Senin, 18 Desember 2017

UFO Muncul di Bandung, 27 Juni 2012

warga Bandung dihebohkan kemunculan elips mirip mata merah yang mengeluarkan cahaya merah.
Elips tersebut terekam kamera seorang bocah Nisrina Azahra (8), warga Kompleks Taman Cibaduyut Indah, Blok G No.286 Kota Bandung.

Siswi SDN Banjarsari ini mengambil gambar dari lantai dua rumahnya Rabu (27/6/2012), sekitar pukul 14.30 WIB menggunakan kamera telepon genggam.   “Anak saya iseng memotret dengan kamera telepon genggam sebanyak dua kali. Hasil pemotretan kedua menampilkan gambar cahaya berbentuk mata dengan lebih jelas bentuknya elips di tengah-tengahnya bulat putih," ujar   ayah  Nisrina, Herman Bahtiar, kepada wartawan, kemarin (28/6).

Herman yakin, kamera ponsel anaknya tidak memiliki masalah, sehingga kecil kemungkinan tertangkapnya gambar lantaran kesalahan kamera. "Makanya saya penasaran, apakah ini merupakan hasil bias dari matahari atau ada fenomena tertentu. Tapi foto lainnya enggak ada objek seperti mengeluarkan cahaya,” katanya.

Herman berharap, para ahli turut mengungkap atau memberikan penjelasan terkait objek foto tersebut. "Saya ingin memastikan saja, apa sebenarnya objek mirip mata atau berbentuk elips dan bercahaya merah muda itu dalam foto ini. Makanya, saya ingin para ahli mengungkapnya. Mungkin bisa ahli telematika, astronomi, atau lainnya," jelas Herman.

Pakar Telematika Roy Suryo menanggapi, foto mirip mata bercahaya merah muda yang terlihat di langit Bandung bukan rekayasa. Namun ia memastikan benda itu bukan Unidentified Flying Object (UFO).

"Lebih tepat ini ada massa sejenis uap air yang kotor sehingga terkesan berwarna ketika ditangkap kamera. Mengapa bisa dipersepsikan sebagai 'mata' atau UFO, justru lebih kepada masalah resolusi dan low contrast kualitas Lensa dari kamera ponsel tersebut yang tidak dimungkinkan menampilkan obyek sesuai aslinya," jelas Roy.

Peneliti Matahari Observatorium Bosscha Dr Dhani Herdiwijaya mengatakan objek foto mirip mata bercahaya merah muda yang terlihat di langit Bandung merupakan fenomena awan yang jarang terjadi di Indonesia.

Fenomena itu dipastikan bukan akibat badai matahari atau aktivitas matahari, apalagi UFO.

"Ya ini fenomena awan yang jarang. Bukan akibat badai matahari atau aktivitas matahari, juga bukan UFO. Kemungkinan terjadi di ketinggian 20 km atau di lapisan tropopause (daerah antara lapisan troposfer dan stratosfer). Di daerah ini suhu bisa turun drastis sampai -60 derajat celcius," terangnya pada wartawan melalui surel.

Menurut dia, gambar mirip mata berwarna merah muda itu terletak lebih tinggi dari awan sekitar. "Sering disebut nacreous cloud atau mother of pearl cloud. Suhu serendah itu akan terbentuk kristal es, yang membiaskan cahaya matahari sehingga tampak warna-warni pelangi," tambahnya.

Ia menerangkan, biasanya awan ini tampak di pagi atau sore, juga di daerah lintang tinggi. Oleh karena itu jika terjadi di Indonesia, suatu hal yang langka.

"Bentuk yang mirip mata kemungkinan akibat topologi pegunungan sekitar Bandung, sehingga menyebabkan turbulensi atau konveksi yang terfokus. Mestinya kejadiannya tidak lama," pungkasnya. (mur)

Sumber: jpnn.com