Selasa, 26 November 2019

Film tentang UFO, alien dan luar angkasa tempo dulu


Tertarik dengan Film Fiksi Ilmiah tentang UFO, Alien dan Luar Angkasa?


Film fiksi ilmiah tentang luar angkasa, alien atau lainnya:

Benarkah Peri itu ada?

Oleh: Dora Van Gelder
 

Banyak orang berharap dan bahkan sangat ingin untuk percaya akan keberadaan peri di dunia ini. Makhluk-makhluk kerdil tersebut juga sangat berhubungan erat dengan kenangan-kenangan menyenangkan masa kanak-kanak yang mereka ingat kembali dengan kesenangan sebagai bagian dari sebuah dunia materialistik yang kecil. Tetapi, banyak dari kita yang menganggap itu hanya sebagai sebuah ilusi yang hilang. Untunglah tidak demikian bagi setiap orang. Bagi Saya, seperti juga yang lainnya, pernah melihat berbagai macam peri sejauh yang bisa Saya ingat , dan Saya masih melihat mereka setiap hari. Dengan melihatnya Saya bermaksud menunjukkan bahwa jumlah mereka seperti pohon-pohon yang berada disekeliling Saya, dan berusaha untuk mengamatinya secara obyektif.

Pada halaman-halaman berikutnya, Saya bermaksud untuk menjadikan makhluk-makhluk menyenangkan ini senyata mungkin bagi anda seperti yang mampu Saya lakukan. Adalah suatu hal yang sangat baik jika pada bagian awal Saya berusaha untuk menjelaskan kenapa Saya mempunyai maksud-maksud dengan memulai usaha ini. Untuk satu hal, sebagai orang yang lahir di dunia timur, Saya tidak pernah dikucilkan dalam setiap observasi mengenai makhluk-makhluk tersebut, karena terdapat banyak orang yang benar-benar pernah melihat dan sangat banyak yang meyakini keberadaannya. Untuk alasan ini dan alasan-alasan lainnya, pada diri saya telah terdapat kemampuan untuk melihat mereka yang berbeda dengan yang dimiliki anak-anak .

Kemudian, saya telah mengalami nasib baik untuk dapat terlibat, dalam hidup ini, diantara keluarga dan teman yang termasuk juga memliki kemampuan untuk melihat; dan memiliki daftar perjalanan yang panjang. Oleh karena itu, apa yang telah saya sampaikan disini bukanlah suatu imajinasi dari seorang anak yang terisolasi. Ini adalah sebuah informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan percakapan-percakapan dengan makhluk-makhluk tersebut di hampir seluruh belahan dunia dalam keadaan yang benar-benar alami, yang bagaimanapun juga merupakan suatu hal yang aneh. Seseorang dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tersebut sebagaimana manusia berbicara kepada sesamanya - lebih dari itu, untuk metode semacam ini (yang akan Saya gambarkan secara singkat) adalah sedikit berbeda, lebih cepat dari berpidato, dan dalam beberapa hal merupakan suatu pertukaran yang lebih akurat.

Dora Van Gelder
Ini sangat penting untuk mencatat hal-hal ini, setiap kali kita melihat dunia dari sudut pandang gaib, sepintas kita melihat sebuah pemandangan alam yang baru. Banyak hal yang merupakan hambatan bagi kita, tidak tampak demikian bagi mereka. Kehidupan dan kematian, sebagai contoh, adalah hal-hal yang mereka semua tahu mengenai hal tersebut; bagi mereka tidak terdapat ketidakpastian dan tidak ada kejadian yang menyedihkan termasuk didalamnya. Manusia seringkali bersembunyi dari kehidupan dan takut mendengar kematian. Peri sebenarnya melihat alir kehidupan melalui semua hal. Kita hidup dalam sebuah bentuk dunia tanpa memahami kehidupan menekan bentuk-bentuk tersebut. Bagi kita kehilangan bentuk berarti akhir dari kehidupan, tetapi peri tidak pernah terperdaya oleh hal-hal semacam ini. Mereka mempunyai sebuah pelajaran yang sangat kuat dan berpengaruh bagi kita.

Mengapa banyak orang tidak bisa melihat peri ?

Kenapa banyak orang tidak melihat peri ? Mereka hidup dalam dunia yang sama dengan kita, tetapi tubuh mereka lebih halus dari yang kita miliki, bahkan lebih halus dari sifat zat sebuah gas yang renggang. Saya merasa yakin terdapat selubung antara mereka dan kita yang sangat tipis - begitu tipis sehingga setiap orang dapat menebusnya dengan mudah sekali sepanjang garis yang benar. Kesulitannya adalah untuk mengindikasikan garis tersebut dan khususnya untuk mendapatkan garis-garis lainnya untuk menyesuaikannya. Hampir dapat dipastikan, satu alasan kuat bagi kita sehingga tidak dapat melihat mereka adalah karena perbedaan sudut pandang. Jika demikian itu apa yang saya tulis disini dapat membantu untuk mengubah sudut pandang menuju dunia gaib, ini akan membantu untuk membuat lebih banyak orang lagi untuk bisa melihat mereka.

Tetapi tentu saja tidak semua orang. Sebuah indera khusus harus dibangkitkan dalam diri seseorang jika mereka bermaksud untuk melihat peri. Kehidupan dunia peri tidak tertangkap oleh indera biasa kita secara langsung. Mereka tidak dapat disentuh atau dirasakan, sekalipun begitu mereka pasti bisa dilihat. Pada kenyatannya, penglihatan biasa bisa membantu dalam melihat mereka, tetapi indera itu sendiri kecil dan terlalu kasar untuk bisa menangkap sinar yang mereka pancarkan. Bagaimanapun, setiap orang mempunyai bakat terpendam dalam dirinya berupa sebuah indera yang lebih halus daripada, penglihatan dan sejumlah orang - dalam jumlah yang mengejutkan - telah mengaktifkannya. Ini adalah inddera penglihatan yang lebih tinggi dimana digunakan untuk melihat dunia gaib yang antik. Selain itu , setiap orang mempunyai sebuah peralatan sensor dengan jangkauan yang luas. Sentuhan untuk merasakan benda-benda padat, kecapan memberitahukan kita tentang zat-zat cair, indera penciuman melaporkan tentang keadaan gas-gas. Penglihatan masih lebih tajam, dan rangkaian tersebut tidak berakhir disana. Ada sebuah kekuatan penglihatan khusus disebut clairvoyance (kewaskitaan) - kemampuan untuk melihat sesuatu diluar penglihatan normal. Kenyataannya adalah terdapat sebuah dasar fisik yang nyata bagi clairvoyance, dan kemampuan tersebut bukanlah hal yang misterius. Pusat kekuatan berada dalam sebuah organ yang sangat kecil di dalam otak yang disebut kelenjar pituitary. Jenis getaran-getaran yang dipengaruhi adalah sangat halus sehingga tidak terdapat pembukaan secara fisik yang diperlukan untuk menyampaikannya ke badan pituitary, tetapi terdapat sebuah titik kepekaaan khusus yang terletak diantara kedua mata diatas pangkal hidung yang bertindak sebagai pembuka eksternal bagi kelenjar tersebut. Ini terasa seperti jika seseorang sedang melihat dari titik tersebut diatas dahi, terasa sama seperti jika seseorang sedang memandang dengan satu mata, walaupun kita semua tahu bahwa kita hanya melihat menggunakan kedua mata. Penglihatan melalui titik sensitif tersebut dalam satu hal berbeda dengan penglihatan melalui organ-organ indera konvensional; tanpa adanya struktur jaringan saraf seperti pada bagian fisik biasa. Tetapi penglihatan tersebut hanya bekerja setelah saya perintahkan, dan tidak pernah diluar itu. Pada saat hendak melihat kedalam dunia halus dimana peri itu berada, hanya diperlukan konsentrasi selama garis penglihatan, dan indera banyak merespon seperti jika kedua mata (tetapi dalam hal ini dengan satu mata) telah terbuka.

Saya katakan (bukan berpura-pura sebagai orang yang tahu banyak tentang biologi) bahwa pernah terjadi, pada binatang-binatang nenek moyang manusia,sebuah hubungan bagi badan pituary ke kulit dan terdapat sebuah bagian keluaran untuk itu. Saat sekarang ini badan pituitary dianggap sebagai bekas-bekas atropia . Tetapi dokter-dokter mengetahui bahwa kelenjar tersebut bukanlah merupakan sebuah sisa-sisa yang tak berguna, untuk kerahasiannya dari kedua bagian badan-badan itu sendiri yang merupakan bagian yang tak terlihat dari aliran darah dan mempunyai semacam kekuatan yang mempengaruhi pertumbuhan dan fungsi-fungsi lainnya. Dengan demikian kelenjar pituitary benar-benar ada dan sangat penting bagi manusia. Dan kelenjar ini sangat diperlukan dalam menerima getaran-getaran yang sangat lembut dari sebuah alam dimana segala sesuatunya begitu halus dari yang pernah kita ketahui.

Saya berharap dapat membuat hal ini sejelas mungkin, tetapi mungkin itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan seseorang. Mungkin bagi orang lain indera ini belum siap digunakan oleh orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuatnya bekerja. Beberapa kerusakan bisa timbul dalam usaha melakukan pemindahan alam mendahului waktunya, dalam banyak kasus penuh dengan bahaya. Orang kadang-kadang mencoba untuk menekan diri mereka sendiri menuju tahap clairvoyance dengan menggunakan kemampuannya, menggunakan ramuan-ramuan, atau menggunakan cara-cara lainnya. Bagaimanapun, jika perkembangannya tidak secara alami, clairvoyance biasanya membahayakan. Terapi ini tidak menyebabkan hak tersebut menjai kurang nyata jika dibandingkan pada kasus-kasus dimana kekuatan tersebut muncul secara alami.

Masih dapatkah orang dewasa belajar untuk melihat makhluk halus?

Muncul pertanyaan mengapa orang dewasa tidak bisa melihat makhluk halus. Saya beranggapan bagian dari jawabannya adalah karena tidak seorangpun mencoba setelah perkembangan UP mereka, atau bahkan pada masa kanak-kanak untuk masalah tersebut, dan inti dari jawaban tersebut adalah orang-orang yang tahu bahwa makhluk halus itu ada tidak pernah berusaha agar bisa melihat mereka dalam cara yang benar.

Sejauh yang saya ketahui tentang peri. Saya bisa melihat mereka dengan mata telanjang ,tetapi saya tidak bisa menutup mata saya saat itu juga, seperti sesuatu yang tidak perlu, dan untuk hal lainnya, ketika pandangas clairvoyant telah membawa makhluk halus dalam lingkupnya, biasanya pandangan sangat membantu untuk mengamati lebih detail. Dan banyak peri begitu dekat untuk dapat dilihat dengan pandangan biasa sehingga lebih mudah untuk mempelajarinya. Hanya cahaya pendek yang mereka pancarkan atau reflek (bagi mereka merupakan cahaya berkilauan) saya tidak tahu, karena saya bukanlah seorang ahli ilmu fisika, dan bahkan saya tetap tidak mengetahuinya andaikata saya seorang ahli fisika, dimanakah ada peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk mempelajari sesuatu yang serba halus?

Seorang teman yang scientist menyarankan untuk melihat peri dengan atau tanpa menggunakan kaca bantu penglihatan, dengan cara melakukan beberapa pengujian singkat tentang jenis-jenis cahaya yang berpengaruh di dalamnya. Saya kemudian melakukannya dan menemukan bahwa peri kelihatan berbeda melalui kaca tersebut, seperti pohon yang terlihat berbeda. Tetapi mungkin distorsi yang ada berkaitan dengan efek yang ditimbulkan pada penglihatan orang biasa. Sekali lagi, peri tampak mungkin terlihat melalui kaca biasa, tetapi kesulitan yang sama muncul disini : apakah cahaya yang suram itu berpengaruh pada mata biasa ?

Saya hanya salah seorang dari anak-anak yang pernah mengetahui tentang makhluk halus semenjak beberapa tahun terakhir, tetapi dalam kasus saya - berhutang pada keberuntungan saya dan mungkin keuntungan-keuntungan tertentu - pengetahuan ini tidak hanya telah telah berlangsung lama tetapi juga telah melebar. Pembaca mungkin tahu kasus seperti ini ; Saya juga pernah bertemu banyak anak-anak yang melihat dan banyak pula orang dewasa yang masih ingat hari-hari ketika mereka memiliki kekuatan itu. Tetapi tidak banyak yang berani untuk meningkatkan kemampuan indera mereka, karena sering mereka merasa takut dianggap menjadi aneh atau ganjil. Banyak orang tua yang memperlakukan anak-anaknya dengan menempatkan mereka pada posisi untuk menghalangi dari masalah ini. Pemukulan karena perkataan bohong tidak dianjurkan untuk memberikan pelajaran pada mereka lebih jauh lagi. Ini menyebabkan anak merasa malu atas pengalaman cinta mereka.

Lebih jauh lagi, kita harus ingat bahwa keseluruhan aktivitas untuk melihat peri adalah sebuah operasi yang sulit. Kekuatan untuk melihat membutuhkan kondisi-kondisi hening dan damai; dan kemudian, makhluk halus pada dasarnya agak pemalu seperti makhluk-makhluk liar lainnya dan harus dijinakkan dengan menarik perhatiannya. Secara bersamaan, bahkan dibawah keadaan yang sangat baik, khususnya disekeliling kota-kota, usaha tersebut tidaklah mudah bagi yang tidak berpengalaman. Disamping itu mayoritas permusuhan yang tak perlu, atau yang lainnya, keyakinan tetap yang menyatakan hanya materi padat yang nyata, dan seseorang dapat mulai menyadari masalah yang dihadapi dalam penglihatan anak-anak. Untunglah, banyak orang tua menjadi sadar dalam memelihara kemampuan kreatif dan indera penglihatan yang lebih tinggi bagi anak-anak mereka.

Selama masa anak-anak, relasi antara dua kerajaan lebih dekat daripada masa-masa lainnya dalam hidup. Ini karena anak-anak lebih dekat dengan alam gaib dari orang-orang lainnya. Mereka secara alami senang dan secara spontan beraksi; mereka berinteraksi baik dengan alam; mereka juga agak tidak bertanggungjawab, dengan kekhawatiran tentang makanan dan pakaian; dan mereka mempunyai sebuah kemampuan luarbiasa untuk menemukan kesenangan, daya pesona, dan kesukaan pada hal-hal kecil seperti sebutir kerikil atau sebuah tempurung atau sebuah kotak kosong. Mereka juga memiliki ketertarikan yang mendalam pada sesuatu yang muda dan sedang tumbuh, keingintahuan yang tidak ada batasnya tentang segala sesuatu disekitarnya, tidak memiliki kesadaran atas tradisi kelakuan konvensional atau moralitas, dan petualangan cinta, mengenakan pakaian khusus, dan dongeng-dongeng tentang misteri dan imaginasi. Dalam banyak cara anak-anak dekat kepada hal gaib dalam watak dan sifat mereka. Inilah kenapa pada masa kanak-kanak pintu-pintu gerbang tersebut sering terbuka, dan manusia dan dunia gaib benar-benar menjadi satu.

Meskipun makhluk halus telah tergantikan dalam imajinasi anak-anak dengan fantasi-fantasi yang lebih modern, seperti makhluk dari angkasa luar, mereka meninggalkan ingatan mendalam, kebutuhan naluriah manusia. Rasa untuk persahabatan dan sekedar untuk pengetahuan belaka mereka mempunyai akar keyakinan akan adanya makhluk halus, kesepian dan tidak terlihat bagi kebanyakan orang, masih tertutup dalam tangan - seperti adanya, dengan tangan-tangan jin diatas kulit yang tipis diantara dua dunia. Suara bel yang jelas terdengar dari musik mereka dapat hampir terdengar. Keceriaan dan kecantikan yang mereka wujudkan diatas kita dari setiap bagian padang rumput, kayu, dan taman-taman. Langit dan lautan membawa kita ke melintasi pintu menuju dunia mereka. Pada setiap sisi terdapat makhluk halus, dan oleh karena itu setiap sudut membawa kasih sayang dan keceriaan.

Jika manusia dewasa mampu menanglap kembali kesederhanaan dan arah tujuan anak-anak walaupun dalam skala kecil, mereka juga akan mengenang kembali tanah keceriaan yang telah hilang dimana kerajaan manusia kerdil berada, bagi makhluk halus hal itu adalah kegembiraan menjadi teman bagi mereka, selalu mempercayai, dan penuh kebaikan.

Sekilas mengenai makhluk halus

Peri dapat hidup dimana saja; ada makhluk halus rumahan dan ada juga yang liar, makhluk halus air yang menghuni sungai-sungai, danau dan laut, hutan-hutan, ladang dan di bawah permukaan tanah yang hidup dibawah bukit-bukit. Pada masa victorian, ada kepercayaan bahwa peri hidup diujung akhir taman. Peri juga dianggap hidup dalam pohon-pohon, dan lebih erat terkait dengan pohon oak tempat peribadatan suci Druids. Peri tidak terlihatdan mereka tidak menyukai nama mereka diketahui dan disebut-sebut. Peri dapat menjadi penuh dengan tipu muslihat pada masa itu. Seringkali, manusia, tidak pernah mengetahui ketika seorang peri yang tak kasat mata melayang-layang didekatnya, yang akan menunjukkan apakah mereka adalah orang-orang baik atau tetangga yang baik dengan harapan mungkin saja peri-peri itu akan memenuhi nama-nama itu!

Peri-peri selalu berpikir untuk memiliki anak manusia, dan oleh karena itu dipercayai bahwa mereka akan mencuri seorang yang non kristen, yang tidak dilindungi kelahirannya, dan meninggalkan seorang anak pengganti ditempatnya. Kadang-kadang anak pengganti itu berupa potongan kayu, dipahat menyerupai seorang anak dan dihiasi dengan berbagai macam benda agar nampak menarik seperti anak kecil yang benar-benar hidup. Kadang-kadang itu berupa anak peri yang sakit-sakitan, atau seorang peri tua yang sudah kurus. Anak-anak yang dianggap menjadi anak pengganti sering dipukul dan ditinggalkan pada tempat terbuka di bukit peri, dibakar, atau penganiayaan secara fisik lainnya sebagai usaha untuk memaksa orang tua peri untuk mengembalikannya kembali. Jarang sekali ada orang tua manusia yang memperlakukan anak pengganti itu dengan baik, dengan harapan anak mereka juga akan diperlakukan serupa.

Walaupun memiliki kemampuan untuk berbuat jahat, peri memiliki kode moral mereka sendiri, yang mereka jalankan dengan taat. Mereka tidak dapat mencoba untuk memata-matai , dan akan dihukum atas pelanggaran privasi pada kekuatan peri mereka. Mereka juga tidak mentolerir pencurian harta peri, atau rendahnya rasa kedermawanan. Peri menghargai kebersihan dan segala sesuatu yang teratur, dan akan menegur barangsiapa yang membiarkan rumahnya dalam keadaan kotor. Peri juga mencela kelakuan buruk dan watak yang jahat!Ingat, anda tidak akan pernah menyadari bahwa peri-peri sedang mengawasi anda!

Penjelasan tipe-tipe Peri
(Dalam urutan abjad dan penjelasan secara umum)



Asrais - kecil, lembut, peri laki-laki. Tidak bisa terkena sinar matahari langsung; selain itu mereka akan meleburkan diri kedalam kolam air.

Banshee - "peri wanita"; merupakan jiwa yang melekat pada keluarga-kelurga tertentu. Ketika seorang anggota keluarga mendekati ajalnya, keluarga itu akan mendengar banshee menangis. Tidak selalu menakutkan.

Bogles - Umumnya merupakan iblis-sifat dasarnya Goblin walaupun mereka cenderung untuk merugikan dengan cara melakukan kebohongan dan pembunuhan.

Brownies - Umumnya senang berada disekitar manusia dan pekarangan rumah. Bersahabat dan benar-benar membantu.

Dwarfs - bertubuh pendek gemuk dan kuat. Mencapai dewasa pada usia tiga tahun dan berwarna abu dan berjenggot pada usia tujuh tahun. Disebutkan bahwa mereka tidak bisa terlihat di bawah sinar matahari, sehingga untuk melihatnya harus membawa mereka ke batu. Bagaimanapun, ada ramuan dan mantera-mantera yang bisa membuat mereka tahan terhadap sinar matahari.

Dryads - Mereka adalah jiwa yang menghuni pohon-pohon, khususnya pohon oak. Druid menggunakan mereka sebagai sumber inspirasi.

Elves - Nama lain dari pasukan peri yang diketahui. Mereka dibagi lagi menjadi Seelie dan Unseelie.

Fir Darrig - (Fear Deang) Secara praktis merupakan badut alam yang mengerikan. Mereka bisa merubah wajahnya menjadi siapapun yang diinginkannya.

Gnomes - Elemen-elemen dasar bumi. Mereka hidup dibawah permukaan tanah dan menjaga harta-harta yang ada di bumi. Gnome pekerja logam yang mengagumkan, khususnya untuk pedang dan baju besi.

Goblins - Adalah nama yang digunakan bagi spesies peri yang buruk. Tubuhnya kecil dan jahat, dan biasanya bergerombol karena akan kehilangan kemampuannya jika bertindak sendirian. Mereka biasanya dikendalikan oleh sebuah Mage untuk maksus-maksud jahat.

Gwragged Annwn - (Gwageth anoon) merupakan peri air, yang kadang-kadang mengambil manusia pria untuk dijadikan suami-suaminya.

Gwyllion - Merupakan hantu air scotlandia. Mereka sering tampak sebagai laki-laki berambut atau hantu wanita menyeramkan yang mencegat dan menyesatkan para pejalan malam hari di jalan-jalan pegunungan. Peri gunung senang duduk di atas batu pada salah satu sisi dari jalur pegunungan dan diam-diam mengawasi orang-orang yang menlintas.

HobGoblins - Biasanya merupakan nama untuk makhluk kecil aneh namun bersahabat biasa kita sebut kurcaci.

Knockers (Buccas) - Ruh daerah pertambangan yang bersahabat dengan para penambang. Mereka mengetuk lapisan bijih yang banyak kandungan logamnya.

Leprechauns - Sangat lihai dan licik dan dapat menghilang dalam satu kejapan mata. Mereka terutama sekali sangat mencintai, dan aktif pada hari-hari Saint Patrick, tetapi hari apapun juga baik bagi mereka.

Mer-People-Mermaid - Mereka tinggal didalam air, tetapi mereka mirip manusia dari pinggang ke atas dan memiliki ekor seperti ikan. Mereka sangat menarik sekali sehingga memikat nelayan-nelayan menuju kematiannya. Disebut juga Murdhuacha (muroo-cha) atau Merrows.

Pixies - Sering berwujud landak. Mereka peri yang jahat yang senang mempermainkan manusia dan bangsa peri lainnya. Mereka juga senang mencuri kuda untuk ditunggangi.

Phouka - Bisa terlihat dalam berbagai bentuk binatang dan biasanya berbahaya.

Redcap - Salah satu iblis yang terkenal dari old Border Goblins . Dia tinggal di reruntuhan menara atau kastil-kastil, terutama yang memiliki sejarah kejahatan. Dia mewarnai topinya dalam darah manusia.

Shefro - Peri laki-laki yang mengenakan jubah hijau dan topi merah.

Sidhe (shee) - Nama untuk peri-peri yang tinggal di bawah permukaan tanah. Sebuah gundukan kuburan tua atau bukit kecil yang mempunyai pintu menuju kerajaan peri bawah tanah yang indah.

Sluagh - Ruh penasaran yang kematiannya tak termaafkan, atau para penyembah berhala. Merupakan lawan yang hebat bagi peri dataran tinggi. Spriggans - Diceritakan berwajah jelek, aneh dan kerdil dalam dunia alami mereka, tetapi dapat merubah bentuk dalam ukuran raksasa. Spriggans merupakan gerombolan penjahat yang keji, ahli dalam mencuri, perusak yang cekatan dan membahayakan. Mereka mampu merampok rumah-rumah manusia, menculik anak-anak (dan meninggalkan seorang bayi Spriggan yang menjijikkan sebagai gantinya).

Trolls - Tidak suka terkena sinar matahari. Mereka sering melakukan tarian bagian potongan telinga yang aneh yang disebut 'Henking'.

Trows - Sama dengan Trolls dan menyukai mereka, anti terhadap sinar matahari. Mereka juga melakukan tarian 'Henking'.

Urisk - Merupakan peri terpencil yang sering mendiami kolam-kolam sepi. Dia akan sering menampakkan diri pada rombongan manusia namun kemunculan yang aneh dan menyeramkan merupakan cara yang dilakukannya.

Water Fairies - Adalah penyedia makanan bagi tanaman-tanaman dan pengambil kehidupan . Mereka mengkombinasikan kecantikan dengan penghianatan dan kematian. Mereka bisa menjadi teman atau lawan.

Halusinasi Tentang UFO Makin Canggih

INTISARI / NOVEMBER 1998 No. 424

Bertahun-tahun penjajakan mengenai UFO (objek terbang tak teridentifikasi) dan makhluk cerdas luar bumi belum terbukti secara ilmiah. Tapi secara empiris pertemuan antarmakhluk konon terus berlangsung. Seberapa jauh bukti-bukti itu bisa dipercaya?

Sendirikah manusia di alam raya yang mahaluas ini? Adakah kehidupan tinggi lain selain manusia? Adakah kehidupan di planet lain? Pertanyaan macam itu sudah lama menggantung dalam benak manusia kurenanya memunculkan berbagai penyelidikan yang curiga ada kehidupan lain di “sana”. Upaya penjajakan dijalankan. Pada 1948 Angkatan Udara AS mulai mencatat laporan-laporan penglihatan UFO, yang dinamai Project Blue Book. Sederetan radar deteksi dipasang di dekat bandar udara Washington pada Juli 1952.

Proyek ini dikomandoi oleh H.P. Robertson, fisikawan asal Institut Teknologi Kalifornia yang diperkuat oleh sederetaran pakar meteorologi dan astronomi. Menjelang tahun 1969 proyek itu melaporkan adanya 12.618 pandangan mata atau kejadian. Sebagian besar diidentifikasikan sebagai fenomena meteorologis astronomis. Belakangan muncul pusat-pusat studi yung masuk kategori SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence, pencarian makhluk angkasa luar). Dalam bendera SETI ini salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah CONTACT, The Consruction and Contemplation of Beliveable Alien Culture (tafsiran dan renungan tentang makhluk luar bumi). Proyek senilai AS $100 juta ini diprakarsai oleh Badan Antariksa AS (NASA) berlangsung sejak 12 Oktober 1992. Teleskop-teleskop radio dipasang membentang dari bagian utara hingga selatan AS. Di Gunung Wilson (+ 1.700)’ Los Angeles, terdapat antena raksasa yang mengarah ke bintang-bintang yang masuk daftar target. Setiap gugusan bintang dipantau sekurang-kurangnya 200 kali selama lima menit dengan 200 frekuensi berbeda. Pesan-pesan selamat datang dan perdamaian pun dikumandangkan.

“Datanglah segera. Kami spesies muda yang masih harus banyak belajar,” begitu bunyi pesan itu. Sayang, sejauh ini proyek tersebut belum menemukan titik terang akan keberadaan makhluk lain. Paling tidak itulah kesimpulan sementara proyek SETI Universitas Harvard, AS, tahun 1998 di salah satu situs Internet. Kesimpulan itu nyata-nyata berseberangan dengan pelbagai laporan tentang adanya kunjungan benda terbang tak dikenal (UFO) atau makhluk ekstra cerdas (ET) ke dalam orbit bumi sejak puluhan tahun lalu.

Berseragam tentara

Kasus aneh di Rio de Janeiro pada 15 September 1977, misalnya. Pengemudi bus, Antonio La Rubia, sedang menuju tempat kerja pada pukul 14.20 ketika melihat benda terang. Objek berbentuk topi tampak berputar di atas lapangan sepakbola. Karena takut, ia lari, tetapi segera dilumpuhkan oleh sinar biru. Lalu muncul makhluk setinggi 120 cm dengan antena di tengah kepala dengan badan tertutup “kulit” dari aluminium.

Makhluk aneh yang memiloti UFO itu umumnya disebut sebagai “Close Encounters of the Third Kind”, yang juga judul sebuah film tentang makhluk UFO karya Steven Spielberg 1977. Satu dari tiga penglihatan UFO melibatkan adanya makhluk ini. Bahkan sejak awal abad XX, beberapa pertemuan menunjukkan ada penumpang dalam UFO. Di hutan Thessalonica, Yunani, misalnya, pada akhir musim panas tahun 1938, seorang penduduk desa New Apollonia melihat benda setinggi 2,7 m di tanah terbuka. Dua makhluk mirip manusia tapi lebih tinggi berdiri di sebelahnya. Kepalanya besar, mata merah dengan kulit merah karena terbakar sinar matahari. Seragam mereka mirip tentara Inggris. Begitu sadar kalau diamati, mereka berlompatan ke dalam “telur raksasa” itu. Tiba-tiba sesuatu yang menyerupai balon muncul dan menggembung di atas telur dan benda itu pun melesat ke atas lalu menghilang.

Pertemuan-pertemuan aneh terus berlanjut. Di sebuah dusun kecil, Kelly, dekat Hopkinsville, Kentucky, AS, sebuah keluarga bersama dua temannya dikepung dan diisolasi oleh kelompok orang kerdil setinggi satu meteran. Mereka berkaki pendek dengan kepala berukuran besar, mata kuning menyala, dan telinga raksasa. Makhluk warna metalik itu muncul di kegelapan malam tanggal 21-22 Agustus 1955 dan berulang-ulang menyerbu rumah antara pukul 19.30-04.45. Penduduk yang ketakutan mencoba mengusir dengan menembaki mereka. Tapi, meski setiap kali tertembak sampai jungkir balik tunggang-langgang, mereka tetap pulih dan muncul kembali tanpa cedera.

Lagi, pada 6 Desember 1972, di Genoa seorang penjaga malam Fortunato Zanfretta (26) merasa didorong ke tanah oleh makhluk raksasa setinggi 3 m. Badannya berupa daging berlipat-lipat warna abu-abu gelap. Dengan kepala berbentuk aneh, dua tanduk ada di sisi dahi, matanya kuning berbentuk segitiga, agak terangkat. Zanfretta mencatat ada kerutan bercahaya di dahi, yang ia pikir mata ketiga. Tiba-tiba makhluk itu menghilang dan pesawat raksasa berbentuk segitiga naik ke atas di belakang gedung dengan suara yang memekakkan telinga. Dalam relasi dengan manusia makhluk angkasa ini kadang memang bertindak keterlaluan, misalnya menculik dan membawa korban ke dalam “dunianya”. Itulah yang dialami oleh Antonio Villas Boas, petani asal Brasil. Ia diculik dan diajak bermain cinta oleh penumpang wanita yang cantik dalam piring terbang tahun 1957.

Ada lagi pasangan AS setengah tua, Betty dan Barney Hill, yang berhadapan dengan UFO ketika lewat White Mountains, New Hampshire, malam-malam September 1961. Dua minggu kemudian Betty mendapatkan serangkaian mimpi buruk. Ia merasa dikelilingi oleh sejumlah orang kecil, humanoid abu-abu memakai seragam tentara. Ia dan Barney lalu minta bantuan seorang hipnoterapis, Dr. Benjamin Simon. Di bawah pengaruh hipnosis suami-istri itu menceritakan kondisi penculikan. Keduanya dikeluarkan paksa dari mobil oleh hampir selusin makhluk luar. Semua pendek, berkulit abu-abu, berambut hitam, berbibir biru, dengan hidung panjang. Mereka dipaksa masuk ke pesawat UFO lalu terbang untuk pemeriksaan kesehatan.

Sebuah alat berat diletakkan di atas alat vital Barney, sedang Betty menjalani tes kehamilan, padahal ia sudah tidak punya rahim. Ketika kembali ke mobil, pasutri itu sudah tak ingat apa-apa.

Ufonauts, pilot UFO
Atas dasar ciri-ciri pertemuan dengan manusia, para ahli dan pengamat UFO memilahnya menjadi tiga kategori. Yakni pertemuan tanpa kontak fisik, pertemuan dengan kontak fisik, dan pertemuan dengan melibatkan makhluk UFO. Pada pertemuan tanpa kontak fisik biasanya si saksi hanya melihat benda terbang pada jarak kurang dari 150 m. Kendati berbentuk oval, berkubah, dan tanpa sayap, benda ini bisa berputar-putar dan terbang dengan kecepatan tinggi. Lintasannya vertikal, dan lepas landas dengan kemiringan 45' atau lebih. Pertemuan dengan kontak fisik mirip dengan jenis pertama tetapi plus akibat fisik yang ditimbulkan. Tumbuhan terbakar atau hangus, ranting pohon patah, binatang ketakutan atau terluka. Benda-benda terutama kendaraan bermotor tiba-tiba lumpuh, mesin mati, radio tak bisa menangkap gelombang, lampu mengecil atau padam.

Sedang pada jenis ketiga, pertemuan itu ditandai oleh kehadiran penumpang dengan aneka warna, bentuk, dan ukuran. Beberapa laporan ada yang menyebut sebesar manusia dengan bentuk yang sempurna. Di balik pertemuan itu ufonauts (pilot UFO) menjadi pusat perhatian.

Gambaran-gambaran tentang dia dinilai terlampau “manusiawi” untuk dianggap benar-benar makhluk asing. Wujud fisiknya selalu mirip manusia dengan dua tangan, dua lengan, dan satu kepala. Tetapi detilnya terlampau beragam sehingga bisa jadi ada ratusan spesies makhluk asing.

Berjenis-jenis makhluk asing inilah yang sulit dipercaya, ungkap Patrick Huyghe, pengarang The Field Guide to Extraterrestrial. “Dari Amerika Selatan dilaporkan kemunculan makhluk kerdil hitam yang agresif. Di benua Eropa, terutama Inggris, makhluknya tinggi, berambut pirang, mata biru, dan watak lebih ramah. Keragaman tampilan berdasarkan wilayah munculnya ini membuat UFO diragukan kalau berasal dari luar bumi, karena perbedaannya menuruti pola budaya dan masa saat mereka dilaporkan muncul. Maka makhluk UFO itu sebenarnya khayal saja,” tulis Huyghe.

Pandangan Huyghe disokong oleh para ufolog Eropa, sebaliknya ditolak para peneliti UFO Amerika yang tetap percaya, piring terbang adalah pesawat luar angkasa yang datang dari planet lain. Namun, hipotesa adanya makhluk ET (ekstraterestrial) tetap punya banyak lubang untuk dipertanyakan. Misalnya, harus ada wahana angkasa dengan kecepatan sama atau melebihi kecepatan cahaya (+ 300.000 km/detik) guna menjembatani ruang antarplanet yang sangat jauh. Nah, menurut perkiraan Einstein, wahana yang secepat itu belum tersedia.

Sebatas halusinasi

Pertanyaan lain. Banyak ufolog tidak bisa mengerti mengapa harus ada begitu hanyak kemunculan UFO yang dilaporkan sampai 100.000 buah? Soalnya, kalau “makhluk cerdas” mau tahu kondisi bumi tentu tak perlu datang berombongan. Cukup dengan beberapa saja membawa misi pengambilan contoh bumi. Ganjalan keberadaan UFO juga muncul oleh penggambaran para saksi mata yang mengatakan bagaimana UFO sering dilihat melakukan pembelokan tajam 90'. Manuver itu bukan hanya bisa mematikan bagi pilot berpengaluman, namun juga makhluk luar angkasa yang mirip kita.

Namun, keberatan-keberatan di atas ditolak mentah-mentah oleh sebagian ufolog. Ada yang berpendapat, makhluk ET pastilah jauh lebih tangguh dibandingkan dengan manusia bumi. Bahkan Gerald Heard, yang tahun 1951 menulis Is Another World Watching? salah satu buku pertama tentang piring terbang, mengatakan wahana itu adalah kapal angkasa dari Planet Mars yang dipiloti oleh lebah super canggih, sepanjang kira-kira dua inci (5 cm). Sebab, hanya binatang ini yang bisa menerima gaya G (gravitasi) yang ditimbulkan oleh sebuah piring terbang. Lucunya, ketika belakangan ilmuwan menemukan bahwa di Planet Venus dan Mars tak mungkin ada kehidupan, para pelosor UFO lalu mulai menyebutkan “asal-usul” UFO yang makin jauh.

Betapa pun, kaum ufolog sendiri memperkirakan antara 85-95 % laporan tentang UFO, kalau diselidiki dengam benar, pasti bisa dijelaskan, sehingga termasuk kategori “identified”, daripada “unidentified” seperti yang tersirat dalam istilah UFO sendiri. Contohnya dialami Donald Menzel, direktur Observatorium Harvard College, yang mengungkapkan banyak penglihatan piring terbang sebenarnya cuma sebatas penglihatan maya akibat gejala astronomi. Misalnya, Planet Venus yang karena terdistorsi oleh kondisi atmosfer yang luar biasa dapat “berubah” bentuk seperti piringan yang melesat ke sana kemari.

Menzel sendiri mengaku pernah mengalami salah persepsi. Ketika itu sebelum fajar tiba, 3 Maret 1995, ia sedang menerbangkan pesawat bomber tua ke kota Fairbanks. Tiba-tiba dari arah horison ada kilap terang yang melesat ke arahnya dan berhenti pada jarak 90 m. Tampak objek warna perak metalik dengan kelap-kelip cahaya hijau serta merah, dan seperti punya baling-baling dibagian atasnya. Menzel kontan berpikiran benda itu meteor, tetapi perilakunya tidak seperti meteor. Apakah itu halusinasi? Lalu ia menanggalkan kacamata guna memastikan hal itu bukan karena refleksi. Kemudian cahaya itu tiba-tiba berkelebat dengan percepatan yang sulit dipercaya, dan hilang di atas horison hanya dalam dua detik. Baru saat cahaya itu muncul lagi pada posisi yang sama, Menzel menyadari yang dilihatnya itu adalah sebuah binatang, mungkin Sirius yang ada di bawah horison. Andaikan orang lain yang menyaksikannya, mungkin ia akan beranggapan telah melihat UFO.

Kasus “cahaya angkasa” itu menunjukkan, pengamat yang sudah terlatih pun bisa salah mengidentifikasi. Belum lagi, radar pengamat lalu-lintas benda di angkasa pun ternyata tak luput dari kesalahan. Ia bisa gagal membedakan antara benda dan jejak meteor; atau antara jejak gas yang terionisasi, hujan, atau panas yang terputus. Apalagi, ada beberapa hal yang bisa menimbulkan “jejak” pada radar, meski keliru. Semisal gangguan elektronik, pantulan dari lapisan-lapisan yang terionisasi atau awan, serta refleksi dari daerah-daerah lembap. Sementara kontak fisik dengan makhluk pintar itu banyak yang diwarnai oleh halusinasi.

(dari pelbagai sumber/yan)


Mengapa ET Memilih Bentuk Piring Terbang?

Sumber: Suara Merdeka, Senin, 8 Desember 1997

ACAPULCO - Piring terbang sudah sejak lama dikenal sebagai desain aerodinamis yang menjadi pilihan makhluk asing luar angkasa (ET - extra terrestrial) berkunjung ke Bumi, seperti umumnya diketahui para penggemar fiksi ilmiah dan UFO (unidentified flying objects - benda-benda terbang tak dikenal).

Tetapi, mengapa harus menggunakan piring terbang dan bukan, misalnya, ''sendok teh terbang?'', ''piring saji terbang?'', atau ''ayam karet terbang?'' Jawaban atas pertanyaan itu, menurut para pakar UFO internasional, adalah murni karena alasan aerodinamika.

Bentuk aerodinamika itu bisa diwujudkan asalkan, tentu saja, kita punya teknologi yang jauh lebih maju dibanding teknologi yang kita punyai saat ini. Para pakar itu berkumpul pada Kongres II UFO Dunia di Acapulco, Meksiko, akhir pekan ini.

''Dengan menggunakan sistem propulsi (tenaga penggerak) aerodinamik bermagnet, maka sebuah pesawat piringan simetris memang sungguh-sungguh masuk akal,'' kata Stanton Friedman, seorang fisikawan nuklir yang pernah bekerja mendesain roket untuk kontraktor-kontraktor pertahanan.
''Dengan sistem itu, Anda bisa mengubah arah dan memperkuat daya magentik untuk mengionisasi (terurai menjadi ion) udara dan saling berhubungan dengan medan-medan magnetik dan elektronik,'' kata dia kepada Reuters.

Bukan Hal Ganjil

Makalah Friedman ''Piring Terbang Memang Kenyataan'' Jumat pekan lalu menjadi salah satu pokok penting konferensi ini. Konferensi ini menghadirkan banyak para penyelidik serius serta para pembicara yang menjangkau ''Di luar data,'' kata Friedman mengakui.
Namun, kata dia, ''Soal piring terbang ini bukan masalah yang ganjil atau aneh.''

Piring terbang barangkali bukan sesuatu yang unik bagi sebuah peradaban yang sudah berulang kali berkunjung ke bumi. Namun, lebih banyak merupakan konsep desain universal yang digunakan oleh banyak makhluk luar angkasa. Mereka ini mungkin saja sudah membentuk semacam federasi galaksi untuk mengamati berbagai kekejaman penduduk bumi sambil mengembara di ruang angkasa.
''Ada karakteristik tertentu yang terdapat dalam kinerja kendaraan terbang,'' kata Friedman. ''Yakni, kemampuan manuver yang lengkap sehingga dapat menghindari berbagai masalah. Keinginan akan adanya sebuah pesawat yang dapat berhenti dan berbalik dengan sangat cepat. Pesawat terbang tidak bisa bergerak seperti itu,'' paparnya.

''Kedua, piring terbang diciptakan karena pemakainya ingin dapat mendarat di kawasan yang tidak terlalu luas, sehingga pesawat ini bisa pergi ke mana saja,'' kata dia. ''Bentuk pesawat ini nyaris tak terjangkau radar. Sedikit mirip dengan siluman.''

Pembicara lain, Robert O Dean, mengatakan, piring terbang sudah lama mengunjungi makhluk bumi. Dia menunjukkan, sejumlah bentuk lingkaran bulat di atas kepala yang muncul pada lukisan Yesus dari era Renaisans membuktikan hal itu.

Dia kemudian memaparkan berbagai gambar seni, termasuk lukisan gua berusia 20.000 tahun dari Prancis selatan. Dalam lukisan ini, piring terbang muncul di antara mastodon.

''Secara aerodinamis, piring terbang adalah bentuk ideal untuk bisa melayang di atmosfer,'' kata Dean. ''Teknologi lebih lanjut dari itu bakal mendesain piring terbang karena bentuk ini memang sempurna. Kenyataannya, sel darah manusia juga berbentuk seperti piring.''

Namun, kata dia, tentu saja tidak semua UFO adalah piring terbang.

''Makhluk luar angkasa pastilah menggunakan pesawat raksasa dengan panjang 24 sampai 30 km, seperti sebuah rokok raksasa,'' kata Dean. ''Banyak pula yang pernah melihat bentuk bulat.''
Di luar atmosfer bumi, kata dia, bentuk kendaraan tidak lagi penting.(rtr-gn-52)

Buku: Alor Incident

Indonesia UFO Network Alor Incident, 60 Years of Unknown 1959-2019 Oleh: Nur Agustinus dan Venzha Christ Penerbit: Bina Grahita Mandiri ISBN: 978-602-71493-5-9 Cetakan pertama: Juli 2019 Halaman: 76 + viii Tak banyak orang mengetahui bahwa di Indonesia pernah terjadi sebuah peristiwa perjumpaan dengan UFO yang melibatkan sejumlah petugas polisi dan warga setempat. Kejadian di Kepulauan Alor ini berlangsung pada bulan Juli 1959. Sejumlah makhluk asing terlihat, sempat berkomunikasi, bahkan ada seorang anak yang diculik, kemudian terjadi penembakan oleh petugas kepolisian setempat hingga penampakan UFO berbentuk oval di pesisir pantai yang melesat dari Barat ke Timur. Menyimak laporan yang ada, insiden di Kepulauan Alor ini termasuk luar biasa. Investigasi pernah dilakukan  oleh Marsekal Muda TNI (Purn) J. Salatun.  Setelah 60 tahun berlalu, apakah ada informasi lebih lanjut yang bisa digali? Siapa dan dari manakah mereka? Apa misi mereka selama di Pulau Alor dan Pulau Pantar? Buku ini mencoba membahas tentang peristiwa tersebut. Untuk pemesanan buku, bisa menghubungi: Nur Agustinus WA: 0818307319 Harga Rp 50.000,- (belum ongkir) No Rek. BCA 6190005231 a.n. Agustinus Nur Pratidina

 
Ebook bisa diunduh di sini

Ketika Ilmuwan Menerima UFO

Ummat Online 04.IV.1998

Rubrik: Iptek


Setelah lebih dari setengah abad proyek UFO dianaktirikan, ilmuwan kini mulai meliriknya.
"Kebenaran masih berada di luar sana," tulis sebuah banner besar yang dibuat sekelompok pemerhati fenomena UFO di AS baru-baru ini. Memang, Juli tahun ini adalah perayaan "hari UFO" ke-51. Di bulan ini, 51 tahun silam sebuah pesawat angkasa jatuh di Roswel, New Mexico, AS. Pesawat yang kemudian ditemukan militer AS itu diyakini banyak orang sebagai bukti terkuat tentang keberadaan UFO.
Kendati perayaan ke-51 hampir sama meriahnya dengan perayaan setengah abad tahun lalu, fenomena UFO sesungguhnya tak pernah dilirik kaum ilmuwan. Mereka menganggap proyek tersebut lebih sebagai kegiatan paranormal ketimbang aktivitas ilmiah.

Pihak militer AS sendiri, yang menyaksikan peristiwa Roswel itu, telah beberapa kali menolak mengatakan peristiwa itu sebagai fenomena UFO. Pernyataan terakhir diberikan Pentagon pada 24 Juni tahun lalu, kira-kira seminggu menjelang perayaan setengah abad "Hari UFO" itu. Isinya, peristiwa itu hanyalah sebuah uji coba pesawat angkasa milik angkatan bersenjata AS.

Tapi, tampaknya, angin segar bakal menerpa proyek penuh kontroversial ini. Sebab, proyek berdana miliaran dolar itu baru sekarang diperhatikan secara serius oleh sekelompok ilmuwan. Sekurangnya, begitulah yang terjadi di Stanford University ketika sejumlah ilmuwan meminta delapan lembaga investigasi UFO menjelaskan perkembangan terakhir serta bukti-bukti keberadaan benda terbang tersebut (Reuters, 29/6).

Pertemuan yang diprakarsai Peter Sturrock, pengajar Astrofisika di Stanford University, dan didanai Laurance Rockefeler, seorang filantropis ternama di AS, berhasil meruntuhkan benteng "kesombongan" kaum ilmuwan terhadap para investigator UFO. Mereka serta-merta menerima bukti-bukti yang dibeberkan para investigator UFO, serta memandang perlu menaruh perhatian lebih terhadap proyek-proyek UFO.

Selama ini proyek UFO sangat banyak jumlahnya. Tersebar dan diminati banyak orang di seluruh dunia. Tapi proyek-proyek tersebut dianggap bukan sebagai kegiatan ilmiah.

Dengan adanya pernyataan tim di Universitas Stanford itu, para Ufolog dan pencari kebenaran tentang UFO bolehlah berlega hati. Sebab, kerja keras mereka selama ini mulai mendapat tempat di kalangan ilmuwan. Hasil lengkap pertemuan antara tim ilmuwan dan para investigator UFO tersebut diterbitkan oleh Journal of Scientific Exploration edisi 29 Juni 1998 silam.

Bukti Fisik.

Keberatan kaum ilmuwan selama ini terhadap fenomena UFO adalah karena memang masalah ini diliputi kabut misteri sangat tebal. Bukti-bukti yang kerap dilansir media adalah bukti-bukti gambar (foto) yang, menurut mereka, bisa saja merupakan hasil rekayasa. Dengan teknologi gambar dan bantuan komputer, gambar apa pun bisa dimanipulasi.

Kalaupun ada bukti-bukti lain berupa penuturan dari banyak kesaksian, hal itu cepat-cepat dikategorikan sebagai pengalaman psikologis pelakunya. Tak heran jika fenomena UFO lebih dianggap sebagai aktivitas paranormal ketimbang kegiatan sains.

"Kaum ilmuwan lebih mementingkan bukti-bukti fisik ketimbang penuturan orang-orang yang pernah melihat UFO," jelas Sturrock, seperti dikutip BBC News (1/7).

Para Ufolog sendiri memiliki bukti-bukti lebih dari sekadar gambar atau pengalaman "psikologis". Mereka, seperti dipresentasikan dalam pertemuan di Stanford University itu, juga memiliki bukti-bukti lain berupa rekaman radar dan peninggalan arkeologis.

Apalagi kini, beberapa lembaga penelitian UFO di AS punya kerja sama yang erat dengan para fisikawan yang percaya akan adanya kehidupan cerdas di luar angkasa. Bagi mereka, setiap penemuan ilmiah tentang hal ini akan sangat mendukung pembuktian adanya UFO.

Opini Masyarakat.

Minat dan keyakinan masyarakat AS sendiri tentang keberadaan UFO tak pernah susut. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan media internet ABC News, tak kurang dari 73 persen rakyat AS meyakini bahwa pemerintah AS, Pentagon khususnya, menutupi insiden Roswel dan bukti-bukti lain tentang UFO.

Enam puluh sembilan persen lainnya mempercayai adanya kehidupan angkasa luar; 48 persen percaya adanya UFO; dan 4 persen di antara mereka mengaku pernah melihat benda mirip piring terbang itu.

Menurut peneilitian sebuah homepage tentang Roswell, angkanya lebih fantastis lagi: 80 persen percaya pemerintah menutupi bukti-bukti UFO; 34 persen mempercayai makhluk asing pernah mengunjungi Bumi; dan 22 persen di antaranya percaya bahwa makhluk-makhluk asing itu pernah melakukan kontak dengan manusia.

Nah, angka-angka ini agaknya akan terus bertambah setelah para ilmuwan mulai "terlibat" dengan proyek UFO ini. Apalagi dengan kiprah Hollywood yang tak pernah bosan menciptakan makhluk-makhluk asing dalam film-film yang mereka produksi.(Luthfi Assyaukanie)

Heboh UFO di Nevada

Jawa Pos, 28 April 1996


Mungkin sulit dipercaya bahwa jalan raya Nevada jalur 375 adalah jalur lepas landas UFO. Maklumlah keberadaan piring terbang dan makhluk angkasa luar itu sendiri masih merupakan misteri. Namun, Departemen Perhubungan Nevada sudah memutuskan jalur sepi itu sebagai tempat mendarat dan lepas landas pesawat angkasa luar asing.

Bila Anda mengunjungi Nevada dan melalui jalan raya 375, jangan heran bila Anda disambut sejumlah billboard untuk menyambut makhluk angkasa luar. Di atasnya, terbaca ''Earthlings Welcome Little Ale'Inn''. Terjemahan bebasnya, makhluk bumi menyambut makhluk angkasa luar (Little Ale'Inn punya lafal seperti frase Little Allien). Little Ale Inn sendiri secara literal juga berarti penginapan Little Ale. Di salah satu ujung jalan raya 375, yaitu, Warm Springs, itu memang ada sebuah tempat penginapan kecil (inn). Kabarnya, fasilitas akomodasi itu dimaksudkan untuk menyambut dan menjamu para tamu dari planet lain (kalau-kalau mereka benar-benar mampir ke bumi).


Mungkin mereka yang tidak tahu asal mula billboard itu mengira sambutan itu hanya ulah orang-orang iseng. Tetapi tidak demikian, karena yang membuat adalah warga setempat atas sepengetahuan pemerintah setempat. ''Kami memang sengaja Panjang cerita asal mula jalan raya 375 itu dijadikan jalur bagi makhluk asing. Sejak tiga puluh tahun terakhir, banyak sekali pengemudi mobil melaporkan bertemu dengan UFO atau piring terbang di jalan yang membentang 98 mil atau 159 km. Selain itu, sejumlah Ufolog (pakar UFO) percaya bahwa pemerintah AS sedang menawan sebuah pesawat angkasa luar. Washington selalu mengelak klaim itu. Namun, di gurun pasir Nevada yang dibelah jalur 374 itu, ada banyak sekali fasilitas eksperimen militer rahasia AS, termasuk tempat pembuatan pesawat Stealth.

Ada juga pakar yang percaya, Nevada sering jadi persinggahan UFO, karena di negara bagian itu ada banyak reaktor nuklir. ET (Extra Terrestrial) mendaratkan pesawat-pesawat mereka ke dekat PLTN itu, untuk keperluan mengisi ulang baterai mesin mereka. Makhluk angkasa luar itu biasa mendarat dan beristirahat di jalur 375. Alasannya sederhana, jalan ini sangat sepi dan panjang. Ini cocok untuk lepas landas. Jalan raya yang satu ini memang sangat lengang. Bayangkan rata-rata hanya 53 mobil yang lewat setiap harinya.

Sampai sekarang memang tidak ada bukti konkret bahwa ET atau UFO pernah mendarat dan lepas landas dari jalur 357. Yang jelas, semakin banyak wisatawan yang ingin mengunjungi jalur itu. Tren ini kemudian mengilhami sejumlah warga setempat bersemangat menjerat para pelancong yang penasaran dengan UFO. Ada yang mendirikan penginapan dan festival-festival yang dihubung-hubungkan dengan kemunculan piring terbang dan makhluk angkasa luar.

Bahkan Gubernur Nevada Bob Miller menamakan jalur 357 sebagai Extraterrestrial Highway alias jalan raya makhluk angkasa luar. ''Kami ingin memastikan bahwa kita sudah menyambut bila mereka (UFO) benar-benar mendarat dari atas sana,'' ujar Miller. (mz)

Kliping berita tentang UFO di Kompas Online (tahun 1995-1998)





Kompas, 22 Agustus 1995
KILASAN KAWAT DUNIA SHEFFIELD - Para delegasi pada konferensi UFO (Unidentified Flying Objects) yang berlangsung di Sheffield, Inggris hari Minggu (20/8) lalu terlibat debat sengit. Sebagaimana UFO yang juga misterius, merek berdebat terutama menyangkut apakah film hitam putih merupakan bukti akhir dari adanya sebuah pesawat ruang angkasa asing yang jatuh di New Mexico AS 48 tahun lalu. Sebagian dari para pakar UFO itu yakin film tadi asli, sementara pakar lainnya tidak setuju. Film yang dibuat kameraman militer AS itu menggambarkan makluk dengan kepala botak besar, wajah dengan mata besar seperti kadal. Makhluk ini memiliki enam jari pada setiap tangan dan kakinya. Gambar ini diambil setelah jatuhnya sebuah pesawat ruang angkasa asing di gurun dekat Roswell, New Mexico tahun 1947. Film ini akan diputar di televisi, setelah dilakukan penyelidikan apakah film tadi asli.




Kompas 12 September 1995
KILASAN KAWAT DUNIA CURITIBA - Kongres para Pakar UFO (Unidentified Flying Object) Brazil ingin agar PBB mengakui ada kehidupan di planet lain. Ketua Kongres, Rafael Cury, Sabtu (9/9) mengatakan pengakuan tersebut kelak mencakup semua hubungan yang tak dapat dijelaskan. "Pokoknya nanti semuanya akan ditangani secara ilmiah," tuturnya. Sebagian pakar yang hadir di Curitiba, Brazil, itu mengaku pernah berhubungan dengan mahluk UFO. Mana yang lebih absurd? Tuntutan pengakuan seperti ini, naskah drama Menunggu Godot, atau teori Lubang Hitam Stephen Hawking?


Kompas, Kamis, 2 Juli 1998
WASHINGTON - Sejumlah laporan obyek terbang tak dikenal (UFO) mungkin perlu lebih diamati, meskipun tidak terbukti tentang orang hijau kecil di atasnya. Pers AS melaporkan Selasa (30/6), panel ilmuwan menyimpulkan sains terlalu mengabaikan UFO meskipun ada sejumlah laporan dan perhatian publik yang patut dipertimbangkan. Para ahli melakukan revisi independen pertama terhadap UFO itu sejak 1970. "Mungkin bermanfaat melakukan evaluasi teliti pada laporan UFO guna menarik informasi gejala luar biasa yang dewasa ini belum dikenal ilmu pengetahuan," tulis ahli fisika Universitas Stanford, Peter Sturrock. Thomas Holzer dari Colorado mengatakan, mempelajari laporan UFO dapat memberi sains pendalaman atmosfir Bumi dan mungkin gejala alamiah angkasa.



Kompas, Selasa, 15 April 1997
MENYELIDIKI PENCULIKAN ALIEN - Penulis dan peneliti UFO Spanyol Juan Jose Benitez akan pergi ke AS dan Kutub Utara untuk mempelajari laporan penculikan manusia oleh pesawat luar angkasa dari planet lain. Benitez merasa yakin di luar Bumi ada masalah komunikasi dengan manusia yang serius, bukan karena mereka tidak bisa berkomunikasi, tetapi karena lebih tertarik dengan kebebasan manusia. (AFP/awe)



Kompas, Selasa, 9 Desember 1997
ACAPULCO - Meksiko telah lama dibenci di AS karena mengekspor orang asing ilegal. Namun sejak 1991, negara itu telah menghadapi invasi orang asingnya sendiri, yakni orang dari luar bumi. Pers menyatakan Sabtu (6/12), hal itu diklaim ahli UFO (benda terbang tak dikenal) yang sedang berkumpul di kota wisata Pasifik itu, menghadiri Kongres UFO Dunia II, yang mulai Jumat dan berlangsung hingga Minggu. Kongres pertama diadakan di tempat ini 20 tahun lalu dan membicarakan kuliah yang dibawakan mendiang ahli fisika bintang Carl Sagan. Tidak ada peserta di konvensi dapat menandingi kemampuan ilmiahnya, tetapi para pendukung UFO, seperti ahli fisika nuklir Stanton Friedman, melakukan pendekatan ilmiah.



KOMPAS, Jumat, 16 Januari 1998
ZAGREB - Jako Vrancic, seorang pensiunan dan petani se-derhana di kota pesisir Sibenik, Kroasia, mengaku melihat empat makhluk angkasa luar mendarat di ladangnya ketika ia tengah menggembalakan ternaknya. Menurut Harian Vacernji List, ia melihat keempat makhluk yang berada di dalam pesawat angkasa luar itu mendarat perlahan di dekat tempatnya bekerja. Kata Vrancic, makhluk-makhluk itu agak pendek dan menyerupai anak kecil. Bahkan, mampu berbahasa Kroasia sehingga mereka dapat berkomunikasi. Namun, ketika ditawari makan, makhluk asing itu menolak dengan alasan tidak lapar.




Kompas, Kamis, 2 Juli 1998
WASHINGTON - Sejumlah laporan obyek terbang tak dikenal (UFO) mungkin perlu lebih diamati, meskipun tidak terbukti tentang orang hijau kecil di atasnya. Pers AS melaporkan Selasa (30/6), panel ilmuwan menyimpulkan sains terlalu mengabaikan UFO meskipun ada sejumlah laporan dan perhatian publik yang patut dipertimbangkan. Para ahli melakukan revisi independen pertama terhadap UFO itu sejak 1970. "Mungkin bermanfaat melakukan evaluasi teliti pada laporan UFO guna menarik informasi gejala luar biasa yang dewasa ini belum dikenal ilmu pengetahuan," tulis ahli fisika Universitas Stanford, Peter Sturrock. Thomas Holzer dari Colorado mengatakan, mempelajari laporan UFO dapat memberi sains pendalaman atmosfir Bumi dan mungkin gejala alamiah angkasa.





Kompas, Rabu, 13 Oktober 1999
KILASAN KAWAT DUNIA
DENVER - Banyak negara menggalakkan promosi pariwisata untuk memikat kunjungan mancanegara. Namun Judy Messoline, peternak di Colorado mengatakan Jumat (8/10), ia berharap, bila ia membangun menara pengamat UFO, makhluk asing-dan wisatawan-akan datang ke tempatnya. Messoline pindah ke Lembah San Luis, yang penuh dengan ceritera UFO, empat tahun silam. Setelah menonton pertunjukan televisi The X-Files dan mendengarkan legenda sinar melayang dan obyek terbang yang tidak dapat diterangkan, wanita itu mengatakan, Colorado sebenarnya dapat mempunyai lebih banyak daya tarik daripada cuma untuk bermain ski. Ia pun mengusulkan dan membangun menara pengawas setinggi tiga meter, di tanahnya dekat Hooper, Colorado.


Abducted by UFO: Sudjana Kerton's Testimony

Quoted from: TAFAKUR DI GALAKSI LUHUR, by Dedy Suardi, p. 102-106. Published by CV Rosda, Bandung, 1989.


It doesn't' seem quite fair that the UFO stories we hear are only from other countries. There are a lot of encounters between human and those extraterrestrials in our own country. The one that quite believeable is a testimony by an artist, Sudjana Kerton, that claimed to be abducted by UFO at Dago Pakar.

Before he went abroad, Kerton the painter didn't know anything about what UFO is, not to mention believing in it. But after he lived in Uncle Sam's country, ia had a strange vision that he wouldn't forget for the rest of his life. It happened when he was in Denver. The Denver plan was romanticly covered by the full moon. Suddenly a strange phenomena high above in the sky startled him. The "object" he saw looked like a big cigar that hovering in the sky, the body was changeable into green and yellow. And after a while, lights, so many of them that uncountable, radiated from round about the object (the unidentified plane). It happened in August 1953.

After the incident in Denver that night, Kerton started to read books about reported UFO, books written by great writers. And from some references he read, he reached to a conclusion that what he saw in Denver that night could be a mothership from outer space that once seen and photographed by George Adamski in Desert Centre.

After that impressive vision, a hunch kept coming as if "whispering" an instruction that he and his family had to go back to Indonesia in order to build a house on a hill. And somehow the artist followed the "instruction" hunch. So he came home to Bandung with his American wife and daughter. Soon after that he built a house on the mountainous Pakar, which had a strange construction that looked like a flying saucer.

In a particular lecture in Rotary Club, which I was there too, Sudjana Kerton told much about his special experience after he moved into his remote "round cage". It showed that UFO didn't only feel well in Denver or New York, but it also visited the unfamous Bukit Pakar for many times, as if those UFO's pilot knew that Kerton was back in his hometown.

In his claim, the artist that had international reputation, said that he often witnessed flying saucer that had strange light above his house, which his wife didn't notice. That was why his wife accused Kerton of being crazy for his crazyness about flying saucer. But the most impressive experience was when he was "visited" by a flying saucer late at night in 1979, when he was reading alone. That disk shaped unidentified ship that he often witnessed radiated light onto mountainous Dago Pakar at night, as if as looking for something, that time approached Kerton's workshop. Yes, approaching and approaching, untill his its shine touched the top of the trees near Kerton's workshop.

Sudjana Kerton
He was very shocked as that blinding light getting nearer as if as having desire to swallow him. Suddenly there was strange light shining all over him, hypnotising his consious. His soul wished to run away, but nevertheless, his body was stiffed, limped, with a strange consious covering him. In that "half dreaming" state, suddenly Kerton was picked up by two alien that looked like robot which was 95 cm in height. And those two creatures that walked "stiffly", guided Kerton who was unable to resist, passing through his yard, and then into a ship that hovering above the ground, walking on a beam of blinding light just like very delicate electromagnetic stairs.

In that "half dreaming" state, Kerton felt that he was brought to a very strange place which was all white, while he himself wondering: if he was still in the ship, or was brought to a faraway planet.
In half dreaming state, in an all white place, Sudjana Kerton met four "aliens" that were also in white which was about 3 metre. Kerton remembered that those tall creature looked like mongolian, with little eyes that a little upright in the edges, their mouth was like a thin line, and with a bold without hair head.

Still in that consiousness, Kerton didn't remember exactly what those "aliens" had done to him when he was in that white place. Then he realized, after he was suddenly back in his place (in the porch of his house), where he was kidnapped by those two robotic human. By the way, it turned out that he remembered vaguely when he just arrived in that strange ship, he saw a complicated picture that was carved on the wall (maybe a star map).

By the time he regained his consiousness, the UFO was gone. He felt horrible when he thought of that nightmare. Yes, he thought it was nightmare in the first place. But, ooohhhh..., his feet were covered by mud!

In that confusion, the sun rose, finally Kerton realized that the "experience" wasn't only a dream, moreover after he clearly saw his own footprints and those alien's printed firmly in his yard, that was wet and loose.

Every early in the morning, Kerton usually fed his chickens (with grain). But the strange thing was, in the morning after that incident, his chickens were sick, wouldn't get out of the cage for three days, as if as they were frightened. Could it be caused by the "electromagnetic" that was radiated from the flying saucer?

To strengthen authentic evidences on the remarkable incident, Sudjana Kerton made a casting mould of the abductor's footprints that if carefully noticed it seemed that the fingers were sharp and could be arrangged longer or shorter, to adapt to the slope it was stepping. Those short creatures guiding Kerton were only robots that were directly controlled from the cockpit of the ship.

Note: Sudjana Kerton passed away in April 1994.

Senin, 25 November 2019

Arsip Kliping UFO


Download:






Download kesemuanya sekaligus (rar) di Mediafire (317 MB)

Ebook: Penemuan Tentang UFO

Program digitalisasi buku-buku ufo lama berbahasa Indonesia.

Judul: Penemuan Tentang UFO
Penulis: Brinsley le Poer Trench
Penerbit: Pelangi, Bandung
Tahun: 1979

Ebook bisa didownload di Mediafire
Ukuran: 122 Mb

Ebook: Pendaratan Piring Terbang di Atas Bumi

Program digitalisasi buku-buku ufo lama berbahasa Indonesia.

Judul: Pendaratan Piring Terbang di Atas Bumi
Penulis: Desmond Leslie dan George Adamsi
Penerbit: Harapan Baru, Bandung
Tahun: 1979

Link download: Mediafire
atau di Scribd 

Ukuran: 38 Mb

Rahasia Mojave

RAHASIA MOJAVE 

Branton


Sumber:
The Secrets of the Mojave - Branton