersebar keluar .
Namun, saya telah berkata kepada para pemegang cerita ini: sekarang kapal-kapal misterius itu telah terlihat kembali, apakah bijaksana bahwa kita, ras  yang lebih tua, menyimpan pengetahuan kita untuk diri kita sendiri. Jadi demi saya, seorang Indian Amerika, beberapa orang bijak di antara suku saya telah memutuskan untuk berbicara, dan jika Anda peduli, maka saya akan mengizinkan Anda untuk duduk bersama kami dan mendengarkan cerita tersebut.
"Marilah kita katakan bahwa waktu itu adalah waktu senja di tempat aneh yang Anda, orang-putih, sebut 'Death Valley." Saya memberikan tembakau kepada kepala suku Paiutes yang sudah tua dan duduk dipisahkan api unggun kecil dari tempat saya dan taburan biji jagung yang sedang dipanggang ...
"Kepala suku tua itu tampak seperti mumi yang sudah berkerut saat ia duduk di sana mengisap pipanya. Namun matanya tidak menampakkan pandangan kosong, melainkan matanya seperti menerawang ke masa lampau yang sangat jauh sekali. Sukunya telah menetap di Inyo, Panamint dan Death Valley selama berabad-abad yang tak terhitung lamanya sebelum kedatangan orang-kulit putih. Sekarang kami duduk di lembah yang oleh orang kulit putih dinamakan Death (kematian), namun suku Paiute menamakannya Tomesha - The Land Flaming (Tanah yang membara). Di sini bila saya menghadapi arah timur, saya bisa melihat “The Funerals”.(pegunungan yang membentuk dinding timur Death Valley) yang dibungkus dalam warna ungu-biru dan sementara atasnya berwarna merah. Di belakang saya, pegunungan Panamints  menjulang seperti dinding yang tingginya satu mil, berwarna gelap berlawanan dengan arah matahari tenggelam.

"Kepala suku tua Paiute itu merokok pipa tembakau saya untuk waktu yang lama sebelum ia meniupkan asapnya ke empat arah angin. Akhirnya ia berbicara.
"Anda bertanya apakah kami mengetahui mengenai kapal udara besar berwarna perak pada hari-hari sebelum orang kulit putih membawa gerbong-gerbong kereta api ke tanah ini?"
"Ya Kakek, aku datang mencari pengetahuan." (Di antara semua suku orang-orang saya, kakek adalah istilah penghormatan terbesar yang dapat dikatakan satu orang ke orang lainnya.)
"Kami, Suku Paiute, telah mengetahui keberadaan kapal-kapal ini selama generasi yang tak terhitung banyaknya. Kami juga mengetahui orang-orang yang menerbangkan kapal-kapal itu. Mereka disebut para Hav-musuv."
"Siapakah para Hav-musuv itu?”
"Mereka adalah juga orang-orang  pegunungan Panamints, dan mereka sama tuanya dengan tanah Tomesha itu sendiri."
"Dia tersenyum sedikit melihat kebingungan saya.”
"Anda tidak mengerti? Tentu saja tidak karena Anda bukan seorang anggota suku Paiute. Dengarkanlah dengan seksama dan saya akan membawa Anda kembali menyusuri jejak masa lalu yang sudah redup.”
"Ketika dunia masih muda, dan lembah yang sekarang ini merupakan tempat yang kering, gurun kering, tempat ini dulu adalah pelabuhan laut yang membentang dari gunung-gunung itu ke Teluk California, dikatakan bahwa para Hav-musuv datang ke sini dengan kapal-kapal dayung yang sangat besar. Mereka menemukan gua-gua besar di pegunungan Panamints, dan di dalamnya mereka membangun salah satu dari kota-kota mereka. Pada saat itu California  masih merupakan sebuah pulau, ini juga yang dikatakan orang Indian kepada orang Spanyol pada saat mereka pertama kali datang, dan pulau ini juga yang ditandai dalam peta orang Indian.”
"Hidup tersembunyi di kota mereka, para Hav-musuv  mengarungi samudera dengan kapal dayung-cepat mereka, mereka juga berdagang dengan orang-orang yang letaknya jauh di seberang lautan dan kemudian juga mereka membawa barang-barang aneh ke dermaga besar mereka,   dermaga tersebut sampai saat ini masih bisa dicek keberadaannya di dalam gua-gua.”
