Selasa, 23 Oktober 2018

Review buku "The Gulf Breeze Sightings" karya Ed Walters dan Frances Walters

Judul: The Gulf Breeze Sightings
Penulis: Ed Walters dan Frances Walters
Tahun: 1991
Oleh Dino Michael


Dalam kesempatan ini saya akan mereview buku "The Gulf Breeze Sightings" yang ditulis oleh Ed Walters dan Frances Walters. Penampakan ini adalah salah satu yang paling mengherankan di Amerika Serikat. Budd Hopkins, seorang peneliti alien abduction kenamaan bahkan sampai berkata bahwa penampakan di Gulf Breeze dapat mengubah pandangan kita tentang UFO. Kalau di buku ditulis: "UFOs will never again be regarded so casually-nor as so safely, reassuringly distant." Menurut Hopkins media seperti suratkabar atau televisi sering menganggap foto2 Ufo adalah hoax, atau ulah manusia. Dan ini membuat publik jadi skeptis. Dengan adanya kasus Gulf Breeze ditambah dengan foto2 otentiknya akan membuat kita yakin bahwa UFO itu ada.

Gulf Breeze adalah kota kecil yang terletak di sebelah barat Florida. Lokasinya juga berdekatan dengan pangkalan AL Pensacola dan pangkalan AU Eglin. Penduduknya amat religius, pekerja keras, dan mengutamakan kehidupan keluarga. Di tempat inilah Ed Walters, seorang kontraktor, mengalami pengalaman anehnya berturut-turut.

Frances and Ed Walters
Penampakan pertama terjadi pd 11 November 1987. Ed Walters melihat UFO bersinar kebiruan di balik pohon dekat rumahnya. Ia sempat mengambil foto. Kemudian ia mendengar suara yang masuk di kepalanya, "Calm down".

Ed sempat terangkat beberapa kaki dr tanah. Tak lama kemudian UFO itu pergi dan Ed jatuh kembali ke tanah. Ia mencium bau seperti amonia dan cinnamon (kayu manis). Istri Ed, Frances, yang baru tiba di rumah segera menghampiri Ed dengan cemas. Ia juga mencium bau yang sama.

Di buku ini masing-masing kisah dari Ed dan Frances diceritakan secara bergiliran. Beberapa hari kemudian Ed mempublikasikan foto UFO-nya ke pers dengan memakai nama samaran yang fiktif dari temannya. Ia menyebutnya "Mr. X".

Penampakan kedua, 20 November 1987. Ed mendengar suara mendengung (hum) di kepalanya. Ini amat mengganggunya. Kira2 pukul lima sore ia mendengar suara itu lagi. Kali ini Ed menanggapinya dengan emosi dengan berteriak, "I hear you, bastard". Suara misterius itu berhenti. Suara yang selalu didengar Ed seperti suara mesin ketik komputer atau computerlike.

Kemudian suara itu muncul lagi.
UFO : "Be calm. Step forward".
Ed mengambil kamera, tapi suara dari UFO itu mencegahnya.
UFO : "Don't do that".
Muncul suara lain lagi yang ingin mencegah Ed. Suara itu seperti suara wanita. Suara lain dalam bahasa Spanyol juga terdengar olehnya. Ed pernah tinggal di Amerika Tengah lima tahun jadi cukup pagan bahasa Spanyol. 
UFO : "Los fotos son prohibido".
Suara itu memperingatkan lagi. Ini suara wanita: "You can't expose them. They won't hurt you. Just a few tests. That's all".
Kemudian pesawat UFO itu muncul dengan cahaya yang amat terang. Ed mendengar suara.
UFO : "Step forward. We will bring you aboard".
Ed menolaknya dengan berkata bahwa mereka tidak mempunyai hak untuk melakukan itu. Tapi suara dari UFO itu menanggapi protes dari Ed.
UFO : "We have to right".
Suara wanita dari UFO berkata lagi, " You must do what they say. They haven't hurt us, and we are going back home now".
Kemudian ada suara melanjutkan, "We will come for you".
Kemudian UFO itu pergi dengan sangat cepat dlm kegelapan.

