Rabu, 07 Juli 2021

Barmanou, Bigfoot di Pakistan?


Barmanou ( Barmanu atau Baddmanus ) adalah humanoid primata kriptid dikatakan tinggal di wilayah pegunungan barat Pakistan.

Penampakan telah dilaporkan oleh para gembala yang tinggal di pegunungan. Ahli zoologi Jordi Magraner, seorang Spanyol yang tinggal di Prancis, meneliti Barmanou secara ekstensif.

Barmanou adalah padanan dari Pakistan Bigfoot. Istilah Barmanou digunakan dalam beberapa bahasa Pakistan  termasuk Khowar, Shina, Hindko dan Kashmiri.

Selain nama Barmanou, ada juga nama lokal lainnya. Kisaran Barmanou yang diusulkan berada di kisaran Chitral dan Karakoram, antara Pamir dan Himalaya.

Makhluk ini menempatkan jangkauannya di rentang wilayah antara  dua kriptid yang lebih terkenal, Almas dari Asia Tengah dan Yeti dari Himalaya.

Barmanou diduga memiliki karakteristik manusia dan kera dan dikatakan menculik wanita dan mencoba kawin dengan mereka.

la juga dilaporkan memakai kulit binatang di punggung dan kepalanya. Barmanou muncul dalam cerita rakyat di wilayah utara Pakistan dan tergantung dari mana asal ceritanya, Barmanou cenderung digambarkan sebagai kera atau manusia liar.

Pencarian pertama di Pakistan untuk manusia Bipedal Humanoid dilakukan oleh ahli zoologi Spanyol, Jordi Magraner dari tahun 1987 hingga 1990.

Dia menulis makalah Les "Hominid├ęs reliques d'Asie Centrale" tentang manusia liar kriptid Pakistan.

Pada bulan Mei 1992, sebuah pencarian di lembah Shishi Kuh, Chitral, Dr. Anne Mallasseand dilaporkan mengatakan bahwa suatu saat pada larut malam, dia mendengar suara parau yang tidak biasa yang hanya dapat dihasilkan oleh pita suara primitif. Tidak ada kemajuan lebih lanjut yang bisa dibuat. Selain itu, Dr. Anne Mallasseand tidak dapat merekam suara.

Makhluk gua yang mirip manusia ini konon menghantui alam liar di Afghanistan Timur dan Lembah Shishi Kuh di Pakistan.

Diperkirakan terkait dengan humanoid purba, seperti Neanderthal, Barmanou dikatakan tinggal di pegunungan Hindukush dan Karakoram, antara Pamir dan Himalaya serta lembah m Shishi Kuh, yang terletak di wilayah Chitral di Pakistan Utara.

Wilayah ini menempatkan Barmanu tepat di antara dua kriptid yang lebih terkenal, "Yeti" Himalaya dan "Almas" di Asia Tengah, yang dikatakan memiliki sifat mirip Neanderthal.

Faktanya, hubungan Neanderthal berjalan begitu dalam sehingga Barmanu sering digambarkan sebagai persilangan antara pria dan kera, dan diduga gemar menculik wanita muda dengan tujuan untuk kawin dengan mereka.

Juga dilaporkan memakai kulit binatang di punggung dan tengkoraknya. Kisah makhluk ini sering disertai dengan cerita tentang baunya yang mengerikan.

Sebuah ciri yang membuat beberapa peneliti menduga bahwa  manusia-binatang ini mungkin kurang seperti Neanderthal daripada primata misteri lainnya, seperti "Bigfoot" atau "Sasquatch" Amerika Utara dan "Skunk Ape".

Meskipun legenda seputar makhluk ini telah ada di Pakistan utara selama berabad-abad, binatang misterius ini pertama kali dibawa ke perhatian internasional oleh ahli zoologi Spanyol terkemuka, Jordi Magraner.

Seorang siswa dari bapak cryptozoology sendiri, Bernard Heuvelmans. Magraner berusaha untuk mengungkap teka-teki ini dan menjadikannya pekerjaan seumur hidupnya.

Antara 1992 dan 1994, Magraner mencari bukti bersama dengan Dr. Annen Mallasseand. Selama ekspedisi melalui lembah Shishi Kuh, para penyelidik tidak hanya mencatat catatan saksi mata, tetapi juga menemukan jejak kaki mirip primata.

Tim Eropa juga mendengar apa yang digambarkan sebagai suara parau yang hanya bisa dibuat oleh "kotak suara primitif primata."

Ketika anggota ekspedisi meminta saksi mata untuk memilih di antara berbagai gambar "Hairin Hominids" yang paling mirip dengan Barmanu, gambar yang paling sering dipilih adalah gambar dari "Minnesota Iceman" yang legendaris.