"Kemudian abad berganti abad, iklim mulai berubah Air di danau turun sampai tidak ada lagi cara untuk mencapai laut. Pertama-tama rute perjalanan melalui air hanya terhalang oleh puncak pegunungan selatan dimana barang masih bisa diangkut. Tetapi seiring berjalannya waktu, air terus menyusut, sampai  hanya kerak kering yang tersisa dari danau besar tersebut. Kemudian gurun terbentuk, dan Dewa-Api mulai berjalan melintasi Tomesha , The Flaming-Land (Tanah yang membara).”
"Ketika para Hav-musuv tidak bisa lagi menggunakan kapal dayung besar mereka, mereka mulai memikirkan cara lain untuk menjangkau dunia luar dan saya kira itu adalah awal dari bagaimana semua itu bisa terjadi. Kami mengetahui bahwa mereka mulai menggunakan kano terbang. Pada awalnya ukuran kapal-kapal tersebut tidak besar, kapal-kapal  itu berwarna keperakan dan mempunyai sayap. Kapal-kapal itu bergerak  dengan suara mendesing sedikit, dan dengan  gerakan seperti burung elang.
"Abad demi abad berlalu membawa perubahan lain suku demi suku berganti menguasai daerah ini, mereka berperang untuk menguasai daerah ini namun juga mereka berlalu bagai badai pasir. Dalam kota gunung mereka di dalam gua-gua, para Hav-musuv berdiam diri dengan damai, jauh dari konflik. Kadang-kadang mereka terlihat di kejauhan, di dalam kapal terbang mereka atau mengendarai  hewan-hewan berwarna seputih salju yang membawa mereka dari ujung ke ujung tebing. Kami tidak pernah melihat hewan-hewan aneh itu di tempat lain. Dalam pengamatan orang-orang kami ini abad demi abad para havmusuv membuat kapal yang semakin lama besar , dan semakin lama semakin kecil suara yang ditimbulkannya.”
"Apakah Anda pernah melihat para Hav-musuv?”
"Tidak, tetapi kami memiliki banyak cerita tentang mereka ada alasan tersendiri mengapa seseorang tidak menjadi terlalu penasaran ingin tahu"
"Alasannya?”
"Ya Orang-orang aneh itu memiliki senjata. Salah satunya adalah sebuah tabung kecil yang bisa menyengat seseorang dengan rasa sakit seperti hujan jarum kaktus. Bila tersengat orang tersebut tidak bisa bergerak selama berjam-jam, dan pada saat itu pula orang-orang misterius itu sudah  menghilang dari tebing.Senjata lainnya mempunyai yang efek mematikan adalah tabung panjang yang berwarna keperakan. Ketika tabung ini diarahkan kepada Anda, maka kematian anda sudah bisa dipastikan"
"Tapi ceritakanlah tentang orang-orang ini seperti apa  mereka terlihat dan bagaimana mereka  berpakaian?."
"Mereka adalah orang-orang tampan dan cantik. Kulit mereka seperti berwarna emas,. Dan ikat kepala selalu menghiasi rambut panjang mereka yang berwarna kegelapan. Mereka berpakaian selalu dalam pakaian putih yang terjahit sangat rapi, yang membungkus seluruh tubuh mereka dan tersampir pada bahu. Mereka juga selalu mengenakan sandal sederhana.”
"Suaranya bergetar mengikuti di kepulan asap. Bayang-bayang ungu naik ke dinding gunung “The Funerals” dan memercik seperti gelombang di danau hantu.. Orang tua itu tampaknya telah berada dalam kondisi trance, tapi saya masih punya satu pertanyaan lagi.”