Di review ini saya hanya memilih beberapa penampakan yang sangat perlu untuk kita ketahui mengingat Ed dan Frances mengalami hingga 20 kali penampakan.

Penampakan ketiga, 2 Desember 1987, makhluk UFO menampakkan diri. Penampakan kali ini betul-betul aneh. Setelah mengecek semua rumahnya sebelum tidur, termasuk mempersiapkan anjingnya untuk mengawasi UFO, Ed mulai berbaring. Sekitar pukul 3 pagi Ed mendengar suara seperti tangisan bayi. Ed membangunkan istrinya dan juga menyiapkan pistolnya. Ed kemudian mendengar suara seperti dalam bahasa Spanyol dan ini rasanya "tidak nyambung".

UFO (suara wanita) : "She want some milk".
UFO (suara pria) : "If they don't give us something other than bananas, I'll -".
UFO (suara wanita) : "Hush, they'll hear you".
UFO (suara pria) : "But why do they just eat bananas ?"

UFO (suara pria) : "Y jue puta". (Ed tidak begitu yakin mengenai ucapan ini tapi ia memahaminya sebagai bahasa slang : "Son of a bitch")
UFO (suara pria) : "Son of a bitch. Look at all those...Maybe twenty...Y jue...what is this action? (ini terjemahan bebas dari Ed) What's happening ?"

Ed menjadi bingung apakah ia harus memanggil polisi? Tak lama kemudian UFO itu datang.

UFO : "Step forward now".

Ed menolak dan mengambil foto pesawat UFO itu. UFO itu kemudian meninggalkan tempat itu dengan berganti warna. Bagian bawahnya yang berwarna putih menjadi oranye. Kubahnya juga berubah menjadi oranye.

UFO itu memancarkan sinar biru
Sekitar pukul 3.30 pagi Ed dan istrinya melihat makhluk UFO setinggi empat kaki di serambi rumahnya. Ed, karena sudah sangat emosi, mencoba menangkap makhluk itu tapi seberkas sinar biru menyinarinya dan membuat ia beku. Ketika pancaran sinar itu berhenti Ed melihat makhluk itu berlari ke pesawat UFO. UFO itu memancarkan sinar biru seperti ingin mengambil makhluk itu. Ed sempat mengambil foto UFO dengan sinar biru itu.

Penampakan ke lima, 5 Desember 1987. UFO muncul kira2 hampir jam 6 pagi. Kali ini tipe pesawatnya berbeda. Ed sudah siap dengan senjata dan kamera.
UFO : "Do not resist. Stay where you are. You are in danger. We will not harm you...Zehaas".
Ed mengarahkan pistolnya ke UFO dan berteriak akan menembaknya.
UFO : "No. Step forward".

Ed menantang UFO itu untuk menangkapnya tapi UFO itu kemudian pergi. Ed merasa makhluk UFO itu ingin menyindirnya dengan tidak menyebut nama asli nya, Ed Walters, tapi dengan nama Zehaas. Mungkin makhluk itu menganggap Ed seperti binatang piaraan. Ed betul-betul bingung menjadi bingung dan marah.

Beberapa hari kemudian surat kabar memuat berita penampakan UFO. Dan sejak itu organisasi peneliti UFO, MUFON (Mutual UFO Network), mulai menyelidiki kasus Ed Walters.
Penampakan UFO kepada Ed dan Frances terus berlanjut dengan berbagai varian dan amat mengganggu. Kadang-kadang bisa muncul hingga 2-3 pesawat.

Penampakan ke sepuluh, 12 Januari 1988. Di pagi hari Ed mengemudikan truknya untuk bekerja. Ia kemudian merasa ada sinar putih yang sangat terang menyinarinya. Ed menghentikan truknya dan ia melihat UFO kira-kira berjarak 200 kaki dari truknya. Ed sangat cemas tapi ia sempat mengambil foto UFO itu. Ia lalu mendengar suara.

UFO : "You are in danger. We will not harm you. Come forward".

