Minggu, 21 Juni 2020

KISAH NYATA PENCULIKAN ALIEN ABDUCTION TIPE CE (Close Encounter) IV ANTONIO VILLAS BOAS

KISAH NYATA PENCULIKAN ALIEN ABDUCTION TIPE CE (Close Encounter) IV
ANTONIO VILLAS BOAS, 15 OKTOBER 1957, MINAS GERAIS, BRAZIL

TERJEMAHAN DARI :
EPISODE 3 - SEMENCE POUR DES ETOILES (PAGE 29-35)
CEUX VENUS D'AILLEURS, Lob, Jacques and Gigi, Robert, 1973

Komik diterjemahkan oleh Anugerah Sentot Sudono dan pernah dipasang di FB BETA-UFO NETWORK.


















Kamis, 02 April 2020

Michio Kaku tentang alien

"Saya pikir di suatu tempat di luar sana, ada jalan raya. Jalan raya yang berisi jiwa2 jutaan alien. Yang bepergian melintasi galaksi dengan kecepatan cahaya, melihat keajaiban dari alam semesta, pada kecepatan maksimum yang diizinkan oleh Albert Einstein. Dan, jika itu tepat di sebelah kita, bisakah kita manusia mendeteksi jalan raya ini? Tidak..." ~Michio Kaku (Ancient Aliens, The Trans-Dimensionals, season 14 episode 11.)

Minggu, 08 Maret 2020

Masalah UFO di Forum PBB



Hari Senin tanggal 27 November 1978 merupakan saat bersejarah bagi masalah UFO: pada hari itu masalah UFO dibicarakan di dalam Komite Politik Khusus dari Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke-33, dengan mata acara no. 126 yang berbunyi: Pembentukan suatu badan atau bagian dari PBB untuk melakukan, mengkordinasikan dan menyebarluaskan hasil penelitian UFO dan gejala-gejala yang bertalian. Dengan demikian masalah UFO yang kontroversial itu, yang sebelumnya telah 31 tahun lamanya menjadi pemberitaan dunia, akhirnya menjadi pembicaraan resmi di forum PBB.
 
Adalah sangat berguna bagi kita untuk mempelajari penyajian masalah UFO di forum PBB itu, oleh karena selain bersifat unik baik di dalam sejarah badan dunia tadi maupun di dalam sejarah UFO, bahan-bahan yang dikemukakan bersifat autentik sehingga dapat mengantarkan para pembaca ke dalam masalah UFO serta intisari persoalannya.

Masalah UFO untuk pertama kali diajukan ke forum PBB pada tahun 1975 oleh Sir Eric Matthew.Gairy, Perdana Menteri Grenada, suatu negara kecil yang terdiri dari sebuah pulau di Hindia Barat dengan penduduk 100.000 jiwa. Di dalam perdebatan umum di Majelis Umum PBB tahun berikutnya, ia mengimbau negara-negara besar untuk menyediakan informasi dan data lain tentang UFO bagi negara-negara dan rakyat lain di bumi ini.
Kemudian di dalam suratnya tertanggal 14 Juli 1977, negarawan itu mengusulkan agar di dalam acara Majelis Umum PBB dalam sidangnya yang ke-32 dicantumkan masalah pembentukan suatu badan atau bagian dari PBB untuk melakukan, mengkordinasikan dan menyebarluaskan hasil peneliatian UFO dan gejala-gejala lain yang bertalian. Di dalam memori penjelasannya dikemukakan, bahwa yang dituju ialah adanya diskusi terbuka mengenai masalah UFO yang dipandangnya sangat penting dan besar artinya bagi umat manusia dewasa ini.
Di dalam sidang Komite Politik Khusus pada tanggal 27 November 1978 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 147 negara anggota PBB, delegasi Grenada mengadakan penyajian tentang masalah UFO dengan dibantu oleh suatu panel ilmiah yang terdiri dari Dr.J.Allen Hynek, Dr. Jacques Vallee, Letnan Kolonet Penerbang Larry Coyne dan Stanton T. Friedman.

Sir Eric M. Gairy
Sir Eric M.Gairy merupakan seorang pembicara di forum PBB yang memiliki gaya tersendiri. Pidatonya bernada keagamaan dan ketuhanan, bahkan pernah ada yang diakhiri dengan doa seperti lazimnya di dalam gereja. Kecuali penelitian UFO, Sir Eric M. Gairy juga mengusulkan supaya PBB mendirikan departemen atau badan untuk menyelidiki gejala-gejala paranormal.