"'Apakah pernah ada seorang Paiute yang berbicara langsung dengan para Hav-musuv, atau sudahkah suku Paiutes berada di sini ketika kapal-kapal berdayung besar itu pertama kali muncul?” "Untuk beberapa saat saya bertanya-tanya apakah ia telah mendengar saya. Namun menuruti kebiasaan kami, aku menunggu dengan sabar jawabannya. Sekali lagi ia melakukan ritual menghembuskan asap-ke empat arah mata angin, dan kemudian dengan suara lembut ia melanjutkan:”
"Ya. Sekali waktu di masa lalu yang tidak terlalu jauh, pada banyak generasi sebelum kedatangan orang-orang Spanyol. Seorang kepala suku Paiute kehilangan istrinya karena kematian mendadak. Dalam kesedihan yang besar dan luar biasa, ia berpikir tentang para Hav-musuv dan tabung panjang kematian mereka. Dia ingin bergabung dengan istrinya yang sudah mati,  karena itu  ia mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang sukunya yang bersedih atas kepergiannya, kemudian  ia  berangkat untuk menemukan para Hav-musuv. Tidak ada tanda-tanda dari para Havmusuv sampai ia mulai mendaki pegunung Panamints yang tidak terkira luasnya itu. Kemudian salah satu laki-laki berbaju putih itu muncul tiba-tiba di depannya dengan tabung panjangnya. Laki-laki itu memberi isyarat agar dia kembali. Kepala suku itu membuat bahasa isyarat bahwa ia datang karena ingin mati. Orang berbaju putih itu kemudian bersiul panjang dan para Hav-musuv lainnya pun muncul. Mereka berbicara bersama-sama dalam bahasa yang aneh dan kemudian melihat kepala suku itu dengan seksama. Akhirnya mereka membuat bahasa isyarat kepadanya bahwa mereka akan membawanya bersama mereka.”
"Setelah berminggu-minggu suku Paiute meratapi kematiannya, kepala suku Paiute kembali ke perkemahan suku Paitue. Dia telah tinggal di  dalam lembah bawah tanah raksasa tempat kediaman para Hav-musuv, katanya, di sana terdapat lampu putih yang terus menyala siang-malam dan tidak pernah mati, atau membutuhkan bahan bakar apapun, lampu itu menerangi sebuah kota kuno yang indah berlapiskan marmer. Di sana ia belajar bahasa dan sejarah dari orang-orang misterius itu, pada gilirannya ia memberi tahu mereka bahasa dan legenda Paiute. Dia mengatakan bahwa dia  sebenarnya lebih menyukai untuk tetap berada di sana selamanya dalam kedamaian dan keindahan hidup mereka, tetapi mereka menyuruhnya kembali dan menggunakan pengetahuan barunya bagi suku Paiute"

"Aku tidak bisa menahan diri untuk menanyakan beberapa hal yang tidak terelakkan.""'Apakah Anda percaya cerita ini kepala suku?""Matanya mempelajari kepulan asap selama beberapa menit sebelum ia menjawab."" Aku tidak tahu. Ketika seorang pria hilang dalam Tomesha, dan Dewa-Api berjalan di kerak garam, mimpi aneh seperti awan, kabut mengaburi  benaknya. Tidak seorang pun dapat menghirup napas panas Dewa-Api dan selama itu dan tetap waras. Tentu saja, suku Paiutes telah memikirkan hal ini. Tidak ada orang yang tahu suasana dan kekerasan Tomesha lebih baik dari mereka."'Anda meminta saya untuk memberitahu Anda legenda kapal terbang. Aku mengatakannya kepadamu apa yang orang-orang muda dari suku tidak tahu, karena mereka tidak lagi mendengarkan cerita masa lalu. Sekarang Anda bertanya kepada saya apakah saya percaya. Saya menjawab ini. Berbaliklah. Lihatlah di belakang Anda saat itu dinding Panamints. Berapa banyak gua-gua raksasa bisa membuka di sana, yang tersembunyi oleh lampu dan bayangan batu? Berapa banyak bisa membuka luar atau ke dalam dan yang tidak pernah terlihat di belakang  puncak seperti panah ? Berapa banyak kapal bisa menukik ke bawah seperti elang dari langit, pada malam-malam musim panas ketika api dari pasir yang seperti tungku telah padam dari lembah mata sehingga mata orang-orang kulit putih tidak bisa melihatnya? Berapa banyak Hav-musuvs bisa hidup dalam kedamaian abadi mereka jauh dari kebisingan senjata orang kulit putih, di dalam benteng mereka? ini selalu menjadi tanah misteri. Tidak ada yang bisa mengubah itu. Bahkan juga untuk orang kulit putih dengan mesin nya terbang, karena kalau mereka datang