Ed merasa pesan itu sudah tidak masuk akal. Ia sempat melihat lima makhluk di sekitar UFO dengan membawa tongkat (rod). Tapi ia lalu memutar truknya dan segera pergi dari jalan itu.

Pada tgl 13 Januari 1988 Ed didatangi dua orang dari Angkatan Udara. Ed sangat heran kalau mereka mengetahui bahwa Ed adalah orang sesungguhnya yang mengambil foto UFO dan bukan "Mr. X".

Pada tgl 22 Januari 1988 sebuah helikopter tipe militer mengitari beberapa kali rumah Ed Walters sekitar pukul 22.00. Ed tidak pernah me lihat aktivitas helikopter seperti ini di rumahnya.


Pada Februari 1988 Budd Hopkins, peneliti terkenal alien abduction, mulai melakukan penyelidikan dan berkata kepada Ed bahwa peristiwa penculikan sepertinya terjadi pada Ed. Hopkins, berdasarkan pengalaman investigasinya, merasa kalau Ed sepertinya mengalami "missing time". Ed juga teringat pesan makhluk itu dalam salah satu penampakannya, "In sleep you know". Mengenai foto2 yang dibuat Ed, Bruce Maccabee, seorang ahli fisika optik, menyatakan bahwa foto2 itu adalah otentik.

Penampakan UFO kepada Ed dan Frances berakhir pada tanggal 1 Mei 1988 tanpa ada penjelasan yang memuaskan.

Jumat, 19 Oktober 2018

Review buku "Multidimensional Universe" karya Philip Imbrogno


Oleh: Dino Michael

Kali saya akan mereview buku dari Philip Imbrogno, "Multidimensional Universe". Buku ini membahas UFO dari segi psychic dan alam antardimensi. Bab satu membahas tentang Roswell. Imbrogno pada dasarnya mempertanyakan peristiwa Roswell tahun 1947. Ia berkata di saat itu kita mesti mengetahui, itu adalah suasana dalam Perang Dingin (Cold War). Setiap ada kejadian yang dianggap subversif kecurigaan pertama pasti ditujukan pada Uni Soviet. Peristiwa Roswell, selain diduga adalah balon, juga diduga adalah pesawat mata-mata Soviet.

Allen Hynek rupanya masih mempertanyakan kebenaran tentang kasus Roswell. Ia berkata kasus itu lebih banyak dibumbui kisah-kisah fiktif atau mirip "fairy tale". Tapi walaupun demikian, Imbrogno tetap memberikan informasi yang berimbang di buku ini mengenai kesaksian seorang insinyur bernama John yang pernah diperintahkan untuk menyelidiki "pesawat" yang jatuh di Roswell. John menceritakan bahwa apa yang ia selidiki adalah suatu pesawat dengan teknologi yang amat maju.

Di bab tiga, Imbrogno menceritakan tentang kasus2 Ufo di jaman modern. Dimulai dari New Guinea (kasus Father Gill), kasus di New Hampshire, Betty Hill, kasus Ufo di Hudson Valley (New York), Gulf Breeze, hingga kasus di Belgia. Untuk kasus di Hudson Valley dan Belgia (era 80-90), ada yang menarik dari pendapatnya Imbrogno. Ia berkata bahwa di kedua wilayah itu terdapat kesamaan geografis dan tipe penampakan. Rata-rata pesawat UFO berbentuk segitiga (triangular) dan bumerang. Selain itu juga terdapat banyak kasus alien abduction.

Ufo di sana kebanyakan terlihat di daerah yang kecil. Imbrogno menerima pendapat yang menarik dari Budd Hopkins mengenai mengapa UFO sering terlihat di daerah itu. Kata Hopkins, mereka (UFO) sedang melakukan "scanning" untuk mencari orang-orang yang akan diculiknya, "BECAUSE THEY ARE LOOKING FOR PEOPLE"

Awalnya Imbrogno belam sepenuhnya menerima pendapat Hopkins tapi belakangan ia mulai merasakan kebenarannya.

