Kamis, 22 Maret 2018

Rahasia Vimana: Legenda-legenda Kuno (1/5)

Pandangan Umum tentang Kepustakaan 


 "Dalam macam-macam catatan di Asia dan Asia Selatan, kita menemukan keterangan mengenai mesin-mesin terbang dan pesawat-pesawat udara.  Cerita-cerita orang Cina dan India menceritakan tentang orang-orang atau ahli-ahli individual yang membuat alat-alat untuk melakukan perjalanan lewat udara.  Cerita-cerita itu dalam bentuk yang berbeda-beda, termasuk kisah percintaan yang penuh khayalan.  Yang lainnya menyajikan suatu gambaran tentang pencipta-pencipta yang bersusah payah untuk dapat mengerti prinsip-prinsip dasar penerbangan, dan mengukir mesin dari kayu untuk mencapai tujuan ini."  - Dr. Benjamin B. Olshin, "Mechanical Mythology: Private Descriptions of Flying Machines as Found in Early Chinese, Korean, Indian, and Other Texts".  Kata vimana kelihatannya berasal dari vamana: "dia yang mampu mengukur seluruh bumi dan langit dalam tiga langkah panjang".  "Dalam kepustakaan Vedic India, ada banyak pendeskripsian mesin-mesin terbang yang biasanya disebut vimanas.  

Mesin-mesin terbang ini terbagi menjadi dua kategori: (1) pesawat buatan manusia yang mirip pesawat terbang dan terbang dengan bantuan sayap yang mirip sayap burung, dan (2) struktur yang tidak dapat bergerak dengan cepat dan mudah yang terbang dengan cara yang misterius dan biasanya tidak dibuat oleh manusia.  Mesin-mesin dalam kategori (1) terutama dijelaskan pada abad pertengahan, pekerjaan-pekerjaan duniawi Sanskrit yang berkenaan dengan arsitektur, otomatisasi, mesin-mesin pengepungan militer, dan penemuan-penemuan mekanik lainnya.  

Mesin-mesin dalam kategori (2) dijelaskan dalam karya-karya kuno serperti Rg Veda, Mahabharata, Ramayana, dan Puranas, dan mereka telah mempunyai banyak ciri khas yang mengingatkan akan UFO."  - Richard L. Thompson, Alien Identities.  "Ketika Raja Citaketu sedang melakukan perjalanan di ruang angkasa dengan sebuah pesawat terbang yang bersinar terang dengan cerahnya yang diberikan kepadanya oleh Dewa Siva, dia melihat Dewa Siva…"  "Anak-anak panah yang dilepaskan oleh Dewa Siva kelihatan bagaikan sinar seperti api yang berasal dari bola matahari dan meliputi tiga pesawat udara yang terisi tersebut, yang kemudian tidak terlihat lagi."  - Srimad Bhagasvatam, Canto keenam, Bagian 3. 


"Yang disebut 'Kerajaan Rama' di India Utara dan Pakistan berkembang setidaknya 1500 tahun yang lalu pada sub-benua India dan merupakan suatu bangsa dengan kota-kota yang besar, canggih, yang kebanyakan masih bisa ditemukan di padang-padang pasir di Pakistan, sebelah utara, serta barat India.  Rama...dikuasai oleh 'Imam-Raja-raja yang diterangi' yang memerintah kota-kota tersebut.  "Tujuh ibu kota besar di Rama dikenal dalam buku-buku Hindu klasik sebagai 'Tujuh Kota Rishi'.  Menurut buku-buku India kuno, orang-orang mempunyai mesin terbang yang disebut 'vimana'.  Cerita-cerita India kuno menjelaskan sebuah vimana sebagai sebuah pesawat terbang bundar, bergeladak dua, dengan lubang-lubang tempat menembak dan sebuah kubah, sangat mirip dengan piring terbang yang kita bayangkan.  Pesawat ini terbang dengan "kecepatan angin" dan mengeluarkan 'suara yang merdu'.  Paling sedikit ada empat macam vimana, beberapa berbentuk piring, yang lainnya seperti silinder panjang ('pesawat terbang berbentuk cerutu')." - D. Hatcher Childress, "Ancient Indian Aircraft Technology" dalam The Anti-Gravity Handbook.  

"Sebuah kereta udara, Pushpaka, membawa banyak orang ke ibu kota Ayodhya.  Langit dipenuhi mesin-mesin terbang yang gemilang, gelap seperti malam, tetapi dikenali dengan lampu-lampu dengan cahaya kuning yang menyilaukan." - Mahavira of Bhavabhuti  (Sebuah buku Jain tentang abad kedelapan dikumpulkan dari buku-buku yang dan lebih tua dan tradisi-tradisi). "Vedas, puisi-puisi kuno Hindu, dianggap sebagai yang tertua dari semua buku-buku India, menggambarkan bermacam-macam bentuk dan ukuran vimana:  'vimana-ahnihotra' dengan dua mesin, 'vimana-gajah' dengan lebih banyak mesin, dan tipe lainnya yang dinamai seperti burung pemakan ikan, sejenis burung bangau, dan binatang-binatang lainnya."  - D. Hatcher Childress, "Ancient Indian Aircraft Technology" dalam The Anti-Gravity Handbook.  "Sekarang kehebatan kereta milik Vata!  Gerakannya sangat cepat, Dan suaranya seperti guntur, Menyentuh langit, Memancarkan cahaya yang mengerikan [cahaya merah seperti api yang menyilaukan], dan memutarkan debu di bumi."  - Rig-Veda  (Vata adalah dewa angin orang Arya)  "Kisah-kisah Taoisme sering menceritakan tentang ahli-ahli atau makhluk-makhluk abadi terbang membelah udara.  


Xian adalah makhluk-makhluk abadi yang mampu terbang dengan kekuatan suci mereka.  Mereka dikatakan berbulu, dan suatu istilah digunakan untuk imam-imam Taoisme yaitu yu ke, yang berarti 'tamu berbulu'.  Fei tian, yang bisa diterjemahkan sebagai 'makhluk-makhluk abadi yang terbang', juga muncul dalam kisah-kisah tersebut, selain sejumlah makhluk-makhluk yang melayang-layang di udara dalam kumpulan mitologi Cina."  "Kisah-kisah Cina tentang  fei che, kendaraan-kendaraan terbang, menunjukkan pengertian pertama, mungkin, bahwa manusia hanya bisa terbang dengan sejenis alat-alat berteknologi.  Sebuah nyanyian yang ditulis pada abad kedua SM bercerita tentang dewa yang nampak di dalam kereta yang ditarik oleh naga-naga terbang."  - Dr. Benjamin B. Olshin, "Mechanical Mythology: Private Descriptions of Flying Machines as Found in Early Chinese, Korean, Indian, and Other Texts"