terlalu dekat dengan dinding Panamints maka angin tajam seperti panah terbang bisa menghancurkan sayap mesin terbang mereka. Tomesha menyembunyikan rahasianya dengan baik bahkan di musim dingin, tapi tidak ada orang yang dapat mengusik mereka ketika Dewa-Api menyemburkan napas panasnya ke lorong-lorong tersebut."" Aku masih harus menjawab pertanyaan Anda dengan pikiran saya yang ragu, karena kita berbicara tentang tanah/lokasi yang aneh. Orang kulit putih  belum tahu itu begitu juga dengan Paiutes, dan kami pernah mendengar cerita itu dengan kagum. Tanah ini masih merupakan tanah terlarang Tomesha Tanah Bumi yang Membara "



Artikel berikut ini yang berjudul "KENANGAN TRIBAL mengenai piring terbang", muncul di edisi September 1949 majalah FATE. Kebetulan atau tidak, ini adalah 'legenda'yang sama yang diulang dengan kesamaan yang menakjubkan oleh seorang prospektor tua dengan nama Bourke Lee dalam bukunya "DEATH VALLEY MEN" (Macmillan Co, New York, 1932). Namun, Lee menyatakan bahwa ini bukanlah legenda, tapi kejadian sebenarnya mengenai penemuan sebuah (kota yang sudah ditinggalkan) kota DI DALAM Pegunungan Panamint karena ia mendengarnya dari tiga orang lain yang mengaku telah melihat keajaiban kuno di bawah bumi.Percaya atau tidak, orang-orang yang berbicara dengan Bourke Lee menyebutkan keberadaan 'danau' kuno di dalam Death Valley, kota kuno di dalam Panamints itu sendiri, dan mereka bahkan menyebutkan keberadaan  terowongan besar seperti 'dermaga' atau dermaga perahu kuno di atas garis pantai kuno di bagian timur Pegunungan Panamints yang mengarah ke kota kuno tersebut ... dan mereka juga menyebutkan keberadaan artefak2 kuno yang mereka bersumpah mereka lihat dengan mata mereka sendiri.


Editor majalah FATE memperkenalkan cerita tersebutkan di atas dengan kata-kata berikut:


"... FATE menyajikan dua cerita piring baru dalam edisi ini. Yang pertama adalah cerita mengejutkan mengenai pertemuan seorang editor majalah penerbangan dengan dua buah piring terbang (dua minggu setelah itu ia memfoto empat piring terbang dan menjadi frustrasi karena setiap upayanya gagal untuk memasukkan foto2 tsb ke dalam media massa dan dengan demikian  hal ini membuktikan bahwa masalah piring terbang itu nyata dan menimbulkan efek ketakutan yang tinggi), dan yang kedua adalah rahasia suku Indian Paihute yang diberikan kepada majalah FATE sebagai penghargaan terhadap cerita Navaho yang dimuat dalam  edisi Spring 1948, yang membantu meredakan kesulitan mereka di musim dingin berikutnya. Editor Anda bertanya-tanya tentang cerita2 ini , dan menyajikannya sebagai solusi yang mungkin berhubungan dengan  sifat dan asal dari piring2 terbang yang terkenal itu. Kedua cerita ini tiba di meja kami pada hari yang sama. Cerita2 ini menguatkan satu sama lain. Kita mengatakan bahwa investigasi akan membuktikan kebenaran kedua cerita ini. Kami akui, bagaimanapun juga, bahwa kami percaya adalah hal yang mustahil untuk membuktikan cerita Hav-musuv seperti juga hal yang mustahil untuk membuktikan bahwa piring terbang telah jatuh dan sekarang berada di tangan pemerintah. Editor Anda, bagaimanapun juga, telah menjadi teman suku Indian Amerika selama bertahun-tahun, dan ia telah  mengetahui bahwa orang2 Indian jarang berbohong. Ia yakin akan ketulusan dari cerita kami sajikan dalam masalah ini, dan bahwa hal itu belum terdistorsi. Apa artinya ini? Apakah sebenarnya kaum yang bernama Hav-musuvs itu ? "Cerita tentang Hav-musuvs tampaknya menjadi bagian besar atau bagian kunci dari teka-teki keseluruhan berbagai fenomena udara (UFO) serta bawah permukaan laut yang telah membingungkan banyak peneliti di abad ini.Selain itu fenomena2 (UFO) yang tidak biasa ini berhubungan dengan 'contactees' (orang2 yang dikontak alien) yang berasal dari California yang selama tahun 1950-an dan 1960-an bertemu dengan mahluk2 berbentuk manusia (yang baik hati) yang keluar dari piring-piring terbang, kejadian2 ini berloakasi tidak jauh sekali dari pegunungan Panamint yang misterius tersebut.

(BERSAMBUNG)