Di bab empat, diceritakan tentang satelit atau wahana (probe) yang hilang, baik dari AS atau Soviet, saat dikirim ke planet Mars. Terungkap kalau NASA pernah lost contact dengan wahananya saat mengorbit di Mars thn 1993. Uni Soviet rupanya sudah pernah mengalami ini sebelumnya. Wahana dari Soviet bernama Phobos 2. Menurut Soviet sebuah benda berbentuk silinder terlihat dekat wahana sebelum wahana itu menghilang. Bab ini juga menceritakan pengalaman banyak astronot Amerika Serikat yang melihat UFO. Dan bab ini juga menceritakan tentang sinar-sinar aneh di bulan.

Di bab lima, Imbrogno mulai membahas tentang adanya dimensi lain di mana UFO dapat menampakan dirinya. Di sini ada yang menarik. Di New York banyak sekali terdapat batu-batu megalith yang besar dimana sering terlihat UFO. Menurut cerita, batu2 itu dibuat oleh kaum penjelajah Celtic yang dibantu oleh imam-imam Druid. Para imam ini percaya adanya dunia yang paralel dan dunia roh. Mungkin batu2 itu disusun sebagai gerbang untuk menuju dimensi lain.

Di Irlandia dan Skotlandia, juga terdapat banyak struktur batu besar dan banyak UFO terlihat disana. Struktur baru itu katanya juga dibuat oleh imam-imam Druid. Di New York, ada beberapa kasus di mana saksi melihat makhluk humanoid bermata merah yang terlihat di susunan batu megalith. Imbrogno mengatakan tentang adanya anomali magnet di area yang ada batu megalith di New York. UFO sering terlihat di daerah yang mengalami anomali magnet. Imbrogno memberikan istilah "Real Stargate".

Di bab tujuh, Imbrogno membahas tentang jin dan malaikat dalam penampakan UFO. Ada kasus menarik dari seorang wanita bernama Sandra yang mengalami pengalaman menakutkan akan alien abduction. Itu terjadi pada tahun 1976-1977 di New York. Imbrogno mempunyai team penyelidik yang terdiri dari perwira polisi, ahli biologi, insinyur, seorang pilot komersial, dan seorang eksekutif korporat. Dengan timnya ini, Imbrogno menyelidiki kasus jin dengan Sandra. Dalam suatu hipnotis, yang direkam tape recorder, dan dijalankan secara mundur (Reverse tape effects), terungkap adanya pesan yang diterima dari makhluk bernama Ablis. Ablis tinggal di dunia yang paralel. Dalam penyelidikan yang lebih dalam, Imbrogno melihat nama Ablis memiliki kemiripan dgn Iblis yang merupakan sosok yang jahat.

Di bab sembilan, Imbrogno membahas tentang dimensi lain yang dilihat secara ilmiah. Di sini ia menjelaskan tentang teori fisika superstring (atau teori dawai) yang kelihatannya adalah jalan menuju dimensi lain. Alam ini, menurut teori, terdiri dari 11 dimensi. Imbrogno juga menjelaskan tentang dimensi waktu yang juga bisa merupakan kunci untuk memahami rahasia semesta dan UFO.

Demikianlah intisari dari buku ini.

Senin, 15 Oktober 2018

Istilah UFO


Oleh: Nur Agustinus

Saya tertarik untuk membahas, mengapa kita tidak punya istilah atau nama khusus untuk menyebut benda terbang tak dikenal. Sejauh ini memang ada beberapa istilah, pertama adalah Flying Saucer atau diterjemahkan sebagai piring terbang. Penggunaan istilah ini populer sejak tahun 1947, terutama ketika media massa di Amerika meliput pengalaman pilot Kenneth Arnold. Namun menggunaan kata piring (saucer) sudah pernah ada pada tahun 1878, ketika seorang petani Texas bernama John Martin melihat benda aneh. Sebenarnya John Martin tidak mengatakan bahwa bentuknya benda terbang aneh yang dilihatnya itu seperti piring, namun mengatakan bahwa besarnya terlihat seperti sebesar piring. Sama halnya dengan Kenneth Arnold, juga tidak mengatakan bahwa bentuk benda terbang misterius itu seperti piring, bahkan dia menyebutnya lebih seperti bulan sabit, namun gerakannya seperti piring dilemparkan di atas air.