Di dalam kata pembukaannya bagi penyajian masalah UFO, Perdana Menteri Sir Eric M. Gairy menerangkan mengapa Grenada begitu memikirkan masalah UFO dan bukan hal-hal lain yang langsung menyangkut perkembangan dunia. Dijelaskannya bahwa seluruh dunia sudah terlalu memikirkan masalah-masalah internasional yang ditilik dari sudut kepentingan tiap-tiap negara hal tersebut mudah dimengerti sehingga mereka seakan-akan lupa atau sangat sedikit memikirkan masalah-masalah internasional yang menyangkut dunia sebagai suatu keseluruhan. Motifnya untuk mengemukakan masalah UFO di forum PBB ialah “kepercayaan kepada adanya Yang Mahakuasa, dan pengakuan bahwa gejala UFO merupakan salah satu cara-Nya untuk berhubungan dengan umat manusia. Saya tahu bahwa merupakan tugas umat manusia untuk mempelajari dan mengerti lebih baik para utusan itu.”




Jumat, 21 Februari 2020

UFO di Jakarta, 1982

Informasi ini dilaporkan oleh saksi mata lewat Venzha Christ dari v.u.f.o.c dan dibagikan ke Indonesia UFO Network serta diterima oleh BETA-UFO pada tanggal 20 Februari 2020



Saya J. Seno Aditya Utama, disapa Seno.  Minggu pagi sekitar pukul 9-10, saya pergi bersama Bapak (A. Djuwardi) menuju kediaman kerabat di Slipi.  Langit cerah dengan awan yang tipis dan suhu sejuk.  Saya duduk di bangku belakang, sementara Bapak di depan mengemudikan VW Kodok hijaunya.  Saya tinggal di Jelambar-Jakarta Barat dan salah satu ruas jalan yang saya lewati saat itu adalah Pasar Velbak Tambora, wilayah Jembatan Besi.  Situasi lalu lintas pagi itu lancar.  Disekitar sana kendaraan kami sejenak mengarah ke Utara untuk mencari putaran berbalik ke Selatan, untuk mengarah Grogol lalu ke Slipi.  Sebagai gambaran, saat ini tidak jauh dari lokasi tempat saya berputar terdapat Mal Season City.


Beberapa meter sebelum berbalik arah, dari celah kursi depan, pandangan saya tertambat pada sebuah benda di langit Utara. Warnanya logam abu-abu, bagian atasnya berbentuk mangkuk setengah lingkaran dan bagian bawahnya lempengan pipih.  Kehadirannya membuat saya tertarik.  Saya kemudian memajukan tubuh dan bersandar pada kedua kursi depan.  Seiring kendaraan yang terus bergerak dan berputar arah, saya lalu berpindah posisi, mendekatkan wajah hingga menempel ke kaca jendela sebelah kiri. Maklum, saat itu saya sekitar kelas 4 SD, tubuh saya kecil.  Bila saya duduk seperti biasa dengan cara bersandar, maka pandangan saya akan terhalang oleh sisi dalam bagian belakang kendaraan (Cat: Bukan pintu belakang, sebab VW pintu penumpangnya dua).  Dengan cara ini saya kemudian dapat leluasa melihat benda tersebut.  Namun demikian, ada hal lain juga yang membantu saya dapat melihatnya: benda tersebut diam, seperti menggantung di udara.  Saya perkirakan melayang rendah, dari pandangan lurus sekitar 35 derajat ke atas. 

Sketsa UFO yang dilihat oleh saksi mata.

Sejak sesaat ingin berbalik arah sehingga kendaraan harus melambat, hingga kendaraan membelakangi benda tersebut dan kembali melaju, tidak putus saya melihatnya.  Durasi proses tersebut berlangsung 10-15 detik.  Saya kemudian melepaskan pandangan seiring laju kendaraan yang semakin menjauh dari lokasi titik pandang.  Saya tidak tahu yang terjadi sesudahnya.  Namun demikian seingat saya, dalam media massa besoknya, diberitakan tentang adanya penampakan benda asing di langit Jakarta kemarin.  Apakah hal ini merujuk benda yang saya lihat pagi itu?  Entahlah, meski sebagai sebuah kemungkinan, mungkin saja.


Seno (kanan) saat menyampaikan pengalamannya melihat UFO ke Venzha Christ. Foto dari Indonesia UFO Network.