Entitas ini juga dikatakan jauh lebih mirip manusia daripada tipikal kera misteri atau peninggalan hominid.

Tragisnya, Magraner dibunuh oleh salah satu pemandu Pakistan pada 2 Agustus 2002, kurang dari sebulan sebelum dia berencana pulang ke rumahnya di Prancis.
 
Orang hanya bisa berharap bahwa Barmanu sendiri tidak akan mengalami nasib yang sama dengan penduduk setempat di wilayah yang dilanda perang itu.

Senin, 21 Juni 2021

Daftar Pemilih yang masuk (Data masih belum diverifikasi sesuai persyaratan)

Daftar pemilih ini belum merupakan Daftar Pemilih Tetap karena masih menunggu diverifikasi oleh panitia. Daftar ini adalah yang mengisi form Pendataan Pemilih Calon Ketua BETA-UFO INDONESIA 2021-2026. Bila ditemukan data yang tidak sesuai dengan ketentuan atau persyaratan, maka tidak berhak memilih.   

Catatan: Alamat email dan akun FB disembunyikan.   

Klik di sini untuk melihat.

 

 



Rabu, 16 Juni 2021

PENDATAAN PEMILIH UNTUK PEMILIHAN KETUA BETA-UFO INDONESIA PERIODE 2021-2026

Petunjuk dan pengumuman:

Harap mengisi form pendaftaran di http://www.betaufo.org/pilkbu dengan benar untuk pendataan calon pemilih dari pemilihan ketua BETA-UFO Indonesia Periode 2021-2026. Untuk bisa memilih, Anda harus mengisi formulir ini dan menjadi anggota dari FB Group Betaufo Network. Jika belum, harap segera menjadi member di https://www.facebook.com/groups/betaufofb. Jika nama tidak ditemukan sebagai member FB Group Betaufo Network, maka tidak bisa diikutkan dalam pemilihan.

Penerimaan membership FB Group Betaufo Network akan ditutup sementara mulai tanggal 24 Juni 2021 hingga pemilihan berakhir. Alamat email yang dicantumkan harus yang benar dan aktif digunakan sebab link untuk voting akan dikirimkan via email mendekati hari pemilihan yaitu tanggal 30 Juni 2021.

Jangan melakukan kesalahan pada pengisian sebab hanya bisa sekali mengisi dan mungkin akan kesulitan mengeditnya kembali.

Prosedur pelaksanaan:

1. Pendataan pemilih: Pemilih mengisi form pemilih. Paling lambat tanggal 20 Juni 2021.

2. Pemilih harus terdaftar sebagai member FB Betaufo network dan bagi yang belum ikut harus masuk selambatnya 24 Juni 2021.

3. Pada tanggal 25-26 Juni 2021, Panitia akan merekap data pemilih, mencocokkan data pemilih dengan keanggotaan di FB  Group Betaufo Network. Bagi yang tidak tercatat sebagai member di FB Group Betaufo Network, tidak memenuhi syarat dan tidak bisa memilih.

4. Tanggal 26 Juni 2021 akan ada pemaparan Visi dan Misi dari calon ketua, diadakan via Zoom dengan link zoom https://us02web.zoom.us/j/85855746114 mulai jam 20.00 WIB (Zoom Meeting ID: 858 5574 6114)  

5. Tanggal 28-30 Juni 2021 tidak boleh lagi kampanye.

6. Tanggal 28-29 Juni 2021 pemilih memenuhi syarat akan dikirimi email atau pengumuman untuk melihat email berisi link utk  voting.

7. Link untuk voting baru bisa diakses selama tanggal 30 Juni 2021.

Terima kasih.

http://www.betaufo.org/pilkbu


Panitia Permilihan
Ketua BETA-UFO Indonesia
Periode 2021-2026

 


 

Selasa, 09 Februari 2021

Close Encounter of The Third Kind di jaman Jepang di Sawangan, Depok (1942-1945)

Fauzan Luthfi Agustin
Laporan ini masuk ke BETAUFO melalui whatsapp group dari Sdr. Fauzan Luthfi Agustin pada tanggal 8 Februari 2021. Sebelumnya juga pernah diceritakan langsung saat gathering BETAUFO di AEON Mall BSD City, Tangerang, tanggal 23 April 2017. Menurut penuturan Sdr. Fauzan, neneknya yang bernama Kani, pernah melihat benda terbang mirip bakul (tempat nasi) terbalik. Kata neneknya saat itu masih jaman Jepang. Neneknya meliat benda terbang itu sedang melayang di tengah sawah, lalu dari kejauhan neneknya melihat, benda terbang turun dan kemudian keluar bocah kecil. Kejadiannya sore  waktu itu. Dikatakan banyak bocah kecilnya. Lalu, neneknya mendatangni dan teriak, "Lu bocah udah sore, pada pulang sono." Didatangi justru mereka sepertinya takut dan masuk lagi ke bakul kebalik tersebut lalu kemudian terbang. Hal itu diceritakan oleh nenek Fauzan sebelum sakit dan wafat.

Neneknya sempat bercerita, bahwa ada dua kali sebenarnya melihat hal yang seperti itu. Yang kedua saat di kebon pisang. Nampak juga bakul kebaliknya dan di dalamnya ada bocah kecilnya juga. Terbang di atas kebon. Menurut Fauzan, neneknya hanya mengatakan ada bocah kecil, tidak ingat pasti tahunnya. Kejadian di Bojongsari Baru, dahulu masih daerah Sawangan (Pelita Jaya), di depok, Jawa Barat. Sekarang sudah menjadi bagian Bojongsari Baru. Sawahnya sudah menjadi lapangan bola sekarang. Neneknya juga bercerita bahwa sehabis kejadian itu, langsung disuruh matiin pelita (penerangan yang menggunakan api) dan masuk ke lubang perlindungan di bawah tanah. Dulu kalau ada info pasukan udara jepang datang, diperintahkan untuk mematikan semua sumber cahaya agar daratan tidak kelihatan oleh pasukan udaranya Jepang.

Yang mengetahui cerita ini adalah Fauzan, juga ayah dan ibunya. Saat ditanya bocah kecilnya itu seperti apa, dijawab, "yaa bocah kecil." Menurut ayah Fauzan, benda seperti bakul terbalik itu yang dilihat mertuanya mendarat di tengah sawah. Makhluk yang keluar seperti anak kecil tetapi bukan manusia. Makhluk-makhluk itu kecil, kurus dan plontos (tidak berambut). Rumah-rumah saat itu jaraknya masih jauh-jauh, sepi dan jarang orang. Ayahnya malah mengira itu adalah jin.

Selang tak berapa lama kemudian neneknya Fauzan sakit dan kemudian meninggal dunia. Fauzan mendengar cerita ini pada tahun 2017. Nenek Fauzan meninggal di usia 100 tahunan lebih dan saat melihat peristiwa aneh itu, neneknya masih muda.

Lokasi kejadian:  Dari titik ini ke selatan dulunya sawah luas  6°22'59.5"S 106°44'27.4"E
https://maps.google.com/?q=-6.383200,106.740956 sebelah utaranya tanah lumayan tinggi, tempat pemukiman.

 

 

 

 

 

 

Minggu, 07 Februari 2021

Penampakan UFO di Gresik, 17 Januari 2021

Saat mas Anugerah Sentot Sudono diwawancara di podcast Deddy Corbuzier, diceritakan tentang penampakan UFO di Gresik di bulan Januari 2021 sebagai laporan terbaru saat podcast dilakukan perekaman. Judulnya juga bombastis: "UFO Turun di Gresik!!" Ada banyak yang ingin tahu bagaimana sebenarnya detail ceritanya. Informasi ini diperoleh BETA-UFO pertama kali lewat WA Group dari mas Yanuar Aditya Hermawan. Untuk melengkapi informasi yang ada, telah dilakukan wawancara via zoom. Berikut rekamannya saat diwawancara oleh Nur Agustinus dan Setyawan Haryanto
https://www.youtube.com/watch?v=dqRP2caealg


 

 

Pada tanggal 17 Januari 2021, Yanuar Aditya Hermawan melaporkan penampakan UFO di Gresik (daerah Gresik Kota Baru, dekat Gresik Mall), yang dilihat oleh kedua anaknya (usia 9 dan 6 tahun), sekitar jam 7 malam. Bentuknya seperti mangkok mengeluarkan cahaya biru dan tengahnya ada warna putih. Benda itu semua turun dari atas ke bawah lalu terbang dari menuju ke arah Timur. Kejadian cukup cepat, sekitar 1 menit. Laporan masuk pertama kali lewat WA Group BETAUFO Public Network jam 7:19 PM. Informasi tentang UFO di Gresik ini sempat dikemukakan oleh Anugerah Sentot Sudono (Nugy) di acara podcast Deddy Corbuzier "Close The Door" dengan judul "UFO Turun di Gresik". Podcast bisa dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=QYfIAa-GgHM

 

Ilustrasi dibuat oleh Aditya Hermawan berdasarkan cerita anaknya.

Ilustrasi yang dibuat dengan bantuan komputer.

 

Keep watching the sky www.betaufo.org 

Jika berkenan membantu BETAUFO Indonesia dalam rangka melakukan kegiatannya, bisa memberikan donasinya lewat https://saweria.co/Betaufo