Anehnya, kemudian, banyak foto-foto beredar yang memperlihatkan benda terbang misterius berbentuk piring terbang.

Pada tahun 1952, Kapten Edward J. Ruppelt, direktur pertama dari Project Blue Book, memperkenalkan istilah UFO yang merupakan singkatan dari Unidentified Flying Objects (pada waktu itu pihak militer amerika, khususnya USAF, menyingkatnya dengan UFOB).

Sebelumnya, pada perang dunia kedua, benda terbang misterius ini sering disebut dengan istilah Foo Fighter, obyek berkilauan yg banyak terbang di angkasa. Disebut sebagai foo fighter karena sering dianggap sebagai foo atau foe (lawan) sebab benda terbang aneh itu bukan berasal dari armada kawan (walaupun tidak pernah mengganggu atau menyerang).

Belakangan, ada yang menyebut benda terbang misterius ini dengan istilah UAP atau "Unidentified Aerial Phenomena", atau ada yang menyebutnya "Unusual Aerial Phenomena." Istilah UAP ini diperkenalkan oleh J. Allen Hynek. Di kalangan pilot atau pekerja bandara, mereka lebih sering menggunakan istilah UAP. Pihak yang skeptik juga lebih suka menggunakan istilah UAP daripada UFO. Namun di media massa, istilah UFO lebih sering digunakan walau nampaknya ada upaya untuk mempopulerkan istilah UAP.

Di perancis dan spanyol atau negara-negara amerika latin, istilah yang digunakan adalah OVNI. Kalau menurut bahasa spanyol, OVNI merupakan singkatan dari "Objeto Volador No Identificado", sementara bahasa perancisnya berarti "Objet volant non identifié."

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia memang populer dengan istilah piring terbang. Istilah UFO juga secara umum dimengerti oleh kebanyakan orang. Namun pada tahun 70-80an, pernah ada istilah BETA yang merupakan singkatan dari Benda Terbang Aneh. Istilah ini diperkenalkan oleh Marsekal Muda TNI (Purn) J. Salatun. Kemudian ada juga istilah BETEBEDI yang merupakan akronim dari Benda Terbang Belum Dikenal. Mengapa dipergunakan istilah BELUM dan bukannya TIDAK? Di sekitar tahun 80-an pernah terbit beberapa edisi majalah dengan nama BETEBEDI. Alasan menggunakan kata "belum" adalah kalau menggunakan kata "tidak" maka selamanya akan tidak dikenal. Tapi kalau menggunakan kata "belum", maka ada harapan akan terkuak dan suatu saat dikenal.

Istilah BETEBDI maupun BETA tidak populer di kalangan orang Indonesia. Seorang menulis di Wikipedia namun yang tertulis adalah Beterbedi (dengan huruf "r") dan tulisan ini dikutip di beberapa situs internet. Di Wikipedia disebutkan bahwa Beterbedi (Benda Terbang Belum Dikenal), merupakan istilah yang diperkenalkan oleh J.Salatun. Tapi ini tidak benar. Menurut saya, yang memperkenalkan istilah BETEBEDI adalah C.M. Tanadi, seorang yang berprofesi sebagai akuntan publik yang tinggal di Bandung. Beliau adalah pengamat UFO juga di tahun 80-an dan banyak menerbitkan buku-buku UFO (dengan nama Yayasan Tanadi dengan alamat waktu itu di Ciwulan n0 32 Bandung.

Istilah BETA sendiri, nampaknya oleh J. Salatun tidak dipopulerkan dan hanya muncul di bukunya yang terbit di tahun 1960. Sementara buku keduanya yang terbit pada tahun 1982, menggunakan istilah UFO. Kalau tidak karena milis BETA-UFO, barangkali istilah BETA ini sudah tidak pernah dipakai lagi. Bahkan banyak member milis ini tidak tahun bahwa kata BETA di BETA-UFO itu merupakan singkatan dari Benda Terbang Aneh.

BATD = Benda Angkasa Tidak Dikenal. Istilah ini muncul di majalah atau cergam (cerita bergambar) ZINZIN yang diterbitkan oleh Sinar Harapan dan Indira di sekitar tahun 1982. Kumpulan cergam ZINZIN ini memuat komik penampakan UFO yang dibuat berdasarkan kisah nyata. Cergam itu menggunakan nama ZINZIN sebab istilah ini diperkenalkan oleh astronom Perancis Pierre Guérin. Istilah UFO di Perancis sendiri saat ini adalah OVNI (Objet Volant Non-Identifié), sementara istilah ZINZIN sudah tidak populer lagi.

Dari semua istilah itu, yang paling populer adalah istilah "Piring Terbang". Masyarakat awam dengan mudah memahami maksud dari "Piring Terbang" daripada "UFO". Misalnya ketika saya pergi ke pasar buku loak, maka jika saya bertanya buku tentang UFO, mereka nampaknya agak bingung atau tidak tahu. Namun jika menyebutnya dengan 'piring terbang', mereka pada umumnya langsung tanggap dengan apa yang dimaksud.

Istilah BETA, BETEBEDI dan BATD tidak populer di masa kini. Penggunaan kata BETA sejauh ini masih dipertahankan oleh komunitas BETA-UFO, meskipun banyak member milis BETA-UFO yang belum paham, dengan pemakaian atau maksud istilah BETA ini.

Di buku "Kamus ungkapan bahasa Indonesia"  oleh Yus Badudu, (ada di google books) halaman 365 tentang "Terbang" ada kata "Piring Terbang" dan juga kata "UFO". Di sana kata "Piring Terbang" adalah ungkapan yang menjelaskan "UFO" atau "Pesawat terbang berbentuk piring". Penggunaan kata UFO dalam buku ini menunjukkan bahwa kata tersebut bisa diterima sebagai salah satu kata  ungkapan yang dipakai dalam bahasa Indonesia.

Kembali ke soal BETA, antara apakah singkatan A itu "asing" atau "aneh", sebenarnya kalau mengacu pada asal usul istilah BETA itu sendiri adalah dari kata "Aneh". Ada usul bahwa singkatan A itu sebaiknya adalah "Asing". Kita terbiasa dengan singkatan dan seakan harus merupakan singkatan. Oh ya, ada informasi yang perlu diketahui rekan-rekan, yaitu di buku "A comprehensive Indonesian-English dictionary" Oleh Alan M. Stevens,A. Ed Schmidgall Tellings (ada di google books), di sana sudah ada kata BETA (Benda Terbang Aneh) yang artinya adalah UFO (Halaman 130). Di halaman 118 juga ada kata UFO yang merupakan arti dari "Benda langit tak dikenal" atau "Benda Terbang Aneh". Jika memang demikian, saran saya sebaiknya tetap menggunakan singkatan awal, yaitu Benda Terbang Aneh, bukan Benda Terbang Asing. Ini kalau memang mau mempunyai dasar yang kuat.

Yang menarik adalah, mengapa kita tidak punya sebuah nama khusus untuk menyebut benda terbang misterius ini. Sejauh ini yang dianggap sebagai nama adalah "piring terbang", sementara lainnya adalah nama yang merupakan singkatan. Menarik juga bahwa aliens disebut sebagai EBE (lagi-lagi singkatan) yang merupakan singkatan dari Extraterrestrial Biological Entity. Atau bahkan ALF yang merupakan kependekan dari Alien Life Form, atau ELF (Extraterrestrial Life Form).

Oh ya, di Indonesia sendiri, bagaimana kita melafalkan UFO? Apakah dengan "Yoo Eff Ohh" atau yufo atau ufo?

Atau kita mau mempopulerkan istilah baru yang merupakan terjemahan dari UAP? Misalnya kalau diterjemahkan sebagai Fenomena Angkasa Tidak Umum, maka bisa-bisa disingkat sebagai FATU.

Untuk tambahan, di negara lain punya istilah berbeda untuk menyebut UFO (sesuai bahasanya), misalnya:

1. Kroasia: NLO (Neidentificirani Leteci Objekti)
2. Jepang: mi-kakunin hiko buttai atau Yuufoo (melafalkan dari akronim UFO)
3. Portugis: OVNI: objecto voador não identificado
4. Rumania: OZN - Obiect Zburator (=Flying) Neidentificat
5. Jerman: Unbekanntes Flugobjekt = UFO
6. Cina: bu-ming fei-xing wu-ti
7. Arab: gism Taa'ir ghayr muhaddad (berarti UFO) atau saHn Taa'ir (piring terbang)
8. Czechna: melafalkan UFO dengan "oo-faw" namun sering menyebutnya dengan NLO seperti di Kroasia.
9. Hindi/Urdu: Udan Tashtari
10. Swedia: UFO namun untuk piring terbang disebut "flygande tefat"
11. Turki: melafalkan ufo dengan "oo fau" dan kata "uçan daire" yang berarti
piring terbang sementara alien disebut "Uzayli"
12. Italia: OVNI = oggetto volante non identificato
13. Norwegia: UFO = "uidentifisert flyvende objekt"
14. Belanda: Ongeidentificeerd vliegend object namun sering disebut UFO.
15. Rusia: NLO (neopoznannyj letayuschij ob'ekt)
16. Slovakia: NLP (NEZNANI LETECI PREDMET) yang artinya "unknown flying object"
17. Yunani: ATIA (agak susah ditulis karena pakai huruf yunani) yang artinya "Flying Object of Unknown Identity" sementara piring terbang diterjemahkan "iptamenos diskos"
18. Serbia: NLO - Neidentifikovani Leteci Objekat
19. Finlandia: UFO atau "lentävä lautanen" (=flying saucer)
20. Vietnam: di~a bay
21. Esperanto: NIFO (Neidentebla Fluganta Objekto)

Selasa, 02 Oktober 2018

Bola Batu Kosta Rika


Bola batu dari Kosta Rika terdiri dari aneka macam lebih dari tiga ratus petrosfer di Kosta Rika, terletak di delta Diquís dan di Isla del Caño. Secara lokal, mereka dikenal sebagai Las Bolas. Bola batu ini umumnya dikaitkan dengan budaya Diquís yang sudah punah dan kadang-kadang disebut sebagai Diquís Spheres. Mereka adalah pematung batu paling terkenal di wilayah Isthmo-Kolombia.


Batu-batu itu dipercaya pertama kali dibuat sekitar tahun 600 masehi, dengan sebagian besar hingga tahun 1.000 masehi sebelum penaklukan Spanyol. Satu-satunya metode yang tersedia untuk mengetahui waktu batu ini adalah stratigrafi, tetapi kebanyakan batu tidak lagi berada di lokasi aslinya. Jadi, tidak ada yang tahu pasti berapa usia mereka sebenarnya. Budaya orang-orang yang seharusnya membuat sudah menghilang setelah Spanyol tiba.


Bola-bola itu ditemukan pada tahun 1930-an ketika United Fruit Company sedang membersihkan hutan untuk perkebunan pisang. Para pekerja mendorong mereka ke samping dengan buldoser dan alat berat, merusak beberapa bola. Selain itu, terinspirasi oleh kisah-kisah pekerja bahwa ada emas yang tersembunyi di dalamnya, mereka mulai mengebor membuat lubang ke dalam bola dan meledakkannya dengan dinamit.


Penyelidikan ilmiah pertama terhadap bola batu ini dilakukan tak lama setelah penemuan mereka oleh Doris Stone, putri seorang eksekutif United Fruit. Hasilnya diterbitkan pada tahun 1943 di American Antiquity, dan menarik perhatian Samuel Kirkland Lothrop dari Peabody Museum di Harvard University. Pada tahun 1948, ia dan istrinya berusaha menggali situs arkeologi yang tidak terkait di wilayah utara Kosta Rika.
 

Sumber: The Curious Stone Spheres Of Costa Rica

Jumat, 28 September 2018

Review buku The Cygnus Mystery, karya Andrew Collins

Oleh Dino Michael


Kali ini saya akan mereview buku yang sangat menarik tentang asal-usul manusia secara kosmik. Buku itu berjudul The Cygnus Mystery, oleh Andrew Collins.  Collins menelitinya dimulai dari sisa bangunan arkeologis Gobekli Tepe yg berada di selatan Turki. Dengan program komputer astronomi, ia melihat bangunan itu di mana pada th 9500 SM rupanya mengarah ke utara yang terdapat konstelasi bintang Cygnus, khususnya bintang Deneb, yang merupakan paling terang dari Cygnus. Bintang Deneb rupanya juga berpengaruh pada suku indian di Amerika dan juga pada astronomi bangsa Arab, termasuk piramid di Giza.

Orang Indian menggambarkan Cygnus dengan gambar burung atau angsa (swan). Di Inggris, tempat seperti di Newgrange atau Avebury, juga terdapat bangunan kuno yang berorientasi ke bintang Cygnus. Begitu juga di Amerika selatan dan latin seperti di La-Venta dan Cuzo. Di dalam lukisan-lukisan gua di Eropa terdapat gambar yang menunjukkan bintang Cygnus. Bintang Cygnus diyakini sebagai akar dari semua agama di dunia. Orang-orang zaman dulu meyakini konstelasi bintang itu sebagai asal mula dan tujuan terakhir untuk jiwa (soul).

Dalam penelitian NASA mereka menemukan bahwa sinar kosmik ray dari bintang Cygnus rupanya membantu mempercepat evolusi manusia selama zaman es. Ini yang menjelaskan adanya lompatan mendadak mengenai perubahan fisik manusia. Pancaran itu merupakan aktivitas yang sering terjadi di Cygnus X-3, dan memiliki periode juga. Yang masih menjadi pertanyaan bagi fisikawan bagaimana pancaran itu bisa menembus dinding gua. Sinar itu berupa partikel neutron. Dan yang menarik sinar itu bisa dilihat dalam kegelapan yang amat pekat.

Di dalam dinding gua-gua, dimana orang-orang dulu tinggal, terdapat bekas-bekas seperti radiasi atom, yang setelah ditelusuri rupanya berasal dari pancaran sinar dari bintang yang disebut Cygnus X-3. Collins menduga kalau pelukis-pelukis di gua pernah melihat pancaran ini di dalam gua yang amat gelap. Carl Sagan, di th 1973, pernah menyatakan kalau sinar kosmik ikut memicu evolusi manusia.
Di bab 19 ada kata "alien", tapi Collins mengatakan sampai sejauh ini belum ada indikasi kuat dalam catatan arkeologis mengenai intervensi alien dalam evolusi manusia. Collins masih terbuka untuk itu karena ia melihat banyak mitologi di seluruh dunia memiliki kisah bahwa masyarakatnya berasal dari luar angkasa. Dan yang amat menarik, Collins menyebut juga kisah mitologi di Indonesia seperti di daerah Toraja mengenai masyarakatnya yang katanya adalah keturunan dari luar angkasa. Mereka percaya leluhur datang dari langit dan banyak sekali kisah mitos seperti itu di seluruh dunia.

Bab 21, Children of the Swan, bisa dibilang "jawaban" mengapa para leluhur kita percaya akan peranan bintang Cygnus. Di bab ini dibahas mengenai misteri bintang Cygnus X-3, sinar kosmik pada zaman es (Ice Age), radiasi kosmik dan evolusi manusia. Bagi yang ingin tahu langsung inti dari buku ini, bisa membaca bab ini. Kesimpulan dari buku ini. Orang-orang zaman dulu (ancestors) meyakini bahwa kehidupan di bumi berasal dari bintang2 di angkasa. Menurut NASA, pancaran sinar Cygnus di masa itu sangat kuat. Buku ini lebih banyak menyorot ke spiritisme, seperti kosmogenesis Maya, Mesir, dan lain-lain.

Bagi yang berminat, bisa melihat referensi video ini: