Selasa, 14 Mei 2019

Misteri Mutilasi Hewan Ternak (Bagian 1)

Oleh: Dino Michael




Salah satu foto terkenal kasus mutilasi ternak era 70 an. Ribuan hewan ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.

Di era 70an, kasus-kasus mutilasi hewan ternak melanda Amerika Serikat. Sampai sekarang tidak pernah terungkap siapa pelakunya dan apa motivasinya. Tulisan ini terdiri dari dua bagian.
Jenny Randles, peneliti UFO wanita asal Inggris, menulis dengan baik kasus ini dalam bukunya.
Peristiwa mutilasi ternak di Amerika Serikat rupanya adalah drama...
Di San Luis Valley, Colorado, ada suatu keluarga memelihara kuda yang menjadi kesayangan mereka.

Kuda itu bernama Snippy.
Keluarga itu sangat menyayangi kuda tersebut, karena kuda itu selalu bersikap menyenangkan.
Pada tanggal 7 September 1967, Snippy berjalan-jalan untuk minum seperti kebiasaannya setiap sore. Saat itu ia tidak menunjukkan adanya tanda-tanda penyakit pada dirinya.
Namun, sore itu rupanya merupakan saat terakhir ia terlihat hidup karena keesokan paginya, setelah lama ditunggu dengan cemas oleh pemiliknya, ia ditemukan mati dalam keadaan yang cukup mengenaskan.

Lehernya seperti terputus. Beberapa organ internalnya hilang. Tapi anehnya tidak ada darah yang tumpah ke tanah. Ia sepertinya telah disembelih oleh pisau bedah yang amat tajam.
Dan yang semakin aneh bangkai Snippy memiliki kandungan radioaktif. Keluarga itu menjadi panik dan segera melapor ke polisi. Semula Sherif menduga bahwa kuda itu barangkali mati tersambar petir.

Bangkai kuda yang malang bernama Snippy. Ia ditemukan tewas dalam keadaan yang mengenaskan di tahun 1967. Banyak orang yang melihat sinar-sinar aneh saat Snippy dikabarkan menghilang.
Dalam dua puluh empat jam berita mengenai insiden ini telah menyebar. Bermula dari Pueblo kemudian menyebar ke Denver. Banyak orang menyatakan telah melihat sinar-sinar aneh di langit pada saat Snippy menghilang. Keadaan menjadi gempar.

Kantor polisi di Alamosa menerima telpon terus-menerus dari seluruh warga Amerika Serikat. Banyak yang mengatakan bahwa binatang-binatang peliharaan mereka juga ikut mati.
Negara Amerika Serikat di era 60an memang sedang dilanda aktivitas UFO.
Salah seorang keluarga pemilik Snippy merasa yakin bahwa piring terbang telah melakukan sesuatu pada Snippy. Apalagi mereka hampir tiap malam melihat sesuatu yang aneh di langit.
Sambaran petir tidaklah mungkin menjadi penyebab kematian Snippy.

Penyelidikan semakin diperdalam hingga melibatkan organisasi seperti NICAP (National Investigating Committee on Aerial Phenomena) dan juga dari pihak kedokteran.
Dari pihak NICAP terdapat seorang koordinator dari United Airlines flight training programme dan seorang dari North American Air Defence Command. Mereka melakukan penyelidikan dengan mengambil fotografi dan mengambil sampel bulu dan daging dari bangkai Snippy. Sampel lain juga dilakukan. Dari pihak kedokteran, seorang ahli patologi merasa heran mengenai hilangnya beberapa organ tubuh internal yang hilang dari Snippy.
Ilustrasi mengenai dugaan keterlibatan UFO dalam kasus mutilasi hewan ternak. Banyak petunjuk yang menguatkan ini.

Ini menjadi tambah misteri. Memang terdapat banyak perbedaan pendapat dalam penyelidikan ini.
Ada yang berpendapat bahwa kematian Snippy bisa dijelaskan secara rasional tapi tidak semua setuju.

Era 70an rupanya menjadi era dari banyaknya kejadian mutilasi pada hewan-hewan ternak, dan kasus Snippy bisa dibilang hanyalah permulaan.
Banyak ternak yang mati dengan kehilangan organ-organ internalnya seperti mata, lidah, bibir, dan alat genital. Sebagian besar ditemukan tanpa terdapat tumpahan darah.
Dan kasus mutilasi ternak rupanya bukan hanya terjadi di Amerika Serikat, walau tetap yang terbanyak, tapi juga di negara-negara lain seperti Puerto Rico dan Kanada.
Bahkan negara seperti Brazil, Spanyol, dan di kepulauan Canary juga mengalami kasus serupa.
Lebih jauh, kalau dilihat secara historis, kasus mutilasi hewan sudah pernah terjadi di abad dulu, di era 1800an, seperti yang terjadi di Inggris dan Irlandia.
Memang, ada pendapat yang kelihatannya dapat diterima bahwa kejadian mutilasi ini dilakukan oleh orang-orang dari kelompok satanik atau pemuja setan.
Apalagi terdapat pengakuan dari beberapa anggota tersebut kepada polisi. Mereka melakukan mutilasi untuk tujuan ritual.

Tapi ini tidak dapat menjelaskan semua.
Seperti halnya fenomena crop circles di Inggris dimana ada juga orang yang mengklaim bahwa merekalah yang membuat lingkaran itu. Tapi itu tidak dapat menjelaskan fenomena crop circles lainnya.

Sebagian besar fenomena itu tetap tidak dapat dijelaskan.
Suatu ilustrasi dari helikopter hitam. Helikopter-helikopter misterius sering terlihat selama era pembantaian hewan ternak era 70. Apakah helikopter ini milik pemerintah rahasia? Ataukah ini UFO yang menyamar atau shape-shifter?
Seorang penyelidik dari CBI (Colorado Bureau of Investigation) memberikan pernyataan pada tahun 1979, bahwa, sesuai pengalamannya dalam investigasi, jikalau terjadi peristiwa kekerasan atau kejahatan yang melibatkan suatu kelompok, entah itu penyelundup narkotik atau okultis, mereka biasanya nanti akan datang ke pihak penyelidik untuk memberikan informasi.
HAL INI TIDAK TERJADI pada kasus mutilasi ternak.
Apakah mungkin mutilasi itu barangkali dilakukan oleh hewan-hewan pemangsa (predator) seperti serigala atau coyote?

Kelihatannya juga tidak karena para pemilik ternak mengetahui dengan baik mana korban hewan peliharaannya yang “rusak” akibat hewan pemangsa atau yang bukan.
Apalagi terlihat jelas bahwa korban hewan-hewan itu kelihatannya dilakukan dengan memakai alat bedah yang canggih dan juga dilakukan dengan amat profesional.
Ya masalah ini menjadi bertambah misteri dan tambah menakutkan...

Seiring dengan meningkatnya kasus mutilasi, para pemilik ternak dan juga petugas-petugas hukum mulai mengawasi adanya kejadian ganjil yang sering terjadi jika ada peristiwa mutilasi.
Itu adalah fenomena munculnya helikopter misterius tanpa tanda pengenal, dimana terlihat pada area pembantaian hewan-hewan ternak. Pada tanggal 21 Agustus 1975, di Logan County, pukul 22.00 malam, sebuah helikopter tanpa identitas muncul. Sherif Graves segera bertindak. Bersama dua orang dari deputinya, ia menyewa sebuah pesawat terbang untuk membuntuti helikopter itu.

Namun selama perburuan, Graves dan timnya, yang termasuk tujuh belas orang dari unit kontrol di darat, merasa dibingungkan oleh laporan-laporan radar yang kelihatannya berasal dari pangkalan Warren Air Base.

Laporan itu katanya berasal dari perwira-perwira angkatan udara. Tapi perburuan tetap berlanjut dan berakhir pada pukul 4.30 pagi di barat-daya Nebraska. Cahaya dari helikopter misterius tetap terlihat sebelum menghilang dalam sekejap. Perburuan itu tidak memberikan hasil.

Pihak dari Warren Air Base menyangkal kalau telah memberikan laporan-laporan radar.
Satu bulan kemudian sebuah helikopter tanpa tanda pengenal muncul di Colorado. Kali ini dapat diabadikan oleh lensa kamera. Seorang sherif di Teller County merilis kopian yang memperlihatkan sebuah helikopter berwarna biru dengan jenis Hughes 500 yang terbang di dekat pohon dengan orang yang berdiri atau bergantung pada pintunya.

Helikopter Hughes diketahui pernah memiliki rekor untuk melakukan penerbangan terpanjang yang dilakukan antara Calver City, California, dan Daytona, Florida. Ia terbang tanpa mengisi bensin.
Timbul dugaan apakah helikopter jenis ini, yang dapat terbang kemana saja, sengaja dipakai oleh para pelaku mutilasi dengan membawa alat-alat bedah yang canggih? Dan apakah helikopter itu dipakai suatu pemerintah rahasia? Jika benar apa tujuannya? Pembantaian terhadap hewan ternak terus berlanjut begitu juga dengan pemunculan helikopter-helikopter misterius.
Berita terkenal mengenai pembantaian hewan ternak di era 70. Pihak FBI pun sampai turun tangan.

Selama musim panas 1975 lebih dari 200 hewan telah dibantai atau dibunuh di Colorado.
Di negara-negara bagian lain juga mengalami hal yang sama seperti di Wyoming, Utah, New Mexico, Idaho, Montana, Texas, dan Oklahoma. Seorang penyelidik masalah helikopter tanpa tanda pengenal dari District Attorney’s Office, Lou Girodo, mengatakan bahwa ia sering menerima laporan munculnya helikopter yang tanpa suara atau “silent”.

Tapi Girodo menambahkan bahwa ia tidak pernah mendengar helikopter yang tanpa suara.
Girodo, yang kini adalah sherif di Las Animas County, menyatakan di depan kamera bahwa ia yakin kalau para pelaku mutilasi ini adalah “makhluk-makhluk yang bukan berasal dari planet ini”.
Jika sebuah helikopter sedang mengambang ia tentu akan menimbulkan suara berisik dan meninggalkan bekas atau memberikan dampak. Ini jelas juga akan meninggalkan bekas pada hewan-hewan ternak jika sedang mengambang diatasnya.

Kalau menurut Kevin D. Randle, pengamat UFO yang juga bekas intelijen dari angkatan udara Amerika Serikat (USAF), kasus-kasus mutilasi ini hanya dihebohkan oleh media saja.
Ada beberapa orang yang ingin terkenal dengan memanfaatkan peristiwa ini. Randle, yang juga ikut menginvestigasi, mengatakan kalau banyak kasus mutilasi bisa dijelaskan secara ilmiah. Dan itu didukung juga oleh penjelasan dari pihak kepolisian. Menurut Randles sebagian besar kasus mutilasi itu lebih banyak dilakukan oleh kaum pemuja setan. Mereka membutuhkan darah untuk ritualnya yang mengerikan. Bahkan, kata Randle, banyak peneliti UFO yang juga tidak menyetujui kalau alien adalah dalang dari semua mutilasi ternak ini.

Apalagi, setelah sepuluh tahun sejak era pembantaian ini, tidak terdengar lagi kasus-kasus mutilasi dengan helikopter hitamnya ataupun dengan UFO dan kelompok satanik. Demikian pendapat Randle.
Barangkali benar untuk sebagian kasus, tapi, sekali lagi, ini tidak dapat menjelaskan semua.
Banyak kematian hewan ternak yang pada bangkainya terlihat jelas dilakukan oleh alat bedah yang canggih, yang hanya dapat dilakukan dengan baik di laboratorium, bukan di lapangan.
Kasus mutilasi ternak tetap dirundung misteri.

Pendapat seperti yang dikatakan sherif Lou Girodo kelihatannya lebih memungkinkan bahwa pelaku mutilasi ini hanya dapat dilakukan oleh makhluk-makhluk dari luar angkasa, “It’s very possible that these mutilations are being done by creatures from outer space.” Bagian kedua akan menceritakan lebih mendalam... mungkin mengungkapkannya...

Sumber:
Death by supernatural causes? Oleh Jenny Randles dan Peter Hough
Grafton Books, 1988

(Bersambung ke bagian 2)