Kamis, 22 Maret 2018

Rahasia Vimana: Legenda-legenda Kuno (3/5)

Sebuah Pemeriksaan Teknologi


(1) Sifat-sifat Vimana yang Seperti Mimpi

"O Raja, pesawat udara yang dihias dengan indah ini dibuat oleh iblis Maya dan diperlengkapi dengan senjata-senjata untuk segala jenis pertempuran.  Pesawat ini tidak dapat dibayangkan dan tidak dapat dijelaskan.  Sungguh, pesawat ini kadang-kadang terlihat dan kadang-kadang tidak.  Duduk di dalam pesawat udara ini di bawah payung pelindung yang indah dan dikipasi oleh camaras yang terbaik, Maharaja Bai, dikelilingi oleh kapten-kapten dan letnan-letnan kolonelnya, tampak seperti bulan yang terbit di sore hari, yang menerangi ke segala arah."  - Swami Prabhupada Bhaktivedanta, Srimad Bhagavatam. "Alam semesta Vedic digambarkan sebagai sebuah produk maya, atau ilusi, dan bisa dianggap sebagai sistem virtual reality alam semesta… Peran komputer dimainkan oleh sebuah kekuatan dasar yang disebut pradhana.

Kekuatan ini diaktifkan oleh sebuah perluasan dari Yang Tertinggi yang dikenal sebagai Maha-Vishnu, yang bertindak sebagai pengatur alam semesta.  Dengan demikian pradhana yang diaktifkan menghasilkan suatu bentuk kekuatan yang halus, dan kekuatan inilah yang kemudian menghasilkan bahan-bahan kasar."  "Uma, istri Dewa Siva, yang juga dikenal sebagai Dewi Maya, atau dewi yang bertanggung jawab atas kekuatan khayal.  Uma juga merupakan Dewi Ibu yang dipuja di seluruh dunia dengan nama yang berbeda-beda.  Karena Siva adalah suami Uma, maka dia adalah penguasa ilusi dan teknologi.  Dengan demikian ada hubungan yang wajar antara Dewa Siva, yang dicari Salva untuk mendapatkan vimana-nya, dengan Maya Danava, penguasa ilusi yang membuatnya." - Richard L. Thompson, Alien Identities.


Banyak cerita mengenai vimana yang mengingatkan akan sifat sementara UFO dan kemampuan mereka yang kelihatannya melawan hukum-hukum ilmu fisika yang lazim.  Carl Jung mempunyai pendapat tentang sifat-sifat UFO yang seperti mimpi, dan di suatu tempat, di tengah-tengah pengamatan mengenai cahaya yang terang dan waktu yang hilang, penggambaran antara kesadaran objektif dan subjektif tampak teratasi.  "Penelitian kami telah menemukan kemiripan yang luas antara penemuan-penemuan UFO dan kepercayaan dan ilmu kebatinan metafisika, dongeng, hipnotis oleh dukun, serangan migrain, dan bahkan pembentukan imajinasi kreatif.

Di antara kemiripan-kemiripan tersebut ada bayangan tetap yang berulang, suatu rangkaian kejadian-kejadian yang pada dasarnya adalah konsisten, dan ciri-ciri "pengalaman puncak" yang tidak biasa pada umumnya.  Juga, peristiwa-peristiwa yang sangat aneh dalam laporan-laporan penculikan yang bersamaan dengan gejala-gejala tersebut.  Sebagai contoh, "pembagian tubuh" yang tidak masuk akal dan sangat memalukan yang kadang-kadang dilaporkan oleh orang yang diculik adalah bentuk umum dari hipnotis oleh dukun mengenai "kematian-kelahiran kembali"."  - Alvin H. Lawson.

Apakah vimana melambangkan sebuah teknologi kuno yang menggunakan kekuatan-kekuatan alam (seperti padang-padang listrik geofisika yang bersifat sementara) untuk mempengaruhi kesadaran manusia dan merubah persepsi tentang keadaan yang sebenarnya?  Tentu saja ada kabar angin mengenai alat-alat psikotronik, seperti yang dilaporkan diuji di daerah Segitiga "M" di sebelah barat Moskow.

"Di sana ada suatu gejala alami yang tanda-tandanya membatasi baik fisik maupun mental.  Ada media di mana impian-impian manusia dapat dilaksanakan, dan dengan mekanisme inilah peristiwa-peristiwa UFO terjadi, tanpa perlu adanya kecerdasan yang lebih tinggi untuk memicu mereka.  Hal ini dapat menjelaskan tanda-tanda UFO yang bersifat sementara, hubungan dengan dalih penghuni yang bersahabat, dan kenyataan bahwa objek-objek tersebut tampak mengimbangi teknologi manusia dan untuk menggunakan simbol-simbol yang lazim dipakai."  - Jacques ValleĆ©. Sebuah laporan pertama tentang UFO di tahun 1929 (18 tahun sebelum Kenneth Arnold membuat laporannya yang terkenal yang membuat surat-surat kabar menemukan istilah "piring terbang") mungkin berguna untuk pelajaran.

Di sebuah lembah di antara Mongolia dan Tibet. sebuah tim yang terdiri dari orang-orang Norwegia dan sherpa telah selesai membangun sebuah tempat suci yang didedikasikan untuk Shambhala (Bagi rahib-rahib Tibet, Shambhala [yang berarti "kedamaian"] adalah sebuah tempat rahasia sebagai pemberi terang di gunung-gunung sebelah utara.)  "Pada tanggal 5 Agustus - sesuatu yang luar biasa!  Kami sedang berada dalam perkemahan kami di daerah Kukunor tidak jauh dari Humboldt Chain.  Di pagi hari sekitar pukul setengah sepuluh beberapa orang dari rombongan kami melihat seekor burung elang hitam yang luar biasa terbang di atas kami.

Tujuh orang dari kami mulai memperhatikan burung yang tidak biasa ini.  Pada saat yang sama seorang lain dari rombongan kami mengatakan, "Ada sesuatu jauh di atas burung itu'.  Dan dia berteriak dalam keterkejutannya.  Kami semua melihat, dalam arah dari utara ke selatan, sesuatu yang besar dan bersinar-sinar memantulkan matahari, seperti sebuah batu oval yang sangat besar yang bergerak dengan kecepatan tinggi.  Melewati perkemahan kami benda itu merubah arahnya dari selatan ke barat daya.  Dan kami melihat bagaimana benda itu menghilang di langit biru.  Kami bahkan mempunyai waktu untuk mengambil teropong padang kami dan melihat dengan cukup jelas sebuah bentuk yang lonjong dengan permukaan yang bercahaya, yang salah satu sisinya terang karena matahari."  - Nicholas Roerich, Altai-Himalaya.


Menurut seorang lama, batu oval yang bersinar itu adalah sebuah "Bentuk zat yang Bersinar" dari Shambhala.  Benda itu, katanya, adalah sebuah kekuatan yang melindungi yang selalu dekat tetapi tidak selalu dapat dilihat.  Dalam kepercayaan Buddha orang-orang Tibet "zat adalah sebuah pengembangan dari pikiran, kekuatan mental yang menjadi kristal."  "Apa kita hari ini adalah berasal dari pikiran kita kemarin, dan pikiran kita sekarang membangun besok yang kita harapkan; kehidupan kita adalah penciptaan pikiran kita." - Dhammapada.

Murid-murid diajarkan untuk membayangkan dalam pikiran dewa yang melindungi mereka yang perlahan-lahan mendapat kenyataan yang tidak sepenuhnya benar sama seperti seorang biksu hantu.  Dengan mengalami penguasaan penciptaan pikiran yang berlangsung singkat seperti itu, atau tulpa, dapat menjadi bermacam-macam bentuk yang berbeda seperti manusia, binatang, pohon, batu, dan sebagainya.  "Sekali tulpa dikaruniai dengan kekuatan yang cukup untuk mampu mengambil bagian sebagai makhluk yang sebenarnya, tulpa cenderung untuk membebaskan dirinya dari kendali tuannya…. Tukang sihir Tibet juga menghubungkan kasus-kasus di mana tulpa diutus untuk melaksanakan suatu tugas, tetapi tidak kembali dan meneruskan perjalanannya sebagai sebuah boneka nakal berbahaya yang setengah sadar.  Hal yang sama, dikatakan, mungkin terjadi ketika pembuat tulpa meninggal sebelum menghilangkannya."  - Alexandra David-Neel, With Mystics and Magicians in Tibet.

Bersambung: Rahasia Vimana: Legenda-legenda Kuno (4)

Kembali: Rahasia Vimana: Legenda-legenda Kuno (2)