Jumat, 30 Juli 2021

BETA TALKS - MENGUAK PENAMPAKAN BENDA TERBANG MISTERIUS: BANDUNG, 29 JULI 2021

 


Narasumber:

Fanfan Darmawan
Kang Aip

Rekaman video yang sempat beredar 29 Juli 2021 lalu memperlihatkan sekumpulan benda terbang misterius di langit Bandung. Beta UFO chapter Bandung berkesempatan melakukan penelusuran langsung dan menemui perekam videonya untuk memperoleh keterangan lebih jelas. Ikuti perbincangannya bersama kami pada:

Sabtu, 31 Juli 2021
Pukul 20.00 - selesai
LINK ZOOM 
MEETING ID
881 1949 9904 
#betatalks


Beta UFO: Penampakan UFO di Bandung itu Balon

 

Fan Fan Dermawan, pengurus Beta UFO mendatangi lokasi kejadian perekam penampakan kumpulan benda aneh berwarna putih yang melayang  di langit Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/07/2021)

Dunia maya dihebohkan depan penampakan kumpulan benda aneh berwarna putih yang melayang  di langit Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/07/2021). Video tersebut viral ketika diunggah pertama kalo oleh akun Instagram Bandung Talk yang beralamatkan di @bandungtalk.

Dalam rekaman yang berdurasi sekitar 5 (lima) detik itu terdapat kurang dari 30 benda berwarna putih berbentuk bulat tersebut melayang dengan formasi yang cukup berdekatan. Kejadian ini sendiri terekam pada pukul 08.30 WIB dan disaksikan oleh seluruh pekerja proyek bangunan sebuah hotel yang berjumlah 6 (enam) orang.

Fenomena ini pun membuat Komunitas pengamat fenomena UFO dan Alien, Beta UFO pun tertarik untuk melakukan investigasi secara langsung. Fan Fan Dermawan, pengurus Beta UFO di Bandung pun mendatangi lokasi yang beralamatkan di kawasan Jl.Dr Rum Bandung, sekitar Istana Plaza.

kang Irman Kirwok, Satpam di proyek tersebut pun menuturkan tentang penampakan yang dianggap cukup ganjil kepada Fan Fan. Menurutnya kumpulan benda putih tersebut terbang cukup tinggi namun masih berada di lapisan awan.


Irman, pria yang juga sebagai tangan pertama yang merekam fenomena ini pun memiliki video asli yang kami simpulkan setelah melakukan pengecekan tidak adanya format editing atapun manipulasi meski mereka memiliki smartphone.

Adapun lantaran durasi rekaman hanya 5 (lima) detik itu dikarenakan tidak ada yang langsung inisiatif merekam video sejak menit pertama dan saksi merekamnnya sambil tergesa-gesa karena objek yang ditangkap sudah mulai menjauh dan saksi kesulitan untuk merekamnya.

Hasil dari pengamatan dan pemantauan yang dilakukan Fan Fan mengungkapkan bahwa kemungkinan besar gerombolan benda tersebut adalah balon atau pasukan terjun payung. Hal tersebut lantaran lokasi penampakan tidak jauh dari Lanud Husein dan pangkalan AU Husein sekitar 2 (dua) atau 3 (tiga) km saja. Jadi asumsi bahwa ini adalah bagian aktivitas AU, masih memungkinkan.

“Kemungkinan benda tersebut adalah balon dari sebuah upacara atau perayaan yang dilepas ke udara. Terdengar masuk akal meski di periode PPKM apakah ada upacara yg melibatkan pelepasan puluhan balon?” ungkap Fan Fan. ***

Foto-foto investigasi yang dilakukan oleh Fan-Fan Darmawan dan Aip Nebula








Kamis, 29 Juli 2021

Misteri Insiden UFO Kecksburg

 

Selain insiden jatuhnya UFO di Roswell, Amerika. Fenomena yang tidak kalah populer terjadi di negara tersebut adalah peristiwa Insiden jatuhnya UFO Kecksburg di Pennsylvania pada 5 Desember 1965, kejadian ini mendapatkan banyak perhatian dan sempat menjadi isu nasional lantaran disebabkan banyaknya saksi yang melihat dan juga keterlibatan polisi dan pihak militer yang seolah menyembunyikan benda yang sebagian orang percaya adalah UFO.

Kejadiannya sendiri berlangsung pada sore hari pada pukul 16.47 waktu setempat terdapat cahaya menyilaukan dari bola api--sebagian ada yang mengatakan meteor--yang terbang terlihat dari Kanada,Ohio dan mendarat di hutan disertai bunyi dentuman dan menyebabkan kepulan asap berwarna biru--versi lainnya ada yang mengatakan bola api yang diduga adalah UFO meledak di udara dan menghasilkan cahaya berwarna warna hijau, kuning, dan ungu dan hasil ledakan itu jatuh di ladang gandum di Pennsylvania Barat.

Tak heran peristiwa ini pun mengundang banyak warga untuk melihat, beberapa penduduk di desa Kecksburg, salah satunya  adalah Eichler, anak berusia 13 tahun yang melihat jatuhnya benda tersebut ketika bermain baseball.

Laporan Insiden UFO Kecksburg (Atlasobscura.com)

Akhirnya tempat jatuhnya benda yang memiliki ciri berwarna tembaga sepanjang 15 kaki dengan bentuk seperti lonceng dan ada tulisan seperti  hieroglyph Mesir itu tak hanya didatangi oleh penduduk tetapi juga pemadam kebakaran, polisi negara bagian dan akhirnya militer.

Militer yang datang pun berbegas menutup daerah tersebut dan juga menghapus jejak. beberapa saksi mengatakan bahwa para anggota militer terlihat memindahkan sebuah objek besar ke sebuah truk, banyak saksi yang tidak melihat jelas objek apakah itu lantaran kesulitan akses saat militer "membersihkan" lokasi tersebut, bahkan ketika ada yang memfoto atau merekam, langsung direbut.

Tidak ada penjelasan resmi setelah kejadian tersebut, semuanya hanya berdasarkan teori. Misalnya Seorang astronom bernama Paul Annear mengatakan bola api itu kemungkinan sebuah meteor yang memasuki atmosfer bumi.

Namun setelah 40 tahun selang kejadian, yakni pada Desember 2005 silam, NASA menyatakan bahwa apa yang terjadi di Kecksburg adalah pecahan logam dari satelit Rusia yang masuk kembali ke atmosfer dan pecah. Anehnya, catatan tentang peristiwa ini hilang di tahun 90-an--hal yang membuat NASA sempat dituntut dengan alasan Freedom of Information Act. NASA kemudian setuju untuk mencari kembali catatan ini tapi akhirnya tidak ketemu sehingga fenomena ini tetap misteri.

Kasus hilangnya dokumen penting di NASA adalah hal yang kerap terjadi, salah satunya yang paling fenomenal adalah rekaman asli pendaratan Apollo 11 di bulan.

Meski demikian pakar luar angkasa,  Jim Oberg mengatakan NASA mungkin saja tidak memiliki tentang catatan terkait peristiwa tersebut lantaran saat kejadian insiden jatuhnya UFO di Kecksburg yang bertanggungjawab adalah pihak militer. 

Pendapat lain diutarakan oleh MUFON, sebuah organisasi penelitian UFO menyatakan bahwa bjek yang dilaporkan mendarat di Kecksburg adalah satelite mata-mata Angkatan Udara Amerika, namun ketika diluncurkan gagal mengorbit sehingga jatuh.

Menjadi Pop Culture

Alat peraga UFO Kecksburg , dibuat untuk acara Unsolved Mysteries, saat ini dipajang di dekat stasiun pemadam kebakaran Kecksburg (wikipedia.org).

Meski kejadian jatuhnya UFO ini masih menjadi misteri, namun peristiwa ini akhirnya menjelma menjadi pop culture di mana hampir setiap tahun orang dari penjuru dunia festival UFO tahunan di sana. 

Layaknya sebuah acara pergelaran di sana banyak orang memakain kostum Alien dan UFO, live music, kembang api, wahana permainan anak-anak serta kerajinan tangan dan suvernir bertema UFO dll.

Selain itu banyak acara stasiun televisi juga menjadikan Insiden UFO Kecksburg sebagai salah satu tayangan yang seru. Misalnya di acara Nazi UFO yang ditayangkan oleh Discovery Channel menyatakan bahwa UFO yang jatuh adalah UFO buatan Nazi bernama Die Glocke atau Bell Nazi, pesawat anti gravitasi yang dibuat menyerupai Vimana--wahana terbang itu disebut dalam kitab Ramayana dan Mahabharata.

Namun tayangan yang cukup menggemparkan adalah pada tahun 1990 di mana siaran televisi NBC berjudul Unsolved Mysteries menyibak rahasia detail tentang UFO yang jatuh tersebut semisal bentuknya seperi biji dan sebesar mobil Volkswagen Beetle serta adanya tulisan menyerupai hieroglif Mesir. Saking modalnya, mereka pun membuat Alat peraga dan kemudian dipajang di desa tersebut--yang kemudian menarik simpati turis dari negara manapun untuk mengunjungi lokasi ini. 


Sumber:

https://en.wikipedia.org/wiki/Kecksburg_UFO_incident

https://travel.detik.com/destination/d-2296174/misteri-monumen-ufo-yang-aneh-di-as

https://www.tribunnewswiki.com/2019/12/09/hari-ini-dalam-sejarah-9-desember-1965-insiden-ufo-kecksburg-bola-api-terlihat-di-langit-amerika

https://www.liputan6.com/global/read/2673546/9-12-1965-geger-bola-api-misterius-meledak-di-pennsylvania



Hybrid dan Transfer Soul Alien

I, Frankenstein

Oleh: Nur Agustinus

Membahas tentang alien abduction memang banyak hal yang bisa dibilang kontroversial. Fenomena ini ada yang mengatakan bahwa sudah terjadi sejak lama dan sering dikaitkan dengan aktivitas demon. Memang, perkembangan penyelidikan yang ada membuat para peneliti mau tidak mau akan kembali menengok ke penjelasan metafisika atau paranormal. Ada ruang kajian yang bersinggungan, ibarat kalau dalam budaya populer, ini bisa masuk ke genre science fiction maupun horror.

Ada sebuah film yang cukup menarik bagi saya, judulnya "I, Frankenstein", bercerita tentang Adam, ciptaan Dr. Victor Frankenstein yang merupakan makhluk hidup tapi tidak punya soul. Dia menjadi rebutan antara pihak demon (iblis) dan gargoyle. Gargoyle ini mitosnya adalah penjaga manusia dan mereka berperang melawan demon di bumi ini.  Gargoyle ini patungnya sering ada di atap-atap gereja atau bangunan kuno. Mereka makhluk bersayap, ada yang bersayap seperti kelelawar, tapi ada juga yang sayapnya seperti sayap malaikat atau burung. Makhluknya seperti batu, tetapi mereka juga bisa shape shifting, berubah wujud seperti manusia.

Para demon ini sudah berinteraksi hidup bersama manusia, punya bisnis dan komunitas. Demikian juga para gargoyle. Demon ini aslinya bentuknya seperti makhluk yang kita kenal sebagai reptilian. Mereka juga shape shifter, bisa berwujud seperti manusia. Dalam visualisasi di film "I, Frankenstein" ini, mereka terkesan seperti Men In Black. Barangkali ada pesan yang ingin disampaikan bahwa MIB adalah alien atau demon.

Pangeran Naberius


Pimpinan demon ini, pangeran Naberius, ingin mempelajari ilmunya Frankenstein, yaitu membuat mayat menjadi hidup. Tujuannya, kalau mereka berhasil menghidupkan mayat menjadi makhluk hidup yang tanpa soul seperti Adam, maka soul-soul demon bisa naik dari tempat mereka yang ada di bawah bumi, untuk mengisi tubuh-tubuh tersebut. Jadi, mayat yang hidup ini akan menjadi container yang bisa dipakai mereka.

Saya teringat pada sebuah kasus alien abduction yang dialami oleh Linda Porter. Kasusnya diteliti oleh Linda Moulton Howe. Linda menceritakan bahwa ia berulang diculik oleh alien, salah satu alien yang menjumpainya adalah tipe mantis. Linda juga ditunjukkan sebuah proses pembuatan hybrid dan juga kloning, termasuk ada alat yang bisa mengeluarkan soul seseorang dan dimasukkan ke tubuh kloningannya atau hybrid yang berada di dalam tabung lain.


Linda Porter melihat soul saat dipindahkan.
 
 
Hybrid atau kloning yang dilihat Linda Porter.


Hal ini nampaknya sama seperti yang ada di film "I, Frankenstein" ini. Bahwa tubuh-tubuh itu merupakan wadah atau container untuk diisi soul. Jadi, apakah agenda alien abduction adalah seperti itu? Membuat makhluk hybrid untuk menjadi wadah bagi para etheric beings yang saat ini ada di bumi atau dimensi lain? Lalu untuk apa makhluk-makhluk ini? Ada yang mengatakan bahwa mereka menjadi budak atau pekerja. Ada juga yang mengatakan bahwa makhluk hybrid ini akan menggantikan manusia. Jadi ini semacam agenda invasi oleh alien. Saya belum bisa menarik kesimpulan itu, namun berdasar dari banyak informasi, termasuk yang banyak dipaparkan di budaya populer, memang makhluk-makhluk hybrid ini direncanakan untuk menggantikan kita, sebagai suatu proses evolusi. Atau... jangan-jangan kita sendiri yang saat ini berkuasa di bumi ini, dulunya juga makhluk hybrid yang menggantikan spesies cerdas yang ada di bumi ini sebelumnya, seperti manusia neanderthal dan lainnya. 

(Surabaya, 29 Juli 2021)

Senin, 26 Juli 2021

Bagaimana Astronot Mencuci Baju Mereka di Luar Angkasa?

 


Pernakah anda bertanya-tanya, bagaimana astronot mencuci pakaian di luar angkasa sana? Jawabannya, mereka sama sekali tidak pernah mencuci pakaian.

Di luar angkasa, para astronot layaknya kehidupan mereka di bumi menggunakan pakaian lengkap. Mulai dari baju, celana, kaus kaki hingga menggunakan celana dalam. Namun, layaknya di bumi, baju mereka juga bisa kotor karena keringat dan menyebabkan bau. Bila itu terjadi, yah mereka akan membuangnya.

Kelihatannya sepele, namun pakaian kotor itu menjadi masalah bagi Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) maupun lembaga lainnya seperti Badan Antariksa Eropa (ESA). Pakaian kotor tersebut akan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)--tempat astronot menetap--selama bertahun-tahun menumpuk dan kemudian di bawa kembali ke Bumi. 

Lantas mengapa tidak dicuci? Jawabannya sederhana. Ketersediaan air di ISS sangatlah sedikit. Selain itu air di sana digunakan untuk kebutuhan lainnya yang lebih penting. Selain ditumpuk, pakaian kotor tersebut bisa dibuang dan akan terbakar di atmosfer, namun NASA ingin mengubah kebiasaan tersebut, apalagi biaya "ongkir" pakaian baru untuk dikenakan para astronot juga mahal. Setiap tahunnya satu orang astronot setidaknya membutuhkan pakaian sebesar 68 kilogram. Jumlah yang signifikan tentunya. 

Pakaian kotor sendiri paling banyak berasal dari pakaian yang dipakai untuk olahraga. Olahraga menjadi penting di ISS, sebab di gravitasi 0 (nol) tubuh perlu banyak bergerak karena selama di luar angkasa  jantung, otot, tulang, dan organ-organ tubuh berkembang secara berbeda dan ditakutkan akan berdampak buruk bila ketika kembali ke bumi.

Frank De Winne, Astronot ESA asal Belgia mengatakan bahwa selama di ISS dirinya hanya mengganti satu pakaian selama satu tahun hal ini untuk mencegah penumpukan pakaian di sana.

"Di sini tidak ada mesin cuci dan air sangat langka, dan kami harus mendaur ulang air untuk kami gunakan," kata  pria berusia 6o tahun tersebut.

"Ketika kami berolahraga kami berkeringat dan kaus kaki ganti seminggu sekali, kami tidak mencuci baju kami, kami hanya menggantinya dari waktu ke waktu,"  

Sumber:
https://sains.sindonews.com/read/491994/767/bagaimana-para-astronot-mencuci-pakaian-mereka-ini-jawaban-nasa-1627182437

https://learningenglish.voanews.com/a/how-do-astronauts-clean-their-clothes-in-space/5941344.html

 

Rabu, 07 Juli 2021

Barmanou, Bigfoot di Pakistan?


Barmanou ( Barmanu atau Baddmanus ) adalah humanoid primata kriptid dikatakan tinggal di wilayah pegunungan barat Pakistan.

Penampakan telah dilaporkan oleh para gembala yang tinggal di pegunungan. Ahli zoologi Jordi Magraner, seorang Spanyol yang tinggal di Prancis, meneliti Barmanou secara ekstensif.

Barmanou adalah padanan dari Pakistan Bigfoot. Istilah Barmanou digunakan dalam beberapa bahasa Pakistan  termasuk Khowar, Shina, Hindko dan Kashmiri.

Selain nama Barmanou, ada juga nama lokal lainnya. Kisaran Barmanou yang diusulkan berada di kisaran Chitral dan Karakoram, antara Pamir dan Himalaya.

Makhluk ini menempatkan jangkauannya di rentang wilayah antara  dua kriptid yang lebih terkenal, Almas dari Asia Tengah dan Yeti dari Himalaya.

Barmanou diduga memiliki karakteristik manusia dan kera dan dikatakan menculik wanita dan mencoba kawin dengan mereka.

la juga dilaporkan memakai kulit binatang di punggung dan kepalanya. Barmanou muncul dalam cerita rakyat di wilayah utara Pakistan dan tergantung dari mana asal ceritanya, Barmanou cenderung digambarkan sebagai kera atau manusia liar.

Pencarian pertama di Pakistan untuk manusia Bipedal Humanoid dilakukan oleh ahli zoologi Spanyol, Jordi Magraner dari tahun 1987 hingga 1990.

Dia menulis makalah Les "Hominid├ęs reliques d'Asie Centrale" tentang manusia liar kriptid Pakistan.

Pada bulan Mei 1992, sebuah pencarian di lembah Shishi Kuh, Chitral, Dr. Anne Mallasseand dilaporkan mengatakan bahwa suatu saat pada larut malam, dia mendengar suara parau yang tidak biasa yang hanya dapat dihasilkan oleh pita suara primitif. Tidak ada kemajuan lebih lanjut yang bisa dibuat. Selain itu, Dr. Anne Mallasseand tidak dapat merekam suara.

Makhluk gua yang mirip manusia ini konon menghantui alam liar di Afghanistan Timur dan Lembah Shishi Kuh di Pakistan.

Diperkirakan terkait dengan humanoid purba, seperti Neanderthal, Barmanou dikatakan tinggal di pegunungan Hindukush dan Karakoram, antara Pamir dan Himalaya serta lembah m Shishi Kuh, yang terletak di wilayah Chitral di Pakistan Utara.

Wilayah ini menempatkan Barmanu tepat di antara dua kriptid yang lebih terkenal, "Yeti" Himalaya dan "Almas" di Asia Tengah, yang dikatakan memiliki sifat mirip Neanderthal.

Faktanya, hubungan Neanderthal berjalan begitu dalam sehingga Barmanu sering digambarkan sebagai persilangan antara pria dan kera, dan diduga gemar menculik wanita muda dengan tujuan untuk kawin dengan mereka.

Juga dilaporkan memakai kulit binatang di punggung dan tengkoraknya. Kisah makhluk ini sering disertai dengan cerita tentang baunya yang mengerikan.

Sebuah ciri yang membuat beberapa peneliti menduga bahwa  manusia-binatang ini mungkin kurang seperti Neanderthal daripada primata misteri lainnya, seperti "Bigfoot" atau "Sasquatch" Amerika Utara dan "Skunk Ape".

Meskipun legenda seputar makhluk ini telah ada di Pakistan utara selama berabad-abad, binatang misterius ini pertama kali dibawa ke perhatian internasional oleh ahli zoologi Spanyol terkemuka, Jordi Magraner.

Seorang siswa dari bapak cryptozoology sendiri, Bernard Heuvelmans. Magraner berusaha untuk mengungkap teka-teki ini dan menjadikannya pekerjaan seumur hidupnya.

Antara 1992 dan 1994, Magraner mencari bukti bersama dengan Dr. Annen Mallasseand. Selama ekspedisi melalui lembah Shishi Kuh, para penyelidik tidak hanya mencatat catatan saksi mata, tetapi juga menemukan jejak kaki mirip primata.

Tim Eropa juga mendengar apa yang digambarkan sebagai suara parau yang hanya bisa dibuat oleh "kotak suara primitif primata."

Ketika anggota ekspedisi meminta saksi mata untuk memilih di antara berbagai gambar "Hairin Hominids" yang paling mirip dengan Barmanu, gambar yang paling sering dipilih adalah gambar dari "Minnesota Iceman" yang legendaris.

Entitas ini juga dikatakan jauh lebih mirip manusia daripada tipikal kera misteri atau peninggalan hominid.

Tragisnya, Magraner dibunuh oleh salah satu pemandu Pakistan pada 2 Agustus 2002, kurang dari sebulan sebelum dia berencana pulang ke rumahnya di Prancis.
 
Orang hanya bisa berharap bahwa Barmanu sendiri tidak akan mengalami nasib yang sama dengan penduduk setempat di wilayah yang dilanda